TANGSEL | MataRakyat.Online — Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, memimpin langsung kunjungan studi tiru perdana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pagar Alam ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan, pada Senin 15 Juni 2025
Kunjungan studi tiru ini, menjadi langkah strategis Bapenda Pagar Alam yang baru saja memekarkan diri dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lahir dari Pemekaran OPD yang Sama
Jajaran Pemkot Tangsel menyambut hangat rombongan studi tiru ini. Menariknya, kedua daerah ternyata memiliki pengalaman yang serupa. Bapenda Tangsel juga lahir dari proses pemekaran OPD, tepatnya dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) pada tahun 2017.
Hanya saja, kini Tangerang Selatan telah bertransformasi menjadi juara 1 Championship TP2DD Regional Jawa-Bali. Capaian digitalisasi PAD inilah yang memantik ketertarikan Bapenda Pagar Alam untuk menimba ilmu langsung ke sumbernya.
Sejalan dengan Visi E-Governance
Wakil Wali Kota Pagar Alam Sumatra Selatan, Hj. Bertha menyampaikan, kekagumannya terhadap digitalisasi daerah di Tangsel.
“Kami mendapat info bahwa Kota Tangerang Selatan ini championship untuk digitalisasi. Ilmu ini sangat mungkin kami terapkan di Pagar Alam, karena sejalan dengan visi misi kami menciptakan tata kelola pemerintahan berbasis e-governance,” kata Bertha, saat di temui Wartawan, di Gedung Pusat pemerintah Kota Tangsel, Serua, Ciputat, di tulis Selasa 16 Juni 2026.
Ia menambahkan, status Bapenda sebagai OPD baru membuat pihaknya membutuhkan pengayaan strategi yang sudah teruji. Oleh karena itu, mereka memandang digitalisasi PAD Tangsel sebagai rujukan ideal.
Mulai dari kemudahan sistem pembayaran, transparansi data, hingga integrasi layanan digital mereka harapkan bisa tereplikasi untuk memaksimalkan potensi PAD Kota Pagar Alam.
Digitalisasi Pajak dan Retribusi Secara Penuh
Di lokasi yang sama, Sekretaris Bapenda Rahayu Sayekti lantas memaparkan kunci keberhasilan yang membawa Tangsel meraih peringkat satu TP2DD.
“Kami sudah menjalankan roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Dari sisi pembayaran, kami sudah beralih ke transformasi digital penuh, baik menggunakan QRIS, virtual account, maupun platform pembayaran lainnya,” jelas Rahayu.
Tidak berhenti di sektor pajak daerah, digitalisasi juga menyasar lini retribusi daerah. Saat ini, seluruh OPD pemungut retribusi di Tangsel telah mengaplikasikan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) secara online.
“Mekanisme pembayarannya sudah digital penuh, bukan semi digital lagi. Wajib retribusi bisa membayar melalui QRIS maupun virtual account untuk seluruh pembayaran retribusi,” imbuhnya.
Strategi Pengawasan dan Penagihan yang Ingin Direplikasi
Kemudian, Rahayu membagikan strategi optimalisasi pendapatan daerah yang menjadi perhatian utama rombongan Pagar Alam. Bapenda Tangsel menjalankan tiga pilar utama, yakni optimalisasi pajak daerah, perbaikan pelayanan, serta pengawasan dan penagihan.
Menariknya, dalam urusan pengawasan, Bapenda Tangsel tidak bekerja sendirian. Pihaknya aktif menggandeng Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) melalui skema Daftar Sasaran Pengawasan Bersama (DSPB). “Kami bekerja sama dengan DJP untuk mengawasi kesesuaian omzet yang wajib pajak laporkan ke kami dan ke DJP. Kerja sama ini sudah berjalan sejak 2022,” beber Rahayu.
Sementara untuk sisi penagihan pajak daerah, Bapenda Tangsel menjalin kerja sama dengan Kejaksaan melalui mekanisme Surat Kuasa Khusus (SKK). Langkah inilah yang secara spesifik ingin Bapenda Pagar Alam adopsi dan replikasi karena dinilai efektif mendorong kepatuhan wajib pajak.
BPHTB Online, Jawaban untuk Wawali Berlatar Notaris
Berlatar belakang profesi notaris, Hj. Bertha juga menaruh perhatian khusus pada mekanisme Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Tangerang Selatan. Menjawab rasa penasaran tersebut, Rahayu memastikan bahwa layanan BPHTB di Tangsel sudah sepenuhnya online.
“Setiap PPAT atau PPATS saat wajib pajak melakukan transaksi jual beli, bisa mengunggah BPHTB secara online. Kami juga melakukan verifikasi secara digital, tidak lagi offline,” pungkasnya
Dengan berbekal beragam praktik baik digitalisasi PAD ini, kunjungan studi tiru perdana Bapenda Pagar Alam ke Tangsel diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pasca pemekaran OPD, sekaligus memperkokoh pondasi e-governance di Kota Pagar Alam
Penulis : JP
Editor : REDAKSI









