Kasus Pencabulan di Sekolah Tangsel Disorot, PSI Desak Evaluasi Total Dindikbud

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

MATARAKYAT.ONLINE, TANGERANG SELATAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tangerang Selatan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah. Desakan ini muncul menyusul adanya laporan dugaan kasus pencabulan yang melibatkan oknum pendidik di lingkungan pendidikan.

PSI Tangsel menilai, penanganan kasus kekerasan seksual di sekolah tidak boleh berhenti pada pemberian sanksi kepada pelaku semata. Menurut mereka, langkah tersebut harus dibarengi dengan pembenahan sistemik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ketua DPD PSI Tangsel menegaskan bahwa institusi pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Namun, munculnya kasus pencabulan di Tangsel justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan merusak kepercayaan orang tua terhadap sekolah.

“Kami meminta Dindikbud Tangsel melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada sistem pengawasan di sekolah. Jangan sampai ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kekerasan seksual,” ujar perwakilan PSI Tangsel dalam keterangannya.

Baca Juga :  Pekerja Pembangunan SMKN 12 Tangerang Terlihat Tidak Memakai Alat Keselamatan Personal (P3) Sesuai Standar

Dorong Penguatan Pengawasan dan Pakta Integritas

Sebagai langkah pencegahan, PSI Tangsel mendorong penguatan pakta integritas bagi seluruh tenaga pendidik dan staf sekolah. Pakta tersebut dinilai penting sebagai komitmen moral dan profesional dalam melindungi hak serta keselamatan siswa.

Selain itu, PSI juga meminta agar fungsi pengawas sekolah diaktifkan secara optimal dan dilakukan secara berkala. Pengawasan berlapis dianggap mampu meminimalkan potensi terjadinya penyimpangan di lingkungan pendidikan.

Tak hanya itu, PSI Tangsel menilai edukasi mengenai perlindungan diri dan batasan fisik juga perlu diberikan kepada siswa secara proporsional dan sesuai usia. Langkah ini dinilai penting agar siswa berani melapor ketika menemukan indikasi tindakan menyimpang.

Baca Juga :  Polisi Tutup Kasus Dugaan Bullying SMPN 19 Tangsel, Hasil Medis Tegaskan Kematian Bukan Akibat Kekerasan

Perlindungan dan Pemulihan Korban Harus Diutamakan

Di sisi lain, PSI Tangsel menekankan bahwa penanganan korban harus menjadi prioritas utama. Pendampingan psikologis dinilai sangat penting agar trauma yang dialami korban tidak berdampak jangka panjang.
PSI mendorong Dindikbud Tangsel untuk bersinergi dengan instansi terkait, seperti DP3AP2KB, guna memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak dan berkelanjutan.

Menanti Komitmen Pemkot Tangsel
Lebih lanjut, PSI Tangsel berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmen serius dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Evaluasi menyeluruh yang dilakukan Dindikbud diharapkan tidak sekadar menjadi respons sesaat, melainkan bagian dari reformasi kebijakan perlindungan anak di sektor pendidikan.

Dengan langkah preventif yang konkret dan keberpihakan pada korban, PSI optimistis kasus kekerasan seksual di sekolah dapat dicegah dan tidak kembali terulang di Kota Tangerang Selatan. (Red)

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Harlah Ke-25 Ponpes Al-Quraniyyah Dimulai Meriah, KH. Sobron Zayyan Targetkan Lahirkan Generasi Qurani Mendunia
Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
H. Mamat Resmi Jabat Camat Pamulang, Gantikan H. Mukroni dalam Rotasi Pejabat Pemkot Tangsel
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Camat Baru Serpong Utara Mamun Siap Lanjutkan Program dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Festival Maen Pukul Meriahkan Pamulang, LBB Tangsel Dorong Perwal Pelestarian Budaya Betawi
Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelangsiran BBM Bersubsidi di Bekasi, SPBU Banjarsari Disanksi
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Harlah Ke-25 Ponpes Al-Quraniyyah Dimulai Meriah, KH. Sobron Zayyan Targetkan Lahirkan Generasi Qurani Mendunia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:53 WIB

H. Mamat Resmi Jabat Camat Pamulang, Gantikan H. Mukroni dalam Rotasi Pejabat Pemkot Tangsel

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:39 WIB

Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:08 WIB

Camat Baru Serpong Utara Mamun Siap Lanjutkan Program dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB