MBG Diduga Tak Layak Konsumsi, LSM Harimau Nilai SPPG Curug Wetan Lalai

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang | Matarakyat.Online – Dugaan beredarnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi busuk dan tidak layak konsumsi di wilayah Curug Wetan menuai sorotan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Tangerang bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Curug LSM Harimau (Harapan Rakyat Indonesia Maju) turun langsung mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curug Wetan. Kamis, (25/12/2025).

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons atas keresahan publik yang menilai pelaksanaan program MBG di lapangan telah menyimpang dari tujuan utama, yakni menjamin asupan gizi yang sehat, aman, dan layak bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Namun, kunjungan tersebut justru memunculkan kekecewaan. Pihak LSM Harimau hanya ditemui oleh pengawas dapur. Sementara penanggung jawab SPPG maupun pihak yayasan selaku pengelola tidak berada di lokasi dan dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Baca Juga :  FORMI Soroti Kinerja LPTQ Kabupaten Tangerang dan Tata Kelola MTQ ke-56

“Kami datang secara resmi untuk meminta penjelasan. Tapi penanggung jawab SPPG maupun pihak yayasan tidak mau menemui kami. Ini patut dipertanyakan dan semakin menguatkan dugaan lemahnya tanggung jawab pengelola,” tegas Jack, Ketua PAC Curug LSM Harimau, kepada awak media.

Sementara itu, Nur Alimin, Ketua DPC LSM Harimau Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa dugaan pembagian makanan tidak layak konsumsi dalam program MBG merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap remeh.

“Jika benar makanan busuk dibagikan kepada masyarakat, ini adalah pelanggaran serius. Program Makan Bergizi Gratis bukan proyek asal jadi. Ini menyangkut kesehatan, keselamatan, dan masa depan anak-anak. Tidak boleh ada kompromi terhadap kelalaian,” tegasnya.

Menurutnya, kasus tersebut mencerminkan lemahnya sistem pengawasan dan kontrol kualitas di internal SPPG Curug Wetan.

“Jika pengawasan berjalan optimal, makanan busuk tidak mungkin lolos hingga dibagikan. Ini menunjukkan adanya kegagalan sistemik. Karena itu kami mendesak evaluasi total, dari hulu hingga hilir, termasuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab,” lanjut Nur Alimin.

 

Baca Juga :  Rutan Tangerang Gelar Pisah Sambut Pejabat Struktural

LSM Harimau juga mendesak pemerintah daerah dan dinas teknis terkait agar tidak menutup mata dan segera melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari pengadaan bahan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

“Jangan sampai program yang dibiayai negara justru mencederai kepercayaan publik. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas harus dijatuhkan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tandasnya.

LSM Harimau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas serta membuka ruang pengaduan masyarakat guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Penulis : Redaksi

Editor : Herman

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga
Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum Gerhana Indonesia Minta APH Bertindak Tegas Jika Ada Pelanggaran Hukum dalam Aksi Demo di PT PEMI AW
Wabup Intan Resmikan Perpustakaan Modern Kelapa Dua, Dorong Budaya Literasi dan Inovasi Masyarakat
RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Jadi Percontohan Urban Farming di Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:39 WIB

Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB