PHK Tokopedia Kian Memanas! Said Iqbal Tantang TikTok Buka Pintu: “Kalau Ditolak, Saya Berdiri di Depan Demi Bela Buruh”

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik dugaan PHK Tokopedia memanas. Said Iqbal menyatakan siap mendatangi kantor TikTok dan menuntut transparansi serta perlindungan hak-hak pekerja.

Polemik dugaan PHK Tokopedia memanas. Said Iqbal menyatakan siap mendatangi kantor TikTok dan menuntut transparansi serta perlindungan hak-hak pekerja.

MataRakyat.Online | JAKARTA – Polemik dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) di lingkungan Tokopedia pasca restrukturisasi organisasi memasuki babak baru. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan akan mendatangi kantor TikTok/ByteDance di Jakarta pada Selasa (7/7/2026) untuk meminta penjelasan langsung terkait nasib para pekerja.

Said menegaskan dirinya tetap akan datang meskipun tidak memperoleh undangan resmi dari pihak perusahaan.

 “Besok saya mau ke TikTok. Saya enggak peduli diundang atau tidak diundang, saya datang.”

Bahkan, ia menyampaikan pernyataan yang kemudian menjadi sorotan publik.

 “Kalau enggak dibukain pintu, ya saya berdiri di depan pintu TikTok. Yang penting negara harus hadir membela pekerja yang di-PHK.”

Serikat Buruh Pertanyakan Dugaan PHK Massal

Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh menyebut sekitar 1.250 pekerja Tokopedia terdampak restrukturisasi setelah perusahaan berada di bawah kendali TikTok melalui ByteDance.

Menurut Said Iqbal, perusahaan wajib memastikan seluruh hak normatif pekerja dipenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia mempertanyakan apakah para pekerja telah memperoleh:

  • Pesangon;
  • Uang penghargaan masa kerja;
  • Penggantian hak;
  • Kepastian status hubungan kerja;
  • Perlindungan terhadap masa depan pekerja.

Said juga menilai perusahaan tidak boleh hanya mengejar efisiensi bisnis tanpa memperhatikan aspek keadilan sosial bagi para pekerja.

 “Bisnis harus untung, tetapi jangan mengorbankan anak bangsa yang telah membangun perusahaan selama bertahun-tahun.”

TikTok Bantah Terjadi PHK Massal

Di sisi lain, manajemen Tokopedia membantah tudingan adanya PHK massal.

Baca Juga :  Bidang Kemetrologian Gelar Kaji Ulang Manajemen untuk Tingkatkan Profesionalisme Layanan

Presiden Direktur Tokopedia, Stephanie Susilo, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang menjalankan proses internal mobility atau penataan organisasi, bukan melakukan PHK sebagaimana yang ramai diberitakan. Menurut Stephanie:

 “Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group.”

Ia menjelaskan sebagian pekerja memilih menerima paket kompensasi secara sukarela, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke unit usaha lain dalam ekosistem TikTok Group.

Selain itu, perusahaan juga mengaku masih membuka lebih dari 100 posisi pekerjaan baru di Indonesia sebagai bagian dari kebutuhan organisasi pascarestrukturisasi.

DPR Ikut Memfasilitasi Klarifikasi

Persoalan tersebut turut mendapat perhatian DPR RI. Sufmi Dasco Ahmad memfasilitasi pertemuan antara pihak TikTok-Tokopedia dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan itu, pihak perusahaan menyampaikan bahwa jumlah pekerja yang terdampak tidak mencapai angka 1.250 sebagaimana beredar di publik. Perusahaan mengklaim jumlahnya jauh lebih kecil dan sebagian merupakan pekerja yang memilih skema kompensasi secara sukarela.

Pemerintah Diminta Hadir Mengawal Hak Buruh

Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal menegaskan negara tidak boleh bersikap pasif terhadap persoalan ketenagakerjaan, terlebih ketika melibatkan perusahaan digital berskala global.

Baca Juga :  Kunjungan Bappenas dan Ditjenpas Bahas Strategi Penanganan Overcrowding

Ia menilai perusahaan yang beroperasi di Indonesia wajib mematuhi:

  • Undang-Undang Ketenagakerjaan;
  • Peraturan mengenai hak-hak pekerja;
  • Prinsip hubungan industrial yang adil;
  • Komitmen perlindungan tenaga kerja dalam praktik bisnis digital.

Menurutnya, investasi asing tetap harus dihormati, namun tidak boleh mengabaikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia.

 

Perspektif Mata Rakyat Online

Terlepas dari perbedaan klaim antara serikat buruh dan manajemen perusahaan, polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi komunikasi dalam proses restrukturisasi perusahaan digital.

Jika memang tidak terjadi PHK sebagaimana diklaim perusahaan, maka penjelasan yang terbuka disertai data yang dapat diverifikasi menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi publik. Sebaliknya, apabila terdapat pekerja yang benar-benar kehilangan pekerjaan, maka pemenuhan hak-hak normatif sesuai ketentuan hukum merupakan kewajiban yang tidak dapat diabaikan.

Dialog yang terbuka antara perusahaan, pekerja, pemerintah, dan DPR menjadi jalan yang lebih konstruktif dibanding membiarkan polemik berkembang tanpa kepastian.

Kesimpulan

Rencana aksi Said Iqbal mendatangi kantor TikTok bukan sekadar simbol protes, melainkan bentuk tuntutan agar perusahaan memberikan kepastian mengenai status para pekerja yang terdampak restrukturisasi. Sementara itu, TikTok-Tokopedia tetap bersikukuh bahwa proses yang berlangsung merupakan penataan organisasi, bukan PHK massal. Publik kini menunggu hasil dialog serta klarifikasi resmi yang dapat menjawab perbedaan informasi tersebut secara transparan dan akuntabel.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa
Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot
Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi
Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia; Pemerintah Bergerak Tangani Darurat
Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar
Kepala BGN Baru Tegaskan Zero Tolerance Korupsi: Program Makan Bergizi Gratis Harus Bersih dan Transparan
Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket, Prabowo Siapkan Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bansos dan Program MBG

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:16 WIB

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

Jumat, 18 September 2026 - 11:04 WIB

Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot

Selasa, 15 September 2026 - 05:24 WIB

Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2026 - 16:12 WIB

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia; Pemerintah Bergerak Tangani Darurat

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB