BANDUNG, MataRakyat.Online— Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginstruksikan jajaran Samsat di seluruh wilayah Jawa Barat untuk melakukan revolusi pelayanan publik. Dalam arahannya, Gubernur yang akrab disapa KDM ini meminta agar sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor meniru standar industri perbankan yang serba cepat, ramah, dan transparan.
Gubernur Dedi menegaskan bahwa rakyat adalah “nasabah utama” negara. Oleh karena itu, prosedur administratif yang berbelit-belit harus segera dipangkas demi kenyamanan warga dalam menunaikan kewajibannya.
KDM menyoroti efisiensi bank yang mampu melayani nasabah hingga ke pelosok dengan prosedur yang ringkas. Menurutnya, standar itulah yang harus diterapkan di Samsat Jabar agar masyarakat tidak lagi merasa terbebani secara psikologis maupun administratif saat membayar pajak.
“Bayar pajak itu jangan dibuat susah. Orang mau menyerahkan uang untuk pembangunan negara kok malah dipersulit? Tiru sistem bank; semua harus cepat, petugas ramah, dan tidak membuat orang bingung dengan persyaratan yang berbelit,” tegas Gubernur Dedi Mulyadi saat meninjau salah satu kantor layanan publik di Bandung.
Selain soal kemudahan, Gubernur Dedi menekankan bahwa digitalisasi total adalah harga mati untuk menghapus celah pungutan liar (pungli) dan birokrasi yang panjang. Ia menargetkan akses pembayaran pajak ke depan bisa semudah bertransaksi di ATM atau melalui aplikasi smartphone.
“Zaman sudah digital. Kita ingin warga Jawa Barat bisa bayar pajak sambil duduk di rumah atau lewat gerai terdekat yang aksesnya mudah. Jika pelayanan nyaman, saya yakin kesadaran pajak warga akan naik dengan sendirinya tanpa perlu sering-sering razia di jalan,” tambahnya.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









