Kepala BGN Baru Tegaskan Zero Tolerance Korupsi: Program Makan Bergizi Gratis Harus Bersih dan Transparan

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menegaskan komitmen zero tolerance terhadap korupsi dan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berbasis sistem digital.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menegaskan komitmen zero tolerance terhadap korupsi dan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berbasis sistem digital.

Jakarta | MataRakyat.Online – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru resmi dilantik menegaskan komitmennya menerapkan zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga praktik “hengki-pengki” dan “copet-copetan” dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut menggunakan anggaran besar yang berasal dari rakyat sehingga harus dikelola secara transparan, profesional, dan akuntabel.

“Tidak ada ruang untuk korupsi, hengki-pengki maupun copet-copetan di Badan Gizi Nasional. Semua harus transparan,” tegasnya.

Tata Kelola Diubah Menjadi Serba Digital

Kepala BGN mengakui masih terdapat persoalan tata kelola yang harus dibenahi. Karena itu, seluruh proses administrasi akan diarahkan menuju sistem digital agar setiap keputusan memiliki rekam jejak yang jelas.

Ia menegaskan tidak boleh lagi ada pembahasan pekerjaan secara tertutup ataupun melalui jalur informal.

“Yang manual kita dorong menjadi digital. Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi. Semua harus terang benderang.”

Tidak Ada Perlakuan Khusus

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan keluarga, sahabat, alumni maupun pihak yang mengaku dekat dengannya agar tidak menawarkan bantuan dengan mengatasnamakan dirinya.

Baca Juga :  Dilaporkan Diduga Menghina Profesi Wartawan, Kasus Hotman Paris Kembali Sorot Pentingnya Perlindungan Pers

Ia memastikan seluruh proses kerja dilakukan berdasarkan mekanisme dan sistem, bukan kedekatan pribadi.

“Jangan berharap ada perlakuan khusus meski mengenal saya. Semua harus melalui mekanisme.”

Program Bukan Sekadar Membagikan Makanan

Ia menekankan Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia benar-benar terpenuhi.

Menurutnya, peningkatan kualitas gizi akan berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.

Dorong Ekonomi Desa

Dengan latar belakang sebagai mantan Wakil Menteri Pertanian, ia optimistis MBG akan menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Baca Juga :  Putusan KIP Ijazah Jokowi: UGM Diwajibkan Buka Dokumen Akademik, Alasannya Ditolak!

Hasil produksi petani, peternak, nelayan, hingga pelaku usaha lokal diharapkan terserap sehingga mengurangi kelebihan pasokan komoditas di berbagai daerah.

“Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar akan berputar di desa-desa dan memberi manfaat bagi petani, peternak, nelayan serta masyarakat.”

Ajak Publik Ikut Mengawasi

Menutup pernyataannya, Kepala BGN mengajak masyarakat, media massa, dan seluruh pemangku kepentingan ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan maupun memberikan masukan demi perbaikan program.

“Kami bukan superman. Kami membutuhkan pengawasan dan masukan dari masyarakat agar program ini benar-benar bersih, amanah, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.”

 

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar
Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket, Prabowo Siapkan Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bansos dan Program MBG
Dilaporkan Diduga Menghina Profesi Wartawan, Kasus Hotman Paris Kembali Sorot Pentingnya Perlindungan Pers
Wamentan Sudaryono Jelaskan Alokasi Dana Efisiensi Rp308 Triliun: MBG Dinilai Bukan Penyebab Kas Negara Tekor
Kepala Desa Masuk Kampus, Tito Karnavian Perkuat SDM Desa untuk Tekan Urbanisasi dan Dongkrak Ekonomi
Indonesia Ukir Sejarah! Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Impor Solar Dihentikan dan Devisa Negara Hemat Rp170 Triliun
26 Kesepakatan RI–Singapura Diteken Sekaligus, Apa yang Sebenarnya Sedang Disiapkan Prabowo untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia?
PHK Tokopedia Kian Memanas! Said Iqbal Tantang TikTok Buka Pintu: “Kalau Ditolak, Saya Berdiri di Depan Demi Bela Buruh”

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:13 WIB

Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:50 WIB

Kepala BGN Baru Tegaskan Zero Tolerance Korupsi: Program Makan Bergizi Gratis Harus Bersih dan Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:46 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket, Prabowo Siapkan Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bansos dan Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:44 WIB

Dilaporkan Diduga Menghina Profesi Wartawan, Kasus Hotman Paris Kembali Sorot Pentingnya Perlindungan Pers

Senin, 20 Juli 2026 - 15:09 WIB

Wamentan Sudaryono Jelaskan Alokasi Dana Efisiensi Rp308 Triliun: MBG Dinilai Bukan Penyebab Kas Negara Tekor

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB