Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 Persen, Purbaya Yudhi Sadewa: Tanda Keluar dari “Kutukan 5 Persen”

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | MataRakyat.Online – Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan akselerasi yang signifikan setelah mencatat pertumbuhan 5,61 persen (year-on-year) pada Triwulan I-2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari tren stagnasi pertumbuhan di kisaran 5 persen yang selama ini kerap disebut sebagai “kutukan pertumbuhan”.

“Kita sudah bisa terlepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan 5 persen. Pertumbuhan kita sudah mencapai 5,61 persen dan ini lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya”, ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5).

 

Reformasi Mulai Terasa Dampaknya

Menurut Purbaya, peningkatan pertumbuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari berbagai reformasi ekonomi yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan pasar domestik dan daya saing global.

 “Kita harus pastikan domestiknya tumbuh dengan bagus dan perusahaan yang berorientasi ekspor tetap kita dukung agar kompetitif di pasar global,” jelasnya.

 

Baca Juga :  Dari Pajak Naik 250% hingga OTT KPK: Lengkap Sudewo Digulung Skandal

Bantah Narasi Krisis dan Resesi

Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi krisis ekonomi, Purbaya menegaskan bahwa kondisi saat ini justru menunjukkan fase ekspansi, bukan kontraksi.

Ia bahkan menilai narasi yang membandingkan kondisi saat ini dengan krisis seperti Krisis Moneter Asia 1997–1998 sebagai tidak tepat.

“Kalau resesi itu pertumbuhan negatif. Sekarang kita masih ekspansi, bahkan akselerasi. Jadi narasi menuju krisis itu tidak tepat,” tegasnya.

 

Strategi Jaga Momentum Pertumbuhan

Untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain:

  • Mendorong konsumsi domestik
  • Memperkuat sektor industri dan manufaktur
  • Memberikan insentif kendaraan listrik
  • Menyediakan pembiayaan murah bagi pelaku usaha.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan peran sektor swasta yang menyumbang sekitar 90 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional.

 “Ekonomi tidak hanya didorong oleh pemerintah, tapi juga oleh private sector. Kita akan hidupkan sektor swasta,” ujar Purbaya.

 

Baca Juga :  Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Dari sisi fundamental, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang solid:

  • Inflasi terkendali di kisaran 2,4 persen
  • Konsumsi rumah tangga tumbuh di atas 5 persen
  • Investasi mendekati 6 persen

 

Kondisi ini memperkuat optimisme pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ke level yang lebih tinggi.

“Kita akan dorong terus supaya pertumbuhan bisa menuju 6 persen secara bertahap,” pungkasnya.

 

Kesimpulan

Pertumbuhan 5,61 persen bukan sekadar angka, tetapi sinyal bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak naik ke fase akselerasi. Namun, tantangan tetap ada terutama menjaga konsistensi kebijakan, memperkuat sektor riil, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan merata oleh masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, target menuju pertumbuhan 6 persen bukan hal yang mustahil, tetapi tetap membutuhkan strategi yang disiplin dan berkelanjutan.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa
Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot
Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi
Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia; Pemerintah Bergerak Tangani Darurat
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif
Dimsum by Bilsfood Tangerang Curi Perhatian di Festival Cisadane 2026, UMKM Kecamatan Tangerang Kebanjiran Pembeli

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:16 WIB

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

Jumat, 18 September 2026 - 11:04 WIB

Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot

Selasa, 15 September 2026 - 05:24 WIB

Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2026 - 16:12 WIB

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia; Pemerintah Bergerak Tangani Darurat

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB