MataRakyat.Online | Sepak Bola – Timnas Portugal memberikan penghormatan istimewa untuk mendiang Diogo Jota dengan memasukkan namanya secara simbolis dalam skuad menuju Piala Dunia 2026.
Meski telah tiada, sosok penyerang yang pernah menjadi bagian penting Selecao das Quinas itu, dipastikan tetap hadir dalam perjalanan Portugal di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Penghormatan tersebut dilakukan pelatih Roberto Martinez dengan menempatkan nama Jota sebagai ‘plus one forever’ atau pemain ke-28 dalam daftar skuad simbolis Portugal.
Langkah ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penghargaan atas kontribusi besar Jota selama membela tim nasional, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Bagi Martinez, kehilangan Jota menjadi momen yang sangat berat bagi seluruh skuad Portugal. Namun, di tengah duka itu, ia menegaskan bahwa semangat dan pengaruh sang pemain tetap hidup, bahkan menjadi bagian dari kekuatan tim dalam menatap Piala Dunia 2026.
Dalam keterangannya kepada media internasional, Martinez mengenang Jota sebagai figur yang memiliki arti penting di ruang ganti Portugal.
Ia menyebut, “Diogo was a symbol of unity” atau Diogo adalah simbol persatuan, yang menunjukkan betapa besar peran Jota dalam menjaga kebersamaan di dalam tim.
Tak berhenti di situ, Martinez juga mengungkapkan, bahwa sosok Jota masih sangat terasa di tengah skuad Portugal hingga saat ini. “He is our strength and our joy,” kata Martinez, yang berarti Jota adalah kekuatan sekaligus kebahagiaan bagi tim.
Karena itu, keputusan Portugal memasukkan nama Diogo Jota dalam skuad simbolis Piala Dunia 2026 bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga cara untuk memastikan bahwa semangat sang pemain tetap menyertai perjuangan Selecao das Quinas.
Di tengah perhatian publik yang tertuju pada para pemain bintang, termasuk Cristiano Ronaldo yang akan menjalani Piala Dunia keenamnya.
Portugal ingin menunjukkan bahwa ada satu nama yang tetap memiliki tempat spesial di hati tim. Diogo Jota mungkin telah pergi, tetapi semangat, kenangan, dan warisannya akan terus hidup bersama Portugal di Piala Dunia 2026.
Penulis : JP
Editor : Redaksi









