Polisi mengamankan puluhan rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus di Jakarta.
Jakarta | MataRakyat.Online – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia sekaligus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut, Senin (16/3).
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa dari hasil analisis sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian, terdapat empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap korban. Keempat orang tersebut diduga menggunakan dua sepeda motor dan berboncengan saat melakukan aksi sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa para terduga pelaku diduga telah mengikuti atau membuntuti korban sebelum peristiwa terjadi. Pola pergerakan para pelaku dinilai cukup terorganisir dan menunjukkan adanya perencanaan sebelum aksi penyerangan dilakukan.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, setelah melakukan aksi penyiraman, para pelaku diketahui melarikan diri ke arah yang berbeda. Sebagian bergerak menuju wilayah Jakarta Selatan, sementara lainnya mengarah ke Jakarta Timur. Polisi kini tengah menelusuri jejak pelarian tersebut dengan mengumpulkan bukti tambahan serta memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Dalam proses penyelidikan, Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat untuk mempercepat pengungkapan kasus. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melaporkan kepada pihak berwajib guna membantu proses pengungkapan pelaku.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pihaknya menangani kasus ini secara serius dan berhati-hati. Penanganan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan proses penyelidikan yang komprehensif agar seluruh fakta hukum dapat terungkap secara jelas.
Seperti diketahui, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi setelah korban selesai beraktivitas di kawasan Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada beberapa bagian tubuh dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk aktivis masyarakat sipil dan lembaga hak asasi manusia yang mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini hingga pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penyelidikan masih terus berlangsung dengan fokus pada penguatan alat bukti, pemeriksaan saksi, serta analisis rekaman CCTV yang telah diamankan oleh penyidik.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









