TANGSEL | MataRakyat.Online — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya memperluas layanan bus sekolah gratis bagi para pelajar. Untuk mendukung langkah tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, bersama Dinas Perhubungan melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan guna membahas peluang hibah bus sekolah dari pemerintah pusat.
Pilar menjelaskan, pemerintah pusat saat ini memiliki program bantuan bus sekolah yang akan disalurkan ke sejumlah daerah di Indonesia.
Menurutnya, armada yang ditawarkan berukuran lebih kecil, seperti Hiace, sehingga dinilai sesuai dengan kondisi jalan di beberapa wilayah Tangsel.
“Kami datang ke sana sebagai bentuk keseriusan bahwa program bus sekolah di Tangsel sudah berjalan. Jadi bukan lagi sebatas konsep, tetapi sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Pilar, Rabu 10 Juni 2026.
Pilar mengatakan, layanan bus sekolah di Tangsel mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, bus sekolah mampu melayani sekitar 90 ribu penumpang dalam satu tahun.
Selain itu, lanjut Pilar, setiap armada rata-rata mengangkut lebih dari 50 penumpang setiap harinya. Karena itu, Pemkot Tangsel menilai program tersebut perlu terus diperkuat melalui penambahan armada.
Menurutnya, keberadaan bus sekolah tidak hanya membantu para siswa menuju sekolah, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga.
Di sisi lain, Pilar mengungkapkan, penggunaan bus sekolah turut mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan sehingga berdampak pada penurunan kemacetan dan emisi kendaraan bermotor.
“Kalau memang bermanfaat untuk masyarakat, tentu harus terus kita dorong. Selain membantu orang tua, juga bisa mengurangi emisi kendaraan dan kemacetan,” Jelasnya.
Lebih lanjut, Pilar menjelaskan, bahwa Pemkot Tangsel telah menyampaikan kebutuhan armada kepada pemerintah pusat.
Meski jumlah bantuan yang akan diterima belum ditentukan, Tangsel berharap dapat menjadi salah satu daerah yang memperoleh hibah bus sekolah.
“Kami sudah mempresentasikan kebutuhan kami. Kalau secara kebutuhan minimal masih perlu 13 bus lagi,” ungkapnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Seluruh bus sekolah telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV), sementara sopir dan petugas pendamping mendapatkan pelatihan khusus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa selama perjalanan.
Tak hanya itu, Pilar menyebut, perhatian khusus juga diberikan kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). Tangsel saat ini memiliki dua bus besar dan satu unit Hiace yang dikhususkan untuk melayani siswa ABK di sekolah-sekolah khusus.
Pilar menuturkan, layanan tersebut sangat membantu para orang tua karena mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi setiap hari. Bahkan, Pemkot memastikan seluruh layanan bus sekolah diberikan secara gratis.
“Bus sekolah ini benar-benar gratis. Kami juga mengingatkan orang tua agar tidak memberikan uang kepada sopir. Jadi manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ke depan, selain mengandalkan APBD, Pemkot Tangsel juga akan memanfaatkan berbagai skema untuk menambah armada, termasuk sistem sewa dan hibah dari pemerintah pusat.
Dengan demikian, jangkauan layanan bus sekolah di Tangsel diharapkan semakin luas dan dapat melayani lebih banyak siswa di berbagai wilayah.
Penulis : JP
Editor : REDAKSI









