Parlemen AS Loloskan Anggaran Pertahanan USD 1,15 Triliun, RUU Perang Menuju Ujian Berat di Senat

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana pengesahan Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) oleh DPR Amerika Serikat yang menyetujui anggaran pertahanan sekitar USD 1,15 triliun. RUU selanjutnya akan dibahas di Senat AS. (Ilustrasi: AI/MataRakyat.Online)

Ilustrasi suasana pengesahan Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) oleh DPR Amerika Serikat yang menyetujui anggaran pertahanan sekitar USD 1,15 triliun. RUU selanjutnya akan dibahas di Senat AS. (Ilustrasi: AI/MataRakyat.Online)

Fakta Cepat
  • Lokasi: Washington D.C., Amerika Serikat
  • Agenda: Pengesahan NDAA Tahun Fiskal 2027
  • Nilai Anggaran: USD 1,15 triliun
  • Hasil Voting DPR AS: 216 mendukung – 212 menolak
  • Status: Lolos di DPR AS, menunggu pembahasan Senat.

WASHINGTON D.C. | MataRakyat.Online – Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) Amerika Serikat menyetujui Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act/NDAA) untuk tahun fiskal 2027 dengan nilai mencapai USD 1,15 triliun. Pengesahan berlangsung melalui voting yang sangat ketat, yakni 216 suara mendukung dan 212 menolak, menandai salah satu pembahasan anggaran pertahanan paling kontroversial dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan tersebut diambil ketika situasi keamanan internasional masih dibayangi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Selain mengatur belanja pertahanan, RUU ini juga memuat sejumlah kebijakan yang memicu perdebatan politik tajam di Washington.

Dalam rancangan yang disetujui DPR AS, pemerintah diberikan otorisasi belanja pertahanan hingga sekitar USD 1,15 triliun. Paket tersebut mencakup pendanaan untuk kesiapan tempur, modernisasi sistem persenjataan, peningkatan kemampuan intelijen, pengembangan teknologi militer, hingga kenaikan kesejahteraan prajurit. Sebagian anggaran juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasi militer yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal

Besarnya nilai anggaran menunjukkan bahwa pertahanan masih menjadi prioritas utama pemerintah Amerika Serikat di tengah meningkatnya tantangan keamanan global.

 

Voting Berlangsung Sengit

Tidak seperti pengesahan NDAA pada tahun-tahun sebelumnya yang umumnya memperoleh dukungan bipartisan, kali ini pembahasan berlangsung jauh lebih panas.

Mayoritas anggota Partai Republik memberikan dukungan terhadap RUU tersebut, sedangkan hampir seluruh anggota Partai Demokrat menolak karena menilai paket tersebut terlalu besar dan dibebani sejumlah ketentuan politik yang tidak berkaitan langsung dengan pertahanan. Hasil akhir voting ditetapkan dengan selisih tipis 216 berbanding 212 suara.

Selain mengatur anggaran militer, RUU tersebut juga memuat sejumlah ketentuan yang memicu kontroversi, di antaranya pembatasan layanan kesehatan tertentu di lingkungan militer serta usulan perubahan nama Department of Defense menjadi Department of War. Beberapa pasal lain juga berkaitan dengan agenda politik pemerintahan Presiden Donald Trump sehingga memicu penolakan keras dari kubu oposisi.

 

Masih Harus Lolos Senat

Meski telah disahkan DPR, RUU ini belum menjadi undang-undang. Tahapan berikutnya adalah pembahasan di Senat Amerika Serikat.

Baca Juga :  Hasil Piala Afrika 2025: Mesir Depak Juara Bertahan, Reuni Salah vs Mane Tercipta di Semifinal

Sejumlah pengamat menilai proses di Senat tidak akan mudah karena komposisi politik yang relatif seimbang serta adanya perbedaan pandangan mengenai besaran anggaran pertahanan, pendanaan operasi militer, hingga sejumlah pasal kontroversial yang disisipkan dalam RUU tersebut.

Pengesahan anggaran pertahanan bernilai lebih dari satu triliun dolar diperkirakan akan memperkuat posisi militer Amerika Serikat dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan internasional.

Di sisi lain, keputusan tersebut juga berpotensi meningkatkan tensi geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, serta memengaruhi stabilitas pasar energi dan kebijakan pertahanan negara-negara lain.

 

Analisis MataRakyat.Online

Secara strategis, pengesahan NDAA mencerminkan arah kebijakan Washington yang semakin menitikberatkan pada penguatan kekuatan militer sebagai instrumen utama menghadapi dinamika global.

Namun demikian, tantangan terbesar justru berada di ranah politik domestik. Perdebatan mengenai besarnya anggaran pertahanan di tengah kebutuhan pembiayaan sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial diperkirakan akan terus menjadi isu utama hingga proses pembahasan di Senat selesai.

Apabila Senat melakukan perubahan substansial, DPR dan Senat masih harus menyelaraskan isi RUU sebelum dapat dikirim kepada Presiden untuk memperoleh pengesahan akhir.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026
Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal
26 Kesepakatan RI–Singapura Diteken Sekaligus, Apa yang Sebenarnya Sedang Disiapkan Prabowo untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia?
Jangan Kedip! 10 Pemain Ini Diprediksi Jadi Biang Kerok Kekacauan di Piala Dunia 2026
Portugal Abadikan Diogo Jota di Skuad Piala Dunia 2026, Roberto Martinez: Dia Kekuatan dan Kebahagiaan Kami
Gugur dalam Tugas, Tiga Prajurit TNI Satgas UNIFIL Meninggal Dunia di Lebanon Selatan
Kapal Perang Rusia Masuk JAKARTA!
Kudeta Zona Liga Champions, Como 1907 Ukir Sejarah di Bawah Kepemilikan Hartono Bersaudara

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:50 WIB

Parlemen AS Loloskan Anggaran Pertahanan USD 1,15 Triliun, RUU Perang Menuju Ujian Berat di Senat

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:38 WIB

26 Kesepakatan RI–Singapura Diteken Sekaligus, Apa yang Sebenarnya Sedang Disiapkan Prabowo untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia?

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:04 WIB

Jangan Kedip! 10 Pemain Ini Diprediksi Jadi Biang Kerok Kekacauan di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB