TANGSEL|MataRakyat.Online — Pekan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2026 resmi dibuka dengan melibatkan 60 perajin yang mewakili 54 kelurahan di tujuh kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung dari 24 sampai 25 Juni 2026 ini menjadi wadah untuk mempromosikan produk unggulan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus memperkuat pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di Kota Tangerang Selatan.
Ketua Dekranasda Kota Tangsel, Truetami Ajeng Pilar menyampaikan, apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Banten beserta seluruh tamu undangan yang hadir dalam pembukaan Pekan Dekranasda 2026.
Menurutnya, kehadiran para tamu menjadi dukungan sekaligus penyemangat bagi panitia dan para perajin.
Lebih lanjut, Ajeng menjelaskan, bahwa Pekan Dekranasda bertujuan membina, mengembangkan, dan melestarikan kerajinan berbasis kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, lanjut Ajeng, Dekranasda juga berupaya meningkatkan daya saing produk kerajinan di pasar lokal, nasional, hingga internasional, mendorong lahirnya wirausaha baru, serta memperkuat peran Dekranasda sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha.
“Tahun ini, peserta Pekan Dekranasda berasal dari 54 kelurahan di tujuh kecamatan yang kami kolaborasikan ke dalam 10 booth pameran. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK,” ujar Ajeng, Jumat 24 Juni 2026.
Selama penyelenggaraan, Ajeng menjelaskan, pengunjung dapat mengikuti pameran produk unggulan ekonomi kreatif, workshop kerajinan, talkshow, pelatihan, hingga program pembinaan dan pendampingan bagi para pelaku usaha.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif.
“Kami ingin menghadirkan Pekan Dekranasda bukan hanya sebagai ajang berjualan, tetapi juga sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kapasitas para pelaku usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Pekan Dekranasda selama empat tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian UMKM dan para perajin di Kota Tangsel.
“Harapan kami, manfaat tersebut dapat terus dirasakan dan semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang,” ucapnya.
Selain itu, Ajeng mengapresiasi, kehadiran Ketua Dekranasda Provinsi Banten, para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Banten, serta Direktur Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif yang untuk pertama kalinya menghadiri Pekan Dekranasda Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Tangsel.
Usai pembukaan, Ajeng mengungkapkan, antusiasme para perajin tetap tinggi seperti pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan penjualan produk dan pendapatan para pelaku usaha.
“Baik tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya, para perajin sangat antusias. Biasanya mereka juga meraup keuntungan yang cukup besar selama pelaksanaan Pekan Dekranasda,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni mengapresiasi, penyelenggaraan Pekan Dekranasda Kota Tangsel sebagai wadah yang mempertemukan promosi, kolaborasi, dan apresiasi bagi para perajin serta pelaku UMKM kreatif.
Ia menegaskan, produk kerajinan Banten harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas, desain, dan kemasan. Namun demikian, identitas budaya dan kearifan lokal tetap harus menjadi kekuatan utama yang dipertahankan.
“Saya berharap kegiatan ini dapat memperluas jejaring pemasaran, membuka peluang kerja sama, serta melahirkan pengrajin-pengrajin muda yang kreatif, inovatif, dan mampu membawa produk kerajinan Banten menembus pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.
Lebih jauh, Tinawati menilai, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci dalam memperkuat pembinaan para perajin.
Oleh karena itu, ia mendorong Dekranasda Kota Tangerang Selatan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi agar kebutuhan pelaku usaha dapat diakomodasi melalui program pembinaan yang tepat.
“Yang paling penting adalah pemerintah hadir di tengah-tengah para pengrajin. Mereka membutuhkan kurasi, pelatihan, pembinaan, hingga perluasan jejaring pemasaran. Itu yang harus terus kita dorong bersama,” tegasnya.
Di sisi lain, Tinawati menilai, Tangsel memiliki potensi pasar yang besar meski menghadapi persaingan ketat dengan produk dari berbagai daerah.
Karena itu, kondisi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk unggulan lokal.
“Justru ini harus menjadi pemicu semangat kita untuk terus meningkatkan kualitas produk unggulan lokal. Kolaborasi seperti ini sangat baik karena mampu mempertemukan para pengrajin dengan masyarakat secara langsung. Saya juga sangat mengapresiasi ide-ide Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan yang luar biasa dalam memajukan UMKM,” katanya.
Sebagai penutup, Tinawati mengatakan pengalaman mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Dekranas di Sulawesi Selatan memberikan banyak pembelajaran mengenai pengembangan produk kerajinan dari berbagai daerah.
“Hampir semua daerah memiliki produk unggulan yang serupa. Yang membedakan adalah keunikan dan inovasinya. Karena itu, kita harus menerapkan prinsip ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi, agar produk kerajinan Banten semakin berdaya saing,” tutupnya.
Penulis : JP
Editor : REDAKSI









