MataRakyat.Online | TANGERANG SELATAN – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan menyoroti, pentingnya moral dan etika profesi guru menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan di lingkungan sekolah yang kini tengah didalami aparat kepolisian.
Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel bersama Wali Kota telah menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk memberikan pendampingan kepada korban.
Selain itu, lanjut Pilar,kasus tersebut juga telah ditangani Polres Tangerang Selatan dan Polda Banten guna dilakukan pendalaman lebih lanjut.
“Kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh Polres Kota Tangerang Selatan dan juga Polda untuk dilakukan pendalaman. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan karena pihak kepolisian masih memanggil pihak-pihak terkait,” ujar Pilar.
Menurutnya, Pemkot Tangsel terus memantau perkembangan kasus sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan, termasuk secara psikologis.
Lebih lanjut, Pilar menegaskan, bahwa perlindungan terhadap anak dan perempuan menjadi prioritas utama Pemkot Tangsel.
Karena itu, siapapun wajib menjaga anak-anak dari tindakan yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Perlindungan terhadap anak dan perempuan itu adalah hal yang utama di Kota Tangerang Selatan. Jangan sampai anak-anak terkontaminasi hal-hal yang tidak sesuai dengan usianya,” katanya.
Di sisi lain, Pilar mengingatkan, bahwa profesi guru memiliki tanggung jawab moral dan etika yang harus dijaga. Meski meyakini setiap guru memiliki niat baik dalam mendidik siswa, ia menilai tetap ada batas profesional yang tidak boleh dilanggar.
“Saya yakin setiap guru punya tujuan yang baik kepada anak-anak didik. Tapi tentu ada batasan moral dan etika yang secara keprofesian harus dilakukan,” tegasnya.
Meski kasus tersebut terjadi di sekolah swasta tingkat SMK yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten, Pilar memastikan, persoalan perlindungan anak tetap menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel.
“Maka dari itu dinas kami terus bergandengan dengan Polres untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas,” ucapnya.
Selain penanganan kasus, lanjutnya lagi, Pemkot Tangsel juga terus memperkuat langkah pencegahan di lingkungan sekolah. Pilar menyebut setiap sekolah sejatinya telah memiliki Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan yang melibatkan guru, kepala sekolah, hingga staf sekolah.
Namun demikian, ia berharap, seluruh pihak di sekolah dapat lebih aktif saling mengawasi dan segera melaporkan apabila muncul gejala yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan terhadap anak.
“Kalau ada gejala-gejala yang mengarah kepada kekerasan terhadap anak atau pelecehan, itu harus segera dilaporkan agar bisa diantisipasi sebelum menjadi masalah yang lebih besar,” jelasnya.
Pilar pun mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu mengungkap kasus tersebut. Sementara proses penyelidikan berjalan di kepolisian, Pemkot Tangsel memastikan fokus utama saat ini adalah pemulihan dan pendampingan korban.
“Yang paling penting adalah pendampingan si anaknya,” pungkasnya.
Penulis : Jody
Editor : Redaksi









