MataRakyat.Online | SEPAK BOLA Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling kelam bagi dua raksasa Italia, Juventus dan AC Milan. Klub yang selama puluhan tahun mendominasi Serie A itu kini justru harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Kegagalan tersebut sekaligus menandai perubahan besar dalam peta persaingan sepak bola Italia. Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Juventus dan AC Milan sama-sama absen dari kompetisi elite Eropa.
Kondisi ini memunculkan banyak kritik dari suporter maupun pengamat sepak bola Italia. AC Milan menjadi tim yang paling mendapat sorotan.
Rossoneri gagal finis di empat besar usai menelan kekalahan 1-2 dari Cagliari pada laga penutup Serie A. Hasil itu langsung memicu kekecewaan besar di Stadion San Siro.
Tak berselang lama, manajemen Milan mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi besar-besaran. Klub kemudian memutuskan berpisah dengan pelatih Massimiliano Allegri sebagai bagian dari proyek pembenahan tim.
Di sisi lain, Juventus juga mengalami situasi yang tidak jauh berbeda. Klub asal Turin itu tampil inkonsisten sepanjang musim dan gagal bersaing di papan atas klasemen.
Bianconeri akhirnya harus puas finis di posisi keenam, sekaligus kehilangan kesempatan tampil di Liga Champions.
Padahal, Juventus dan AC Milan selama ini dikenal sebagai simbol kejayaan sepak bola Italia. Kedua klub memiliki sejarah panjang, deretan trofi bergengsi, hingga basis suporter besar di seluruh dunia.
Namun musim ini, nama besar mereka justru tak mampu menyelamatkan performa tim di lapangan. Meski sama-sama terpuruk, rivalitas Juventus dan AC Milan tetap menjadi perhatian publik.
Pertemuan kedua tim musim ini berlangsung sengit, meski berakhir tanpa gol. Laga tersebut memperlihatkan bagaimana kedua klub masih memiliki kualitas, tetapi belum cukup stabil untuk bersaing di level tertinggi.
Di tengah keterpurukan dua tim besar itu, sejumlah klub lain justru mulai mencuri perhatian. Persaingan Serie A kini semakin terbuka dan tidak lagi sepenuhnya dikuasai klub-klub tradisional.
Kini, Juventus dan AC Milan menghadapi tantangan besar untuk bangkit. Perombakan skuad, pembenahan manajemen, hingga penentuan arah proyek baru menjadi langkah penting demi mengembalikan kejayaan mereka di sepak bola Eropa.
Penulis : JP
Editor : Redaksi









