Indonesia Ukir Sejarah! Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Impor Solar Dihentikan dan Devisa Negara Hemat Rp170 Triliun

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan program mandatori Biodiesel B50 sebagai langkah menuju kemandirian energi nasional, menghentikan impor solar, dan menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun.

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan program mandatori Biodiesel B50 sebagai langkah menuju kemandirian energi nasional, menghentikan impor solar, dan menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun.

Karawang | MataRakyat.Online – Indonesia resmi mencatat sejarah baru di sektor energi. Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan program mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kewajiban penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (FAME) dan 50 persen solar.

 

Peluncuran B50 menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit dalam negeri.

 

Prabowo: Jangan Berhenti di B50, Kalau Bisa Menuju B60

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa program B50 merupakan bukti Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam dan teknologi untuk kepentingan rakyat.

“Dengan diluncurkannya program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatory Biodiesel B50.”»

Prabowo juga mengungkapkan bahwa sejak sebelum dilantik sebagai Presiden, dirinya telah mendorong percepatan kemandirian energi nasional.

“Sejak saya belum dilantik, saya terus mendorong tim saya untuk mencapai kemandirian energi. B40 saja tidak cukup, bahkan saya mendorong ke arah B100. Tetapi para menteri meyakinkan saya bahwa dengan B50 saja kita sudah tidak perlu impor solar lagi.”

Presiden bahkan memberikan tantangan kepada jajaran pemerintah dan Pertamina agar inovasi energi terus dilanjutkan.

«”Jangan berhenti di B50. Kalau bisa, menuju B60.”

 

Menteri ESDM: Pertama Kalinya Indonesia Tidak Lagi Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan konsumsi solar nasional mencapai sekitar 38–40 juta kiloliter per tahun. Sebelum B50 diterapkan, Indonesia masih mengimpor sekitar 3–4 juta kiloliter solar setiap tahunnya.

“Dengan implementasi B50, maka Alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Ini adalah pertama kali.”

 

Baca Juga :  Polres Tangsel Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin 2025 Jelang Natal dan Tahun Baru

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang sangat besar.

“Dengan implementasi B50, kita mampu menahan devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun.”

 

Hemat Devisa dan Perkuat Ekonomi Nasional

Pemerintah memperkirakan implementasi penuh B50 mampu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun per tahun yang sebelumnya digunakan untuk impor solar. Selain itu, kebijakan ini diproyeksikan meningkatkan konsumsi minyak sawit domestik menjadi sekitar 16,3–17 juta ton, naik dari sekitar 15,2 juta ton pada skema B40.

Peningkatan kebutuhan biodiesel tersebut diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, antara lain:

  • Mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
  • Memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Meningkatkan permintaan crude palm oil (CPO) dalam negeri.
  • Mendorong hilirisasi industri sawit.Menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.
  • Membuka lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan dan industri pengolahan sawit.
  • Mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan bahan bakar nabati.
Baca Juga :  Dari Pajak Naik 250% hingga OTT KPK: Lengkap Sudewo Digulung Skandal

 

Masa Transisi Dua Bulan

Dalam implementasinya, pemerintah memberikan masa transisi sekitar dua bulan bagi badan usaha penyedia BBM untuk menghabiskan stok Biodiesel B40 sebelum seluruh distribusi beralih ke B50.

Bahlil menyebut proses tersebut dilakukan agar distribusi energi tetap berjalan lancar tanpa mengganggu pasokan kepada masyarakat maupun sektor industri.

 

Langkah Strategis Menuju Swasembada Energi

Peluncuran Biodiesel B50 menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat swasembada energi nasional. Dengan memanfaatkan potensi kelapa sawit sebagai bahan baku energi terbarukan, Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor BBM, tetapi juga memperkuat posisi sebagai produsen biodiesel terbesar di dunia.

Program ini diharapkan menjadi fondasi menuju pengembangan biodiesel dengan kadar campuran yang lebih tinggi di masa depan, sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan ketahanan energi, meningkatkan kesejahteraan petani sawit, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa
SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung
Pilar Saga Apresiasi KH Sobron Zayyan, Tokoh Keagamaan Tangsel Raih Anugerah Inspiratif
Musrenbang Desa Kadu Bahas Arah Pembangunan 2027–2028, Polsek Curug Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif
Pembangunan DSDABMBK di Bintaro Sektor 3A Diduga Berkaitan dengan Kecelakaan Tunggal
Musrenbang Desa Curug Wetan Bahas RKP 2027, Bhabinkamtibmas Polsek Curug Kawal Aspirasi Warga
GMPK Banten Tancap Gas! Bukan Organisasi Seremonial, Perangi Korupsi dengan Data dan Fakta
Langkah Dini Lindungi Warga, Sachrudin dan DPUPR Terus Bergerak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pilar Saga Apresiasi KH Sobron Zayyan, Tokoh Keagamaan Tangsel Raih Anugerah Inspiratif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Musrenbang Desa Kadu Bahas Arah Pembangunan 2027–2028, Polsek Curug Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Pembangunan DSDABMBK di Bintaro Sektor 3A Diduga Berkaitan dengan Kecelakaan Tunggal

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB