MataRakyat.Online|TANGERANG SELATAN – Gubernur Banten, Andra Soni menyoroti, persoalan penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan nasional yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Banten.
Menurutnya, Permasalahan tersebut dinilai perlu segera ditangani untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menekan potensi kriminalitas.
Hal itu disampaikan Andra usai menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah di Banten dan pihak balai pemerintah pusat guna membahas penanganan PJU di Jalan Nasional, di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI), pada Selasa 19 Mei 2026.
Menurutnya, rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, menyelaraskan data, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
“Hari ini kami seluruh kepala daerah di Provinsi Banten bersama dengan balai dari pemerintah pusat berdiskusi dan berkoordinasi terkait penerangan jalan umum di jalan-jalan nasional yang ada di Provinsi Banten,” kata Andra, ditulis Rabu 20 Mei 2026.
Andra menjelaskan, hasil rapat koordinasi tersebut akan ditindaklanjuti secara teknis untuk menentukan solusi bersama terkait optimalisasi penerangan jalan nasional di Banten.
“Berikutnya tentu kami akan menentukan solusi bersama terkait bagaimana upaya bersama untuk pelayanan masyarakat terhadap hak masyarakat atas penerangan jalan umum,” ujarnya.
Andra mengungkapkan, total panjang jalan nasional di Provinsi Banten mencapai sekitar 560 kilometer yang tersebar di delapan Kabupaten dan Kota.
Dari jumlah tersebut, Andra menerangkan, wilayah Lebak, Pandeglang, hingga Tangerang Selatan menjadi kawasan yang membutuhkan perhatian serius terkait penerangan jalan umum.
Ia menyebut, kebutuhan PJU di ruas Jalan Nasional Banten saat ini diperkirakan mencapai sekitar 8.000 titik. Khusus di Tangsel, Andra mengatakan, terdapat sekitar 10 kilometer ruas jalan nasional yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
Kondisi itu, lanjut Andra, dinilai penting karena masyarakat kerap membandingkan kualitas infrastruktur jalan antara Banten dan ibu kota.“Karena orang akan membandingkan dengan Jakarta dan sebagainya,” ungkapnya.
Meski demikian, Andra belum merinci kondisi teknis di setiap wilayah lantaran pembahasan dalam rapat masih bersifat koordinatif. Data detail terkait titik kerusakan maupun kebutuhan pemasangan PJU akan dibahas lebih lanjut bersama pihak balai dan pemerintah daerah.
Andra juga menilai, persoalan PJU selama ini sering terkendala perbedaan kewenangan antar instansi. Akibatnya, penanganan di lapangan kerap berjalan lambat karena adanya saling lempar tanggung jawab.
“Kadang masyarakat bertanya, kita bilang itu pusat, itu provinsi, itu kabupaten/kota. Nah sekarang kita menyamakan persepsi dan data bahwa ini adalah tanggung jawab kita kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menegaskan, dukungan penuh Pemerintah Kota Tangsel terhadap langkah Pemerintah Provinsi Banten dalam mempercepat optimalisasi penerangan jalan umum di jalan nasional.
Menurutnya, sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Ciputat dan Pamulang masih membutuhkan peningkatan kualitas penerangan jalan.
“Kami Pemkot Tangsel mendukung langkah Pak Gub dalam mendorong PU pusat, khususnya terkait PJU untuk dioptimalkan pemasangan PJU di wilayah Provinsi Banten, khususnya di Tangerang Selatan di beberapa ruas seperti di Ciputat dan Pamulang yang membutuhkan upgrading PJU,” kata Pilar.
Pilar mengungkapkan, masih terdapat sejumlah lampu penerangan jalan yang mati dan tidak berfungsi sehingga perlu segera diperbaiki demi menghindari kecelakaan dan tindak kriminalitas.
“Karena ada beberapa yang mati, ada beberapa yang tidak jalan. Nah ini harus segera diganti untuk menghindari kecelakaan dan juga kriminalitas,” terangnya.
Pilar menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan selama ini terus menganggarkan program ‘Tangsel Terang’ untuk mendukung penerangan di lingkungan perumahan, permukiman warga, hingga jalan kota.
Selain itu, Pilar mengungkapkan, Pemkot Tangsel juga rutin mengusulkan penambahan titik PJU di jalan provinsi. Namun, menurut Pilar, percepatan penanganan PJU di jalan nasional tetap membutuhkan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Yang paling penting komunikasi kami Pemkot dengan PU pusat bisa berjalan dengan baik. Makanya hari ini dikumpulkan oleh Pak Gub, dipertemukan antara PLN, Kementerian PU, Balai Besarnya dengan kota dan kabupaten supaya komunikasinya nyambung,” Tutupnya.
Maka itu, Pilar berharap, koordinasi lintas instansi tersebut dapat mempercepat penanganan lampu jalan yang rusak maupun pemasangan PJU baru di titik-titik yang masih gelap.
Selain itu, Pilar juga menyoroti, masih minimnya penerangan jalan nasional di wilayah Pandeglang dan Lebak. Karena itu, ia berharap pemasangan PJU di seluruh ruas jalan nasional di Banten dapat dimaksimalkan dalam beberapa tahun ke depan.
Adapun panjang jalan nasional di wilayah Tangerang Selatan diperkirakan mencapai sekitar 12 kilometer yang melintasi kawasan Ciputat dan Pamulang.
Penulis : JP
Editor : Redaksi









