Pengusaha Tempe Rumahan di Curug Menjerit, Harga Kedelai Melonjak Tajam

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Lonjakan harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir membuat para pengusaha tempe rumahan di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan semakin beratnya biaya produksi.

Kenaikan harga bahan baku utama tersebut dinilai mengancam keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Salah satu pelaku usaha tempe rumahan yang terdampak adalah Cavid, warga Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug. Ia mengaku kenaikan harga kedelai saat ini sangat mempengaruhi operasional usahanya.

“Biasanya harga kedelai sekitar Rp9.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp11.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Kenaikan ini sangat memberatkan karena biaya produksi meningkat, sementara daya beli masyarakat menurun,” ujar Cavid saat ditemui di lokasi usahanya.

Baca Juga :  Aliansi Media dan Lembaga Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Mark Up Proyek Pohon Bambu Cisoka dan Titik 0 KM Tigaraksa

Menurutnya, para pengusaha tempe skala kecil berada dalam posisi sulit. Jika harga jual tempe dinaikkan, dikhawatirkan konsumen akan berkurang. Namun jika harga tetap dipertahankan, keuntungan yang diperoleh semakin tipis bahkan berpotensi merugi. Kamis. (11/6/2026).

Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kecil berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kedelai dan bahan kebutuhan pokok lainnya yang menjadi penopang usaha masyarakat.

Baca Juga :  Prabowo Bongkar Kebocoran Negara Rp15.840 Triliun Akibat Under-Invoicing, Bea Cukai Terancam Dirombak Total

“Kami berharap pemerintah sigap mengatasi persoalan harga-harga bahan pokok yang setiap hari digunakan masyarakat kecil. Kami ini pengusaha tempe rumahan. Ketika harga kedelai terus naik, kami terancam tidak bisa berproduksi lagi,” ungkapnya.

Para pelaku usaha berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah agar pasokan kedelai tetap terjaga dan harga dapat kembali stabil.

Dengan demikian, usaha mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dapat terus bertahan di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat.

Berita Terkait

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif
Dimsum by Bilsfood Tangerang Curi Perhatian di Festival Cisadane 2026, UMKM Kecamatan Tangerang Kebanjiran Pembeli
Festival Kuliner Nusantara 2026 di Pamulang Square Jadi Magnet Warga Tangsel, Angkat Kejayaan Pangan Lokal
Uji Coba Pupuk Singapura Berhasil, Panen Bawang di Tangsel Bikin Kagum
Kemendag Sahkan Aturan Baru Ekosistem Digital: Lindungi Produk Lokal dan Hentikan “Biaya Siluman” di Platform Digital
Prabowo Bongkar Kebocoran Negara Rp15.840 Triliun Akibat Under-Invoicing, Bea Cukai Terancam Dirombak Total
PNM Masuk Ekosistem Danantara, Apa Dampaknya bagi UMKM?

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:48 WIB

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:06 WIB

Dimsum by Bilsfood Tangerang Curi Perhatian di Festival Cisadane 2026, UMKM Kecamatan Tangerang Kebanjiran Pembeli

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:07 WIB

Festival Kuliner Nusantara 2026 di Pamulang Square Jadi Magnet Warga Tangsel, Angkat Kejayaan Pangan Lokal

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:49 WIB

Pengusaha Tempe Rumahan di Curug Menjerit, Harga Kedelai Melonjak Tajam

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB