Gelombang Protes SPMB 2026 Kembali Pecah di SMAN 32 Kabupaten Tangerang, Aliansi Tiga Desa Ultimatum Pemprov Banten: Evaluasi Total atau Aksi Berlanjut

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 03:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Polemik pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMAN 32 Kabupaten Tangerang kembali memanas. Untuk kedua kalinya dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Curug Wetan, Desa Rancagong, dan Desa Serdang Wetan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa menuntut transparansi serta evaluasi menyeluruh terhadap proses penerimaan peserta didik baru.

Aksi berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di halaman SMAN 32 Kabupaten Tangerang. Massa membawa spanduk, poster, dan menyampaikan orasi secara bergantian sebagai bentuk protes terhadap pelaksanaan SPMB yang dinilai masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Koordinator aksi, Yasin yang akrab disapa Sting, menegaskan bahwa demonstrasi bukan sekadar menyuarakan kekecewaan, melainkan bentuk kontrol sosial agar penyelenggaraan pendidikan berjalan secara terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami hadir bukan untuk mencari kegaduhan. Kami datang membawa aspirasi masyarakat yang menginginkan sistem penerimaan murid baru yang benar-benar transparan, akuntabel, bebas dari dugaan penyimpangan, serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh warga,” tegas Yasin di hadapan massa aksi.

Desak Buka Data Penerimaan murid baru Sejak 2024

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Tiga Desa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak sekolah maupun Pemerintah Provinsi Banten.
Massa meminta agar pihak SMAN 32 membuka data penerimaan peserta didik sejak pelaksanaan PPDB tahun 2024 hingga SPMB Tahun 2026.

Menurut mereka, keterbukaan data menjadi langkah penting untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan dan dapat diawasi oleh masyarakat.

Baca Juga :  RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Jadi Percontohan Urban Farming di Kabupaten Tangerang

Selain itu, massa juga meminta instansi yang berwenang melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan SPMB Tahun 2024 – 2026. Tuntutan tersebut disampaikan karena demonstran menduga adanya maladministrasi dalam proses penerimaan peserta didik baru. Dugaan tersebut merupakan bagian dari tuntutan yang disampaikan massa aksi dan belum merupakan kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Tak hanya itu, demonstran juga mendesak agar Kepala SMAN 32 Kabupaten Tangerang dievaluasi bahkan dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas polemik yang menurut mereka terus berulang.

Tolak Mediasi, Minta Kepala Sekolah Hadir Langsung

Di tengah berlangsungnya aksi, perwakilan SMAN 32 Kabupaten Tangerang, Pikar, menemui massa dan menawarkan dialog melalui mekanisme mediasi.

Namun, tawaran tersebut ditolak. Massa bersikeras hanya ingin berdialog langsung dengan Kepala SMAN 32 Kabupaten Tangerang karena dinilai sebagai penanggung jawab utama pelaksanaan SPMB di sekolah tersebut.

Situasi sempat memanas akibat tidak hadirnya kepala sekolah di lokasi aksi. Meski demikian, aparat kepolisian yang melakukan pengamanan berhasil menjaga situasi tetap kondusif.

Kapolsek Curug Turun Langsung Redam Ketegangan

 

Melihat meningkatnya tensi aksi, Kapolsek Curug turun langsung menemui para demonstran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.

Imbauan tersebut mendapat respons positif dari peserta aksi sehingga demonstrasi tetap berlangsung damai hingga selesai tanpa adanya bentrokan maupun gangguan keamanan.

Baca Juga :  Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Ultimatum untuk Pemprov Banten

Koordinator aksi Yasin (Sting) menegaskan perjuangan masyarakat tidak akan berhenti apabila pemerintah tidak melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem SPMB.

Ia meminta Gubernur Banten dan Dinas
Pendidikan Provinsi Banten segera melakukan evaluasi terhadap mekanisme seleksi, transparansi data, sistem pengawasan, hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

“Kalau sistem ini tidak dievaluasi secara serius, kami akan kembali turun ke jalan pada pelaksanaan SPMB tahun 2027 dan 2028. Kami ingin sistem pendidikan yang bersih, transparan, berkeadilan, dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Pihak Sekolah: SPMB Sudah Sesuai Aturan

Sementara itu, pihak SMAN 32 Kabupaten Tangerang melalui perwakilannya menyatakan bahwa seluruh pelaksanaan SPMB Tahun 2026 telah dilaksanakan sesuai regulasi dan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Pihak sekolah menegaskan proses penerimaan peserta didik telah mengikuti mekanisme yang berlaku dan siap memberikan penjelasan sesuai prosedur yang ditentukan.

Aksi unjuk rasa berakhir dalam kondisi aman di bawah pengamanan aparat kepolisian. Namun demikian, tuntutan Aliansi Masyarakat Desa Curug Wetan, Rancagong, dan Serdang Wetan dipastikan akan terus dikawal hingga memperoleh tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten maupun Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan publik dan memperkuat desakan agar pelaksanaan SPMB ke depan semakin menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, objektivitas, dan keadilan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan murid baru dapat terus terjaga.

Penulis : Oling

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga
Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum Gerhana Indonesia Minta APH Bertindak Tegas Jika Ada Pelanggaran Hukum dalam Aksi Demo di PT PEMI AW
Wabup Intan Resmikan Perpustakaan Modern Kelapa Dua, Dorong Budaya Literasi dan Inovasi Masyarakat
RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Jadi Percontohan Urban Farming di Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:39 WIB

Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB