Tangerang, MataRakyat.online – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) memberikan penghargaan kepada dua mitra pembinaan rohani, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jambe dan Yayasan Mustika Nusantara Jaya, atas kontribusi aktif mereka dalam membina warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dukungan berkelanjutan kedua lembaga dalam program pembinaan kepribadian, khususnya di bidang kerohanian bagi para warga binaan.
Penyerahan penghargaan kepada MUI Kecamatan Jambe dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri, pada 21 Maret 2026. Sementara itu, penghargaan kepada Yayasan Mustika Nusantara Jaya yang berperan dalam pembinaan rohani umat Buddha diserahkan pada 28 Maret 2026.
Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur Pelayanan Tahanan dan Anak, Masjuno, didampingi Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin.
MUI Kecamatan Jambe dinilai konsisten dalam memberikan pembinaan rohani Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, hingga bimbingan ibadah. Di sisi lain Yayasan Mustika Nusantara Jaya turut aktif memberikan pembinaan rohani bagi warga binaan beragama Buddha secara berkesinambungan.

Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi kedua mitra tersebut dalam mendukung program pembinaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MUI Jambe dan Yayasan Mustika Nusantara Jaya atas kontribusi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk pribadi warga binaan agar menjadi lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Melalui penghargaan ini, Ditjenpas menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung proses pembinaan, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal moral dan spiritual untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Penulis : Wenny
Editor : Redaksi









