Celah Korupsi Program MBG Mulai Terkuak, Dudung Soroti Jual-Beli Dapur hingga Insentif “Siluman”

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | MataRakyat.Online – Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, mengungkap adanya celah serius yang berpotensi memicu praktik korupsi dalam program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu temuan awal yang mencuat adalah dugaan praktik jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Praktik ini dinilai menyimpang karena mengubah program pelayanan publik menjadi komoditas yang diperjualbelikan.

“Banyak celahnya. Salah satunya ada jual-beli titik. Nanti akan saya lihat langsung,” ujar Dudung di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Tak hanya itu, Dudung juga menyoroti dugaan kejanggalan lain yang tak kalah serius: dapur MBG yang telah dihentikan operasionalnya justru masih menerima insentif dalam jumlah besar.

Merujuk data dari Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, tercatat sebanyak 1.720 SPPG disetop sementara, namun tetap mendapatkan aliran dana hingga Rp6 juta per hari. Jika kondisi ini benar terjadi secara masif, potensi kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Sudah di-suspend tapi insentif masih berjalan. Bahkan investornya masih menerima. Ini yang akan saya cek langsung,” tegas Dudung.

 

Baca Juga :  Prabowo tegaskan stabilitas dan kepastian hukum di U.S. Chamber of Commerce

Bukan Sekadar Korupsi, Tapi Ancaman Kesehatan Publik

Lebih jauh, Dudung juga membuka kemungkinan adanya persoalan pada kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat, termasuk risiko keracunan akibat standar pengelolaan yang tidak terjaga.

Hal ini menunjukkan bahwa persoalan MBG tidak hanya berhenti pada dugaan korupsi, tetapi juga berpotensi menyentuh aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan yang menjadi sasaran program.

 

Instruksi Presiden dan Potensi Bongkar Praktik Kotor

Dudung menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi program prioritas nasional, termasuk MBG dan Koperasi Merah Putih.

Ia memastikan akan turun langsung ke lapangan dan tidak segan membuka temuan ke publik.

“ Kalau saya temukan, akan saya buka. Siapa pelakunya, siapa yang tidak benar. Ini uang rakyat, rakyat harus tahu,” tegasnya.

 

Baca Juga :  Purbaya: Perbankan Jerman Lebih Syariah dari Indonesia, Tamparan untuk Negeri Muslim Terbesar

Alarm Keras Tata Kelola Program Nasional

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa program besar dengan anggaran jumbo tetap rentan disusupi praktik korupsi jika tidak dibarengi sistem pengawasan yang kuat.

Indikasi seperti:

  • Jual-beli, akses program
  • Insentif tanpa aktivitas nyata
  • Lemahnya kontrol kualitas.

Menunjukkan adanya celah sistemik yang harus segera dibenahi.

Kesimpulan

Kasus dugaan penyimpangan dalam program MBG menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau niat baik, tetapi dari ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaannya. Pengawasan yang kuat, keterlibatan publik, serta komitmen penegakan hukum menjadi kunci agar setiap rupiah uang rakyat benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat.

 

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar
Kepala BGN Baru Tegaskan Zero Tolerance Korupsi: Program Makan Bergizi Gratis Harus Bersih dan Transparan
Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket, Prabowo Siapkan Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bansos dan Program MBG
Dilaporkan Diduga Menghina Profesi Wartawan, Kasus Hotman Paris Kembali Sorot Pentingnya Perlindungan Pers
Wamentan Sudaryono Jelaskan Alokasi Dana Efisiensi Rp308 Triliun: MBG Dinilai Bukan Penyebab Kas Negara Tekor
Kepala Desa Masuk Kampus, Tito Karnavian Perkuat SDM Desa untuk Tekan Urbanisasi dan Dongkrak Ekonomi
Indonesia Ukir Sejarah! Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Impor Solar Dihentikan dan Devisa Negara Hemat Rp170 Triliun
26 Kesepakatan RI–Singapura Diteken Sekaligus, Apa yang Sebenarnya Sedang Disiapkan Prabowo untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia?

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:13 WIB

Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:50 WIB

Kepala BGN Baru Tegaskan Zero Tolerance Korupsi: Program Makan Bergizi Gratis Harus Bersih dan Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:46 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Bukan Supermarket, Prabowo Siapkan Jadi Ujung Tombak Penyaluran Bansos dan Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:44 WIB

Dilaporkan Diduga Menghina Profesi Wartawan, Kasus Hotman Paris Kembali Sorot Pentingnya Perlindungan Pers

Senin, 20 Juli 2026 - 15:09 WIB

Wamentan Sudaryono Jelaskan Alokasi Dana Efisiensi Rp308 Triliun: MBG Dinilai Bukan Penyebab Kas Negara Tekor

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB