Jakarta | MataRakyat.Online – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru resmi dilantik menegaskan komitmennya menerapkan zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga praktik “hengki-pengki” dan “copet-copetan” dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut menggunakan anggaran besar yang berasal dari rakyat sehingga harus dikelola secara transparan, profesional, dan akuntabel.
“Tidak ada ruang untuk korupsi, hengki-pengki maupun copet-copetan di Badan Gizi Nasional. Semua harus transparan,” tegasnya.
Tata Kelola Diubah Menjadi Serba Digital
Kepala BGN mengakui masih terdapat persoalan tata kelola yang harus dibenahi. Karena itu, seluruh proses administrasi akan diarahkan menuju sistem digital agar setiap keputusan memiliki rekam jejak yang jelas.
Ia menegaskan tidak boleh lagi ada pembahasan pekerjaan secara tertutup ataupun melalui jalur informal.
“Yang manual kita dorong menjadi digital. Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi. Semua harus terang benderang.”
Tidak Ada Perlakuan Khusus
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan keluarga, sahabat, alumni maupun pihak yang mengaku dekat dengannya agar tidak menawarkan bantuan dengan mengatasnamakan dirinya.
Ia memastikan seluruh proses kerja dilakukan berdasarkan mekanisme dan sistem, bukan kedekatan pribadi.
“Jangan berharap ada perlakuan khusus meski mengenal saya. Semua harus melalui mekanisme.”
Program Bukan Sekadar Membagikan Makanan
Ia menekankan Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia benar-benar terpenuhi.
Menurutnya, peningkatan kualitas gizi akan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.
Dorong Ekonomi Desa
Dengan latar belakang sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian, ia optimistis MBG akan menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Hasil produksi petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha lokal diharapkan terserap sehingga mengurangi kelebihan pasokan komoditas di berbagai daerah.
“Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar akan berputar di desa-desa dan memberi manfaat bagi petani, peternak, nelayan serta masyarakat.”
Ajak Publik Ikut Mengawasi
Menutup pernyataannya, Kepala BGN mengajak masyarakat, media massa, dan seluruh pemangku kepentingan ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan maupun memberikan masukan demi perbaikan program.
“Kami bukan superman. Kami membutuhkan pengawasan dan masukan dari masyarakat agar program ini benar-benar bersih, amanah, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.”
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









