Empat PMI Bermasalah Dipulangkan dari Arab Saudi, MADAS SEDARAH Tegaskan Peran Kemanusiaan dan Kontribusi Ekonomi
Arab Saudi | MataRakyat.Online — Empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada dalam situasi sulit di Arab Saudi akhirnya dapat kembali ke tanah air setelah melalui proses pendampingan intensif dari Dewan Pimpinan Cabang Istimewa (DPCI) MADAS SEDARAH Arab Saudi.Kamis (26/02/2026).

Upaya pemulangan ini tidak hanya sekadar administratif, tetapi juga merupakan respons kemanusiaan atas persoalan yang dihadapi para PMI, mulai dari masalah kesehatan, dugaan penipuan, hingga kehilangan dokumen penting.
Dari Krisis ke Kepulangan: Cerita di Balik Angka
Kisah ini dimulai ketika laporan dari para PMI masuk ke pengurus MADAS SEDARAH, dipimpin oleh Ketua DPCI Khairul Azam. Salah seorang pekerja, Cicih dari Bandung, mengalami sakit liver parah sehingga memerlukan perawatan medis segera yang hanya dapat diperoleh di Indonesia. Kondisi kesehatan yang semakin memburuk menjadi alasan utama percepatan pemulangan.
Negsih, PMI asal Serang, harus menghadapi tekanan emosional setelah menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum yang meminta uang hingga hampir Rp50 juta untuk “denda” yang sebenarnya tidak pernah ada secara resmi. Samina, berasal dari Madura, beberapa kali berupaya pulang namun terhambat karena kehilangan dokumen identitas, situasi yang menimbulkan tekanan mental dan rasa putus asa. Sementara Wati, dari Karawang, menghadapi kesulitan memahami prosedur kepulangan yang kompleks, sehingga memerlukan pendampingan penuh dari organisasi.
Transisi dari krisis ke proses pemulangan memerlukan koordinasi dengan otoritas setempat, pengurusan dokumen administrasi, hingga koordinasi layanan kesehatan. Tim MADAS SEDARAH terlibat secara langsung untuk memastikan semua tahapan dilalui dengan benar dan aman.
Setelah seluruh proses terpenuhi, keempat PMI tersebut dipulangkan menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kepulangan ini disambut haru oleh keluarga yang telah menunggu lama, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya dukungan bagi pekerja yang berada jauh dari rumah.

Ketua Umum MADAS SEDARAH, Moh Taufik — yang akrab disapa Bung Taufik — menegaskan bahwa organisasi hadir untuk mendampingi PMI bukan hanya dalam hal administratif, tetapi juga untuk memastikan bahwa hak-hak dasar mereka dihormati.
PMI: Sumbangsih untuk Kemanusiaan dan Ekonomi Bangsa
Bung Taufik menambahkan, Lebih dari sekadar cerita tentang kepulangan, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa PMI memiliki peran strategis bagi negara. Pekerja migran Indonesia dikenal sebagai pahlawan devisa, karena kontribusi ekonomi mereka melalui remitansi sangat signifikan bagi perekonomian nasional. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa remitansi dari pekerja migran Indonesia mencapai sekitar US$14,22 miliar per tahun, menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar setelah sektor migas.
Selain itu, laporan lain mencatat bahwa remitansi PMI pada 2024 mencapai lebih dari Rp253 triliun, angka yang terus meningkat dan menunjukkan peran ekonomi PMI yang krusial, Kontribusi tersebut tidak hanya memperkuat cadangan devisa negara, tetapi juga mendukung kesejahteraan keluarga di Indonesia dan memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal, tuturnya.
MADAS SEDARAH mengimbau kepada para PMI yang mengalami persoalan hukum, kekerasan, eksploitasi kerja, atau hambatan administratif untuk tidak ragu melapor dan meminta bantuan melalui saluran resmi organisasi maupun instansi terkait. Pemulangan empat PMI ini mencerminkan dua hal yang tak bisa dipisahkan: kebutuhan akan perlindungan nyata serta pengakuan atas peran penting PMI sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan sosial bangsa, tutupnya.
Penulis : Syahid
Editor : Herman FMBN









