Wamentan Sudaryono Jelaskan Alokasi Dana Efisiensi Rp308 Triliun: MBG Dinilai Bukan Penyebab Kas Negara Tekor

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa dana efisiensi anggaran sebesar Rp308 triliun dialokasikan untuk berbagai program prioritas nasional, termasuk subsidi pupuk, penguatan Bulog, perbaikan sekolah, irigasi, dan Sekolah Rakyat.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa dana efisiensi anggaran sebesar Rp308 triliun dialokasikan untuk berbagai program prioritas nasional, termasuk subsidi pupuk, penguatan Bulog, perbaikan sekolah, irigasi, dan Sekolah Rakyat.

JAKARTA – MataRakyat.Online – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan bahwa dana efisiensi anggaran pemerintah yang disebut mencapai sekitar Rp308 triliun bukan disimpan, melainkan dialokasikan kembali untuk berbagai program prioritas yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat berdiskusi bersama mahasiswa dan masyarakat dalam tayangan di akun Instagram resminya.

Dalam pemaparannya, Sudaryono menepis anggapan yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab kondisi keuangan negara memburuk.

“Yang dimaksud efisiensi itu bukan uangnya disimpan. Tetapi belanja-belanja yang tidak penting dipangkas, lalu dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sudaryono.

 

Dana Efisiensi Dialihkan ke Program Prioritas

Menurut Sudaryono, hasil efisiensi anggaran digunakan untuk membiayai sejumlah kebutuhan strategis nasional, di antaranya:

  • Tambahan anggaran pupuk sekitar Rp40 triliun.
  • Penguatan modal Bulog sekitar Rp39 triliun untuk menyerap gabah petani.
  • Perbaikan sekolah rusak sekitar Rp19 triliun.
  • Rehabilitasi jaringan irigasi sekitar Rp12 triliun.
  • Pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
  • Berbagai pembangunan infrastruktur dasar yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga :  Festival Ciputat 2026 Meriah, Abdul Karim Dorong Masuk Agenda Tahunan Unggulan Kota Tangerang Selatan

Sudaryono menggambarkan proses pengambilan keputusan tersebut sebagai bentuk pengalihan anggaran dari belanja yang dianggap kurang produktif menuju program-program prioritas pemerintah.

 

Bantah MBG Jadi Beban APBN

Dalam diskusi tersebut, Sudaryono menilai muncul persepsi yang kurang tepat mengenai Program Makan Bergizi Gratis.

Ia berpendapat bahwa sebelum program tersebut berjalan, masih banyak kebutuhan dasar seperti sekolah rusak, irigasi, hingga pupuk yang belum terpenuhi secara optimal.

 “Dulu tidak ada MBG, sekolah juga tetap rusak. Sekarang ada MBG, sekolah diperbaiki. Dulu pupuk kurang, sekarang dipenuhi bahkan disebut lebih murah. Jadi bukan MBG yang membuat negara kekurangan uang,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah justru melakukan penataan ulang belanja negara agar dana yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan yang dianggap kurang prioritas dapat dialihkan kepada sektor pendidikan, pertanian, pangan, dan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  Cipayung Bebas Jentik 100 Persen, Seluruh RW Lulus Sertifikasi Jumantik

 

Dorong Efisiensi Anggaran

Sudaryono juga mencontohkan sejumlah pos anggaran yang menurutnya dapat dikurangi, seperti seminar, rapat yang tidak mendesak, hingga studi banding ke luar negeri yang tidak memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Efisiensi tersebut, lanjutnya, menjadi sumber pembiayaan berbagai program pemerintah tanpa harus mengurangi pelayanan publik yang bersifat prioritas.

 

Perlu Transparansi dan Pengawasan

Pengelolaan dana negara tetap memerlukan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan agar setiap alokasi anggaran benar-benar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pemerintah diharapkan terus menyampaikan informasi secara terbuka mengenai realisasi anggaran sehingga publik dapat mengetahui sejauh mana efektivitas kebijakan efisiensi yang diterapkan.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
Lapas Kelas I Tangerang Gelar Cek Kesehatan Gratis, 600 Warga Binaan Ikuti Skrining TB
H. Mamat Resmi Jabat Camat Pamulang, Gantikan H. Mukroni dalam Rotasi Pejabat Pemkot Tangsel
Camat Baru Serpong Utara Mamun Siap Lanjutkan Program dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Festival Maen Pukul Meriahkan Pamulang, LBB Tangsel Dorong Perwal Pelestarian Budaya Betawi
Lomba Posyandu Banten 2026, Tinawati Andra Soni Tekankan Posyandu Aktif, Inklusif, dan Responsif
Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar
Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:51 WIB

Lapas Kelas I Tangerang Gelar Cek Kesehatan Gratis, 600 Warga Binaan Ikuti Skrining TB

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53 WIB

H. Mamat Resmi Jabat Camat Pamulang, Gantikan H. Mukroni dalam Rotasi Pejabat Pemkot Tangsel

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:08 WIB

Camat Baru Serpong Utara Mamun Siap Lanjutkan Program dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:08 WIB

Festival Maen Pukul Meriahkan Pamulang, LBB Tangsel Dorong Perwal Pelestarian Budaya Betawi

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB