MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas masyarakat perkotaan, semangat gotong royong masih terus hidup di lingkungan RW 17, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Semangat itu diwujudkan melalui Komunitas Orang Senang Berbagi (OSB), sebuah komunitas warga yang rutin menggelar aksi berbagi setiap pekan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal.
OSB lahir dari kebersamaan para bapak-bapak yang rutin berkumpul setiap Sabtu malam. Awalnya, pertemuan tersebut hanya menjadi ajang silaturahmi, bercanda gurau, melepas penat setelah rutinitas pekerjaan, sekaligus mempererat hubungan antar warga. Namun dari obrolan ringan itu muncul sebuah gagasan sederhana, yakni menjadikan kebersamaan sebagai jalan untuk menebar manfaat kepada sesama.

Kini, tongkrongan sederhana itu telah berubah menjadi gerakan sosial yang konsisten. Dengan anggota sekitar 14 orang, OSB telah berjalan selama kurang lebih enam bulan dan terus menanamkan semangat bahwa berbagi tidak harus menunggu menjadi orang kaya.
Yang menarik, Komunitas OSB tidak mengenal struktur kepemimpinan formal. Seluruh anggota memiliki kedudukan yang sama dan bersama-sama bertanggung jawab menjalankan setiap kegiatan sosial yang telah disepakati.

Salah satu ciri khas OSB adalah menggabungkan kegiatan sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dana urunan yang dikumpulkan setiap minggu secara sukarela digunakan untuk membeli produk UMKM milik warga RW 17, seperti paket nasi box ayam, nasi uduk, hingga minuman Es Semangka India. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga ikut menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar.
Andreas Didik Prabowo, salah seorang anggota sekaligus narasumber Komunitas OSB, mengatakan bahwa ide tersebut berawal dari keinginan membantu salah satu anggota yang memiliki usaha UMKM ayam goreng.
“Awalnya kami ingin membantu teman yang memiliki usaha fried chicken. Dari situ muncul ide, kenapa tidak setiap Jumat kami membeli produk UMKM milik warga, lalu membagikannya kepada masyarakat. Ternyata manfaatnya sangat besar. UMKM mendapatkan pesanan, masyarakat menerima makanan, dan kami semua merasakan kebahagiaan karena bisa berbagi.”
Menurut Andreas, kebersamaan di OSB bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun rasa peduli terhadap lingkungan.
“Setelah seharian bekerja, berkumpul bersama teman-teman OSB membuat rasa lelah seperti hilang. Kami bercanda, bertukar cerita, lalu merencanakan kegiatan sosial berikutnya. Dari kebersamaan itu lahir rasa kekeluargaan yang kuat. Kami percaya bahwa kebahagiaan bukan hanya saat menerima rezeki, tetapi ketika kita bisa menjadi jalan rezeki bagi orang lain.”
Setiap Jumat, anggota OSB secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya sesuai kemampuan masing-masing. Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan kepada UMKM lokal sebelum dibagikan langsung kepada masyarakat yang melintas di depan Pos Keamanan RW 17.
Tidak hanya itu, selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, OSB juga menggelar pembagian takjil kepada para pengendara di kawasan Gading Serpong dan sekitarnya. Komunitas ini juga menyalurkan sekitar 100 paket sembako kepada warga yang membutuhkan atau masuk kategori mustahik di lingkungan RW 17.
Bagi anggota OSB, berbagi bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka meyakini bahwa sebagian rezeki yang dimiliki merupakan titipan yang di dalamnya terdapat hak orang lain.
Semangat tersebut juga didasari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan dibalas dengan keberkahan dan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Kedepan, OSB berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai kegiatan sosial, di antaranya menyalurkan bantuan ke panti asuhan, panti jompo, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Bagi OSB, aksi berbagi tidak mengenal perbedaan suku, agama, maupun ras. Semua dilakukan atas dasar nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
“Berbagi bukan karena kita berlebih, tetapi karena kita peduli. Ketika rezeki dibagikan dengan ikhlas, bukan hanya penerima yang merasakan manfaat, tetapi hati kita juga dipenuhi rasa syukur dan keberkahan,” tutup Andreas.
Melalui gerakan sederhana yang lahir dari sebuah tongkrongan warga, OSB membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari secangkir kopi, obrolan hangat, dan semangat kebersamaan, lahirlah gerakan sosial yang menggerakkan UMKM, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan senyum bagi sesama.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









