BUMDes Pondok Udik Kembangkan Budidaya Ayam Petelur, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAKYAT.ONLINE, PONDOK UDIK – Pemerintah Desa Pondok Udik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Usaha Sukses mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan program budidaya ayam petelur yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Program ini berlokasi di Kampung Pondok Udik, RT 001 RW 002, dengan memanfaatkan lahan desa sebagai aset produktif. BUMDes membangun fasilitas kandang modern berukuran 16 x 8 meter yang mampu menampung hingga 1.032 ekor ayam petelur, sebagai basis produksi telur skala desa.

Didukung Dana Desa untuk Dampak Nyata

Realisasi program budidaya ayam petelur ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pondok Udik melalui alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp225.000.000. Anggaran tersebut mencakup pembangunan infrastruktur kandang, pengadaan bibit ayam, sarana pendukung, serta kewajiban pajak operasional.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun unit usaha desa yang berorientasi pada keberlanjutan.

Baca Juga :  Prabowo Bongkar Kebocoran Negara Rp15.840 Triliun Akibat Under-Invoicing, Bea Cukai Terancam Dirombak Total

Manajemen Produksi Terukur dan Berkelanjutan

Pengelola peternakan ayam petelur, Subur, menjelaskan bahwa perencanaan operasional telah dilakukan secara matang sejak pertengahan 2025. Pembangunan dimulai pada Juni, sementara pengisian bibit ayam dilakukan pada Agustus 2025.
“Kami menerapkan sistem recording atau pencatatan rutin setiap minggu untuk memantau kondisi ternak dan produksi. Saat ini, masa produksi sudah berjalan sekitar 41 minggu,” jelas Subur.

Untuk menjaga produktivitas, pengelola secara konsisten menerapkan langkah preventif, seperti vaksinasi rutin, pemantauan kesehatan ayam, serta penyemprotan disinfektan secara berkala. Upaya ini dilakukan guna meminimalkan risiko penyakit dan stres pada ternak, sehingga kualitas dan kuantitas produksi telur tetap terjaga.

Dorong UMKM dan Perputaran Ekonomi Desa

Baca Juga :  Pengusaha Tempe Rumahan di Curug Menjerit, Harga Kedelai Melonjak Tajam

Seiring meningkatnya produksi telur, dampak ekonomi mulai dirasakan sejak September 2025. Pembukuan keuangan BUMDes Bina Usaha Sukses menunjukkan tren positif, menandakan unit usaha ini mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Ke depan, program ketahanan pangan Desa Pondok Udik ini tidak hanya berfokus pada produksi telur segar.

BUMDes berencana menggandeng pelaku UMKM lokal untuk mengolah telur menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti makanan olahan dan produk rumah tangga.
“Harapan kami, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan telur masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dan melibatkan lebih banyak warga agar roda ekonomi desa berputar lebih cepat,” ujar Subur.

Saat ini, unit usaha budidaya ayam petelur dikelola oleh tujuh anggota aktif. BUMDes Bina Usaha Sukses optimistis, inisiatif ini dapat menjadi model percontohan bagi desa lain dalam pemanfaatan Dana Desa untuk sektor produktif dan berkelanjutan. (Red)

Penulis : Redaksi

Editor : Gito Rahmad

Berita Terkait

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif
Dimsum by Bilsfood Tangerang Curi Perhatian di Festival Cisadane 2026, UMKM Kecamatan Tangerang Kebanjiran Pembeli
Dugaan Tambang Galian C Ilegal Kembali Marak di Tenjo, Warga Soroti Pengawasan dan Minta Penindakan
Festival Kuliner Nusantara 2026 di Pamulang Square Jadi Magnet Warga Tangsel, Angkat Kejayaan Pangan Lokal
Pengusaha Tempe Rumahan di Curug Menjerit, Harga Kedelai Melonjak Tajam
Uji Coba Pupuk Singapura Berhasil, Panen Bawang di Tangsel Bikin Kagum
Kemendag Sahkan Aturan Baru Ekosistem Digital: Lindungi Produk Lokal dan Hentikan “Biaya Siluman” di Platform Digital

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:48 WIB

Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:06 WIB

Dimsum by Bilsfood Tangerang Curi Perhatian di Festival Cisadane 2026, UMKM Kecamatan Tangerang Kebanjiran Pembeli

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:27 WIB

Dugaan Tambang Galian C Ilegal Kembali Marak di Tenjo, Warga Soroti Pengawasan dan Minta Penindakan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:07 WIB

Festival Kuliner Nusantara 2026 di Pamulang Square Jadi Magnet Warga Tangsel, Angkat Kejayaan Pangan Lokal

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB