Strategi Perang Atrisi Iran Lawan AS dan Israel

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | MataRakyat.Online – Konflik antara Iran dengan Israel yang didukung Amerika Serikat terus memanas. Serangan militer yang telah berlangsung lebih dari sepekan memunculkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

 

Di tengah klaim Amerika Serikat yang menyatakan operasi militernya telah mencapai kemenangan, Iran justru memberikan sinyal berbeda. Melalui pernyataan resmi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa akhir konflik tidak ditentukan oleh Washington, melainkan oleh pihak Iran sendiri.

 

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan: mengapa Iran begitu percaya diri menghadapi dua kekuatan militer besar seperti Amerika Serikat dan Israel?

 

Strategi Perang Atrisi

Sejumlah analis militer menilai Iran sedang menerapkan strategi perang atrisi atau attrition war. Strategi ini tidak berfokus pada kemenangan cepat dalam pertempuran konvensional, melainkan pada upaya menguras sumber daya ekonomi, militer, dan psikologis lawan secara bertahap.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Kerahkan 1.810 Personel Amankan Malam Takbiran 2026 di Jakarta

 

Pendekatan ini dilakukan melalui konflik yang berlangsung lama, operasi tidak langsung, serta penggunaan kelompok sekutu atau proksi di berbagai wilayah.

 

Menurut pakar keamanan Timur Tengah dari Royal United Services Institute, H. A. Hellyer, strategi militer Iran saat ini bukan bertujuan mengalahkan Amerika Serikat atau Israel dalam perang konvensional.

 

Sebaliknya, Iran berupaya membuat konflik menjadi berlarut-larut, tersebar di berbagai wilayah regional, serta menimbulkan biaya ekonomi yang besar bagi lawannya.

 

“Pendekatan Iran adalah membuat konflik mahal dan panjang, bukan memenangkan pertempuran langsung,” ujar Hellyer seperti dikutip dari BBC.

 

Menguras Sumber Daya Lawan

Pandangan serupa disampaikan Nicole Grajewski, asisten profesor di Centre for International Studies (CERI), Sciences Po. Ia menjelaskan bahwa perang atrisi bertujuan melemahkan lawan dengan cara menguras sumber daya mereka secara bertahap.

Baca Juga :  BEM IT PLN Gelar Solar Skill Academy, Bekali Mahasiswa Keterampilan PLTS untuk Energi Berkelanjutan

 

Strategi ini dapat mencakup serangan terbatas, tekanan militer berulang, hingga penggunaan kelompok sekutu regional sebagai bagian dari jaringan perlawanan.

 

Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya biaya perang yang harus ditanggung Amerika Serikat dan Israel.

 

Beberapa hari setelah operasi militer besar dilancarkan terhadap Iran, biaya perang yang harus ditanggung pembayar pajak Amerika Serikat mulai menjadi sorotan. Sejumlah analis memperkirakan pengeluaran militer Washington dalam konflik tersebut dapat mencapai sekitar Rp15 triliun per hari.

 

Konflik Berpotensi Berkepanjangan

Jika strategi perang atrisi benar-benar diterapkan, konflik di Timur Tengah berpotensi berlangsung dalam jangka panjang. Alih-alih pertempuran besar secara langsung, konflik kemungkinan akan berlangsung melalui tekanan ekonomi, operasi militer terbatas, serta eskalasi melalui sekutu regional.

 

Situasi ini dinilai dapat meningkatkan ketidakstabilan geopolitik dan berdampak luas terhadap keamanan kawasan serta ekonomi global.

Penulis : Redaksi

Editor : Herman

Berita Terkait

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026
Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal
Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar
Kronologi Lengkap Putusan MK Soal Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Dampaknya bagi Jutaan Pelanggan Operator Seluler
Parlemen AS Loloskan Anggaran Pertahanan USD 1,15 Triliun, RUU Perang Menuju Ujian Berat di Senat
Bos Cargo Beberkan Aliran Dana Puluhan Miliar ke Bea Cukai
Truk Pengangkut Alat Berat Hantam JPO Kapten Tendean, Sopir Diduga Main Ponsel, Jembatan Nyaris Roboh
IPA Dorong Kolaborasi Pengusaha, Ormas, dan Pemerintah Atasi Parkir Liar serta Benahi Retribusi Parkir Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:13 WIB

Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Jumat, 24 Juli 2026 - 02:42 WIB

Kronologi Lengkap Putusan MK Soal Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Ini Dampaknya bagi Jutaan Pelanggan Operator Seluler

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:50 WIB

Parlemen AS Loloskan Anggaran Pertahanan USD 1,15 Triliun, RUU Perang Menuju Ujian Berat di Senat

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB