Survei: Masyarakat Ingin Dana ZISWAF Lebih Difokuskan untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Narasumber memaparkan hasil Survei Nasional Potret dan Perilaku ZISWAF Muslim Indonesia yang menunjukkan aspirasi publik agar dana ZISWAF lebih difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Narasumber memaparkan hasil Survei Nasional Potret dan Perilaku ZISWAF Muslim Indonesia yang menunjukkan aspirasi publik agar dana ZISWAF lebih difokuskan pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

MataRakyat.Online | JAKARTA – Hasil survei terbaru mengenai pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar dana filantropi Islam tersebut dimanfaatkan secara lebih optimal untuk membantu pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

 

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa hasil survei memperlihatkan adanya aspirasi publik yang sangat kuat terhadap arah pemanfaatan dana ZISWAF.

 

“Hasil survei menunjukkan aspirasi publik yang kuat agar dana ZISWAF diarahkan untuk program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Burhanuddin Muhtadi.

 

Menurutnya, masyarakat berharap dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial sesaat, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menilai hasil survei tersebut memiliki arti penting dalam proses penyusunan kebijakan nasional terkait zakat dan wakaf.

Baca Juga :  SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung

 

“Hasil survei ini penting sebagai dasar penyusunan kebijakan zakat dan wakaf yang lebih berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” kata Waryono Abdul Ghafur.

 

Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi langkah penting agar program-program pengelolaan zakat dan wakaf dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran manfaatnya.

 

Bagi STF UIN Jakarta, temuan survei tersebut memperlihatkan bahwa masa depan filantropi Islam Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi dana yang tersedia. Lebih dari itu, diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan tata kelola kelembagaan, mempercepat transformasi digital, serta memastikan dana ZISWAF benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Dengan potensi ZISWAF yang diperkirakan mencapai Rp343 triliun per tahun, instrumen filantropi Islam ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan tepat sasaran diyakini dapat menjadikan ZISWAF sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, khususnya dalam upaya pengurangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pembangunan sosial yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa

 

“Besarnya potensi dana ZISWAF harus diimbangi dengan penguatan tata kelola, digitalisasi, dan peningkatan kepercayaan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh bangsa Indonesia,” demikian penegasan yang menjadi salah satu kesimpulan utama dari hasil kajian yang dipaparkan STF UIN Jakarta.

 

Kesimpulan 

Survei ini menunjukkan bahwa masyarakat berharap dana ZISWAF tidak hanya digunakan untuk bantuan sosial, tetapi juga untuk program pemberdayaan yang mampu mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan. Dengan potensi mencapai Rp343 triliun per tahun, ZISWAF dapat menjadi kekuatan besar dalam pembangunan bangsa apabila dikelola secara transparan, profesional, dan tepat sasaran. Kepercayaan publik, tata kelola yang baik, dan digitalisasi menjadi kunci agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.

(Pusat Informasi dan Humas LP2M UIN Jakarta/Foto: STF UIN Jakarta)

(Redaksi Mata Rakyat Online)

 

 

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!
Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom
Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa
SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung
Polsek Curug Hadir di Tengah Warga, Bhabinkamtibmas Kadu Ikuti Maulid Nabi 1448 H
Bhabinkamtibmas Sukabakti Sambangi Rumah Duka, Wujud Kepedulian Polsek Curug kepada Warga
Jempolmu Bisa Bikin Viral, Tapi Jangan Sampai Bikin Celaka! Pesan Polisi Curug untuk Pelajar
3.000 Jamaah Hadiri Haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani di Kadu Jaya, Polsek Curug Pastikan Acara Berlangsung Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Polsek Curug Hadir di Tengah Warga, Bhabinkamtibmas Kadu Ikuti Maulid Nabi 1448 H

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB