Polemik Tower BTS di Dasana Indah: Warga Pertanyakan Prosedur, Desak Pemerintah Tegakkan Aturan dan Keteladanan

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga meminta klarifikasi resmi serta menekankan pentingnya keteladanan pemerintah dalam penegakan aturan dan retribusi daerah dari pembangunan tower komersial.

 

TANGERANG | MataRakyat.Online – Polemik rencana pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) di Perumahan Dasana Indah, RT 04 RW 19, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang terus berkembang dengan adanya perbedaan keterangan antara warga dan pihak lingkungan.

Warga menyampaikan bahwa pembangunan menara BTS Rumah warga tersebut dinilai tidak melalui prosedur lengkap, belum dilakukan sosialisasi resmi, dan tidak melibatkan warga terdampak. Namun pihak RT memberikan keterangan berbeda. Senin(01/12/2025)

Keterangan RT 04: Sosialisasi Sudah Dilakukan dan Warga Setuju

Saat awak media melakukan upaya konfirmasi langsung kepada Ketua RT 04, Pak Suryadi, beliau menyampaikan penjelasan bahwa:

“Pihak provider tower BTS tersebut sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar radius terdampak. Warga juga sudah memberikan tanda tangan persetujuan tanpa ada paksaan,” ujar Pak Suryadi.

Beliau juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat dipanggil oleh pihak Polsek setempat terkait laporan penolakan warga terhadap rencana pembangunan tower BTS tersebut.

“Saya pernah dipanggil Polsek karena ada laporan penolakan warga. Tower ini kebetulan dibangun di rumah saya sendiri, jadi saya jelaskan semua prosesnya kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

Dengan demikian, RT 04 mengklaim bahwa proses awal seperti sosialisasi bersama pihak provider dan pengumpulan persetujuan warga yang berdampak telah dilakukan.

Baca Juga :  PAD Terbesar, Keadilan Sosial Dipertanyakan: Ironi Pembangunan Kecamatan Kelapa Dua di Bawah Sorotan Publik

Warga: Prosedur Tetap Harus Dibuktikan Secara Resmi

Meski ada pernyataan dari RT, sebagian warga tetap meminta pemerintah memastikan bahwa:

  • Persetujuan warga dilakukan secara terbuka
  • Semua warga dalam radius terdampak menerima penjelasan yang sama
  • Tidak ada tahapan izin yang dilewati
  • Pembangunan tidak dilakukan sebelum seluruh izin resmi diterbitkan

Warga menilai bahwa polemik ini terjadi karena tidak ada transparansi dokumen dan tidak semua pihak mengetahui waktu atau bentuk sosialisasi yang dimaksud.

 

Dasar Hukum Perizinan Tower BTS

Warga mengingatkan bahwa pembangunan tower BTS memiliki dasar hukum yang jelas, antara lain:

1. Nasional

  • UU 28/2002 – Setiap bangunan wajib berizin
  • PP 16/2021 – Menara BTS termasuk bangunan khusus
  • PP 46/2021 – Menara wajib izin lokasi, lingkungan, dan teknis
  • Permen Kominfo 2/2023 – Penataan menara dan rekomendasi teknis

2. Perizinan OSS-RBA

  • Tower BTS termasuk risiko menengah–tinggi
  • Wajib: PBG/IMB + Izin Lingkungan + Rekomendasi Kominfo + SLF
Baca Juga :  Viral Ancam Kurir Paket Pakai Palu, Pelaku Dibekuk Kilat Unit Reskrim Polsek Curug

3. Kabupaten Tangerang

  • Perda 8/2018 – Bangunan tanpa PBG dapat dihentikan/dibongkar
  • Perda 10/2011 – Tower termasuk objek retribusi daerah
  • Perbup 25/2012 & 89/2017 – Sosialisasi, persetujuan lingkungan, dan pengawasan menara

Warga Minta Pemerintah Beri Keteladanan

Selain mempertanyakan prosedur, warga berharap pemerintah menjadi contoh dalam penegakan aturan dan memastikan pendirian bangunan komersial seperti tower BTS memberikan manfaat bagi daerah:

  • Kepatuhan hukum
  • Tidak ada pembangunan ilegal
  • Retribusi daerah (PAD) dari tower komersial masuk secara benar
  • Proses izin berjalan transparan dan dapat dibuktikan

“Jika masyarakat diminta taat aturan, maka pelaku usaha juga harus taat. Pemerintah harus menjadi contoh,” ujar salah satu warga.

Penutup

Polemik pembangunan tower BTS di RT 04 RW 19 kini berada di tengah dua versi keterangan antara warga dan pihak lingkungan. Warga meminta pemerintah Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, hingga DPMPTSP Kabupaten Tangerang untuk memberikan klarifikasi resmi berdasarkan dokumen dan prosedur hukum yang berlaku.

Pembangunan tower BTS merupakan kebutuhan telekomunikasi, namun tetap harus dijalankan secara transparan, sah, dan sesuai aturan demi keselamatan serta ketertiban masyarakat.

 

Penulis : Redaksi

Editor : Herman

Sumber Berita: Lingkungan RT 04 Kel Bojong Nangka

Berita Terkait

Klarifikasi Resmi Kuasa Hukum Enjong Bin Iran: Luruskan Pemberitaan Kavling Enjong Residence yang Tak Sesuai Fakta
Polsek Legok, Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Kebakaran
Untuk Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, PERUMDAM TKR Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat  
Partai Gelora Kabupaten Tangerang Lantik Pengurus DPD dan 29 DPC, Perkuat Konsolidasi
Soroti Fenomena Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?
Rehab SDN Cukanggalih IV Rp491 Juta Disorot, LSM Harimau Pertanyakan Volume dan Spesifikasi Pekerjaan
Musda ke-3 ICMI Kabupaten Tangerang Diharapkan Lahirkan Gagasan Konstruktif untuk Pembangunan
HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Tangerang Tekankan Penguatan Layanan dan Respons Cepat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Klarifikasi Resmi Kuasa Hukum Enjong Bin Iran: Luruskan Pemberitaan Kavling Enjong Residence yang Tak Sesuai Fakta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Polsek Legok, Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Kebakaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Untuk Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, PERUMDAM TKR Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat  

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soroti Fenomena Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

Senin, 28 September 2026 - 11:37 WIB

Rehab SDN Cukanggalih IV Rp491 Juta Disorot, LSM Harimau Pertanyakan Volume dan Spesifikasi Pekerjaan

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB