JAKARTA | MataRakyat.Online – Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan akselerasi yang signifikan setelah mencatat pertumbuhan 5,61 persen (year-on-year) pada Triwulan I-2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia mulai keluar dari tren stagnasi pertumbuhan di kisaran 5 persen yang selama ini kerap disebut sebagai “kutukan pertumbuhan”.
“Kita sudah bisa terlepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan 5 persen. Pertumbuhan kita sudah mencapai 5,61 persen dan ini lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya”, ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5).
Reformasi Mulai Terasa Dampaknya
Menurut Purbaya, peningkatan pertumbuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari berbagai reformasi ekonomi yang telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan pasar domestik dan daya saing global.
“Kita harus pastikan domestiknya tumbuh dengan bagus dan perusahaan yang berorientasi ekspor tetap kita dukung agar kompetitif di pasar global,” jelasnya.
Bantah Narasi Krisis dan Resesi
Menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi krisis ekonomi, Purbaya menegaskan bahwa kondisi saat ini justru menunjukkan fase ekspansi, bukan kontraksi.
Ia bahkan menilai narasi yang membandingkan kondisi saat ini dengan krisis seperti Krisis Moneter Asia 1997–1998 sebagai tidak tepat.
“Kalau resesi itu pertumbuhan negatif. Sekarang kita masih ekspansi, bahkan akselerasi. Jadi narasi menuju krisis itu tidak tepat,” tegasnya.
Strategi Jaga Momentum Pertumbuhan
Untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain:
- Mendorong konsumsi domestik
- Memperkuat sektor industri dan manufaktur
- Memberikan insentif kendaraan listrik
- Menyediakan pembiayaan murah bagi pelaku usaha.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan peran sektor swasta yang menyumbang sekitar 90 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional.
“Ekonomi tidak hanya didorong oleh pemerintah, tapi juga oleh private sector. Kita akan hidupkan sektor swasta,” ujar Purbaya.
Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Dari sisi fundamental, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang solid:
- Inflasi terkendali di kisaran 2,4 persen
- Konsumsi rumah tangga tumbuh di atas 5 persen
- Investasi mendekati 6 persen
Kondisi ini memperkuat optimisme pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ke level yang lebih tinggi.
“Kita akan dorong terus supaya pertumbuhan bisa menuju 6 persen secara bertahap,” pungkasnya.
Kesimpulan
Pertumbuhan 5,61 persen bukan sekadar angka, tetapi sinyal bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak naik ke fase akselerasi. Namun, tantangan tetap ada terutama menjaga konsistensi kebijakan, memperkuat sektor riil, dan memastikan manfaat pertumbuhan dirasakan merata oleh masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, target menuju pertumbuhan 6 persen bukan hal yang mustahil, tetapi tetap membutuhkan strategi yang disiplin dan berkelanjutan.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









