Nyaris Terlantar di Arab Saudi‼️ 4 TKW Diselamatkan MADAS SEDARAH dan Dipulangkan ke Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat PMI Bermasalah Dipulangkan dari Arab Saudi, MADAS SEDARAH Tegaskan Peran Kemanusiaan dan Kontribusi Ekonomi

 

Arab Saudi | MataRakyat.Online  — Empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada dalam situasi sulit di Arab Saudi akhirnya dapat kembali ke tanah air setelah melalui proses pendampingan intensif dari Dewan Pimpinan Cabang Istimewa (DPCI) MADAS SEDARAH Arab Saudi.Kamis (26/02/2026).

 

Upaya pemulangan ini tidak hanya sekadar administratif, tetapi juga merupakan respons kemanusiaan atas persoalan yang dihadapi para PMI, mulai dari masalah kesehatan, dugaan penipuan, hingga kehilangan dokumen penting.

 

Dari Krisis ke Kepulangan: Cerita di Balik Angka

Kisah ini dimulai ketika laporan dari para PMI masuk ke pengurus MADAS SEDARAH, dipimpin oleh Ketua DPCI Khairul Azam. Salah seorang pekerja, Cicih dari Bandung, mengalami sakit liver parah sehingga memerlukan perawatan medis segera yang hanya dapat diperoleh di Indonesia. Kondisi kesehatan yang semakin memburuk menjadi alasan utama percepatan pemulangan.

Negsih, PMI asal Serang, harus menghadapi tekanan emosional setelah menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum yang meminta uang hingga hampir Rp50 juta untuk “denda” yang sebenarnya tidak pernah ada secara resmi. Samina, berasal dari Madura, beberapa kali berupaya pulang namun terhambat karena kehilangan dokumen identitas, situasi yang menimbulkan tekanan mental dan rasa putus asa. Sementara Wati, dari Karawang, menghadapi kesulitan memahami prosedur kepulangan yang kompleks, sehingga memerlukan pendampingan penuh dari organisasi.

Baca Juga :  BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi

Transisi dari krisis ke proses pemulangan memerlukan koordinasi dengan otoritas setempat, pengurusan dokumen administrasi, hingga koordinasi layanan kesehatan. Tim MADAS SEDARAH terlibat secara langsung untuk memastikan semua tahapan dilalui dengan benar dan aman.

Setelah seluruh proses terpenuhi, keempat PMI tersebut dipulangkan menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kepulangan ini disambut haru oleh keluarga yang telah menunggu lama, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya dukungan bagi pekerja yang berada jauh dari rumah.

 

Ketua Umum MADAS SEDARAH, Moh Taufik — yang akrab disapa Bung Taufik — menegaskan bahwa organisasi hadir untuk mendampingi PMI bukan hanya dalam hal administratif, tetapi juga untuk memastikan bahwa hak-hak dasar mereka dihormati.

PMI: Sumbangsih untuk Kemanusiaan dan Ekonomi Bangsa

Bung Taufik menambahkan, Lebih dari sekadar cerita tentang kepulangan, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa PMI memiliki peran strategis bagi negara. Pekerja migran Indonesia dikenal sebagai pahlawan devisa, karena kontribusi ekonomi mereka melalui remitansi sangat signifikan bagi perekonomian nasional. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa remitansi dari pekerja migran Indonesia mencapai sekitar US$14,22 miliar per tahun, menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar setelah sektor migas.

Selain itu, laporan lain mencatat bahwa remitansi PMI pada 2024 mencapai lebih dari Rp253 triliun, angka yang terus meningkat dan menunjukkan peran ekonomi PMI yang krusial, Kontribusi tersebut tidak hanya memperkuat cadangan devisa negara, tetapi juga mendukung kesejahteraan keluarga di Indonesia dan memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal, tuturnya.

Baca Juga :  PNM Masuk Ekosistem Danantara, Apa Dampaknya bagi UMKM?

MADAS SEDARAH mengimbau kepada para PMI yang mengalami persoalan hukum, kekerasan, eksploitasi kerja, atau hambatan administratif untuk tidak ragu melapor dan meminta bantuan melalui saluran resmi organisasi maupun instansi terkait. Pemulangan empat PMI ini mencerminkan dua hal yang tak bisa dipisahkan: kebutuhan akan perlindungan nyata serta pengakuan atas peran penting PMI sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan sosial bangsa, tutupnya.

Penulis : Syahid

Editor : Herman FMBN

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Kering Terbakar di Curug Kulon, Polisi dan Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas
Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa
Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot
Gerak Cepat Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Mayat Perempuan di Jalur Naga, Masyarakat Apresiasi, Satu Terduga Pelaku Diamankan
Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan
Bukan Sekadar Seremonial, FORMASI Bagikan 2.600 Masker kepada Warga Kelapa Dua
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi
Peduli Kesehatan Masyarakat, H. Wawan Sumarwan Bagikan Ribuan Masker Gratis di Jambe

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 02:34 WIB

Tumpukan Sampah Kering Terbakar di Curug Kulon, Polisi dan Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

Rabu, 23 September 2026 - 22:16 WIB

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

Jumat, 18 September 2026 - 11:04 WIB

Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot

Kamis, 17 September 2026 - 17:04 WIB

Gerak Cepat Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Mayat Perempuan di Jalur Naga, Masyarakat Apresiasi, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Selasa, 15 September 2026 - 05:24 WIB

Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB