TANGERANG | MataRakyat.Oinline – Angin segar berembus bagi ribuan keluarga di Kota Tangerang menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H. Di tengah kesibukan warga mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang hadir membawa kabar baik melalui penyaluran Bantuan Sosial Uang (BSU) 2026 Tahap Pertama.
Bukan sekadar angka di atas kertas, bantuan ini merupakan napas lega bagi 2.924 warga yang tersebar di 13 kecamatan. Mereka adalah wajah-wajah yang selama ini berjuang di garis kerentanan ekonomi—mulai dari lansia yang hidup sendiri hingga anak-anak yatim yang menatap masa depan dengan penuh harap.

Kehadiran di Tengah Rakyat: Catatan dari Pinang dan Cipondoh
Sejalan dengan semangat tersebut, suasana di kantor Kecamatan Pinang dan Cipondoh pada Kamis pagi (26/02/2026) tampak berbeda dari biasanya. Kerumunan warga yang tertib mengantre menjadi saksi bisu atas komitmen pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, bahkan turun langsung ke lapangan guna memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.
“Kami ingin masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang, tanpa terbebani kebutuhan dasar. Kami hadir untuk memastikan itu,” ujar Maryono dengan nada penuh empati saat meninjau lokasi.

Sementara itu, bantuan senilai Rp600.000 disalurkan secara transparan melalui Bank BJB. Bagi sebagian orang, angka ini mungkin terlihat sederhana, namun bagi ratusan penerima di Pinang dan Cipondoh, ini adalah kepastian bahwa meja makan mereka akan tetap terisi saat sahur dan buka puasa nanti.
Verifikasi Ketat: Memastikan Keadilan di Tingkat Kelurahan
Dibalik kelancaran distribusi ini, terdapat kerja keras tanpa lelah dari para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di tingkat kelurahan. Mereka adalah ujung tombak yang melakukan verifikasi data secara cermat, demi memastikan bahwa bantuan ini tidak salah alamat dan tidak memicu polemik di masyarakat.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menekankan bahwa BSU ini memang dikhususkan bagi enam kategori pilar sosial. Kategori tersebut meliputi anak yatim, lansia, hingga penyandang disabilitas yang memerlukan dukungan ekstra di masa sulit ini.
Harapan untuk Ramadan yang Lebih Khusyuk
Pada akhirnya, program BSU 2026 ini bukan hanya soal menjaga daya beli, melainkan tentang memanusiakan manusia. Pemkot Tangerang berharap, dengan berkurangnya beban ekonomi, warga rentan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih fokus dan penuh ketenangan batin.
“Saya bersama Wali Kota berkomitmen menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” tutup Maryono, sekaligus menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam setiap denyut nadi kebutuhan warganya.
Penulis : Redaksi
Editor : Herman FMBN









