TANGERANG, MataRakyat.Online– Pendidikan adalah hak asasi yang melampaui jeruji besi. Memegang teguh prinsip tersebut, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang resmi menggelar program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sebanyak 37 warga binaan kini tercatat aktif mengikuti jenjang Paket C sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) selama masa pembinaan.

Program ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar formalitas ijazah, melainkan sebagai wadah transformasi karakter. Dalam sesi pembelajaran terbaru, para warga binaan mendapatkan pendalaman materi Sosiologi yang disampaikan oleh Bapak Ahmad Yani.

Melalui pendekatan interaktif, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai dinamika kehidupan bermasyarakat, pentingnya hubungan sosial yang sehat, serta penguatan nilai-nilai etika. Materi ini menjadi sangat relevan mengingat fokus utama rutan adalah mempersiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial mereka kelak.

Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menegaskan bahwa program PKBM merupakan instrumen krusial dalam sistem pemasyarakatan modern. Menurutnya, ijazah dan ilmu pengetahuan adalah modal utama bagi warga binaan untuk memutus rantai stigma negatif setelah bebas.
“Pendidikan adalah sarana paling efektif untuk perubahan. Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka keluar dari sini, mereka tidak hanya membawa surat bebas, tetapi juga membawa pengetahuan dan ijazah yang bisa digunakan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Irhamuddin.
Suasana ruang belajar tampak kondusif dan penuh antusiasme. Ketertiban para peserta dalam menyerap materi menunjukkan adanya tekad kuat untuk berubah. Dengan berjalannya program ini secara berkelanjutan, Rutan Kelas I Tangerang berharap dapat mencetak individu yang berwawasan luas, berkarakter positif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penulis : Wenny
Editor : Redaksi









