‎Ada Udang di Balik Batu: Rakor Akhir Tahun Pemda Kabupaten Tangerang di Hotel Mewah Bandung Tuai Sorotan Publik

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 01:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uang Rakyat Menginap di Luar Daerah, Ketika Pemerintah Kabupaten Tangerang Lupa Menghidupkan Ekonomi Sendiri

 

‎Kabupaten Tangerang | MataRakyat.Online — Di tengah semangat pembangunan daerah dan penguatan ekonomi lokal, kebijakan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menggelar berbagai kegiatan resmi justru menuai kritik publik. Pasalnya, sejumlah agenda pemerintahan diketahui dilaksanakan di hotel-hotel mewah luar daerah, sementara fasilitas serupa justru tersedia melimpah di wilayah sendiri, Selasa (15/12/2025)

‎Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar dari masyarakat: untuk siapa sebenarnya uang rakyat dibelanjakan?

Potensi Daerah Ada, Tapi Tidak Digunakan

Kabupaten Tangerang bukan daerah minim sarana. Beragam hotel berbintang, gedung pertemuan, dan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions) yang berkembang, terutama di area strategis seperti Summarecon Gading Serpong, BSD City, dengan hotel-hotel mewah yang punya Ballroom & Meeting Room modern,

tersebar di berbagai kawasan strategis. Infrastruktur penunjang kegiatan pemerintahan dinilai sudah memadai, baik dari sisi kapasitas, kualitas layanan, hingga aksesibilitas.

‎Namun, alih-alih memaksimalkan potensi tersebut, sejumlah kegiatan pemerintahan justru dilaksanakan di luar wilayah administratif Kabupaten Tangerang. Akibatnya, anggaran yang bersumber dari APBD tidak berputar di daerah sendiri.

Ekonomi Lokal Kehilangan Manfaat Langsung

Setiap kegiatan pemerintahan bernilai anggaran tidak kecil. Jika dilaksanakan di dalam daerah, dampak ekonominya akan dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal, mulai dari perhotelan, katering, UMKM, hingga tenaga kerja pendukung.

Ketika kegiatan dipindahkan ke luar daerah, Kabupaten Tangerang hanya memperoleh laporan administratif, tanpa manfaat ekonomi lanjutan bagi masyarakat setempat. Uang rakyat keluar daerah, sementara pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Curug Sambangi Pos Kamling Sukabakti, Perkuat Program Jaga Jakarta Plus

Aktivis: Ini Soal Keadilan Sosial

Budi Irawan pemerhati keadilan sosial, Budi, menilai praktik tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi lokal.

“Ini bukan sekadar soal lokasi rapat atau hotel. Ini soal ke mana uang rakyat diarahkan. Ketika kegiatan pemerintah digelar di luar daerah, secara tidak langsung pemerintah mematikan denyut ekonomi lokalnya sendiri,” ujar Budi.

Menurutnya, alasan efisiensi yang kerap disampaikan tidak relevan jika fasilitas di Kabupaten Tangerang dinilai setara, bahkan kompetitif.

“Hotel mewah ada, ruang pertemuan lengkap, tenaga kerja lokal siap. Kalau tetap keluar daerah, publik wajar bertanya: ini efisiensi atau sekadar pemborosan yang dibungkus alasan

Budi Irawan menambahkan, keadilan sosial tidak hanya berbicara soal bantuan atau program populis, tetapi juga tentang keputusan anggaran yang berpihak.

“Keadilan sosial dimulai dari kebijakan. Jika APBD tidak dinikmati oleh pelaku usaha lokal, maka ketimpangan ekonomi justru diciptakan oleh sistem itu sendiri,” katanya.

‎Efisiensi Anggaran atau Gengsi Birokrasi?

Publik juga menyoroti kemungkinan adanya pertimbangan non-teknis dalam pemilihan lokasi kegiatan. Dalam konteks efisiensi anggaran, pelaksanaan kegiatan di daerah sendiri justru berpotensi menekan biaya transportasi, akomodasi, serta mempercepat koordinasi antar instansi.

Oleh karena itu, masyarakat menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh agar kebijakan belanja kegiatan pemerintah tidak sekadar berorientasi pada kenyamanan birokrasi, melainkan manfaat riil bagi rakyat.

Baca Juga :  Wow! UNDHI Luncurkan 1.000 Beasiswa Subsidi untuk Warga Kabupaten Tangerang

Transparansi Menjadi Kunci

Sejumlah pihak mendorong pemerintah daerah untuk lebih terbuka dalam menjelaskan dasar pemilihan lokasi kegiatan. Transparansi dianggap penting agar publik memahami:

“‎alasan teknis pemilihan lokasi di luar daerah, besaran anggaran yang dikeluarkan, ‎serta dampak langsung terhadap masyarakat Kabupaten Tangerang”.

Tanpa penjelasan yang utuh, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Saatnya Uang Rakyat Berputar di Rumah Sendiri

‎Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal. Menggunakan fasilitas di wilayah sendiri adalah langkah konkret menunjukkan keberpihakan kepada pelaku usaha dan masyarakat Kabupaten Tangerang.

Uang rakyat seharusnya menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, bukan tamu yang terus menginap di kota lain. Sebab pembangunan yang adil bukan soal seberapa sering kegiatan digelar, melainkan di mana dan untuk siapa anggaran itu dibelanjakan.

‎Situasi tersebut membuka ruang penilaian publik bahwa orientasi kebijakan belum sepenuhnya mencerminkan semangat konstitusi. Sebab, pembangunan yang berkeadilan bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari sejauh mana anggaran daerah benar-benar hadir untuk menjaga martabat dan kesejahteraan hidup rakyatnya.

Dari ulasan artikel berita tersebut tayang, sampai saat ini belum terdapat pernyataan resmi atau klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait sorotan publik mengenai kebijakan pelaksanaan kegiatan pemerintahan di luar daerah serta isu keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

 

Penulis : Redaksi

Editor : Herman

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga
Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum Gerhana Indonesia Minta APH Bertindak Tegas Jika Ada Pelanggaran Hukum dalam Aksi Demo di PT PEMI AW
Wabup Intan Resmikan Perpustakaan Modern Kelapa Dua, Dorong Budaya Literasi dan Inovasi Masyarakat
RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Jadi Percontohan Urban Farming di Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:39 WIB

Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB