Dugaan Kecurangan Proyek Underpass Bitung: Alat Berat Diduga Tak Sesuai Spek, PPK Diindikasikan Ikut “Bermain”

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | MataRakyat.Online – Proyek pembangunan Underpass di Bitung kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, proyek infrastruktur strategis tersebut diduga sarat dengan pelanggaran prosedur, mulai dari penggunaan alat berat yang tidak sesuai spesifikasi (spek) dalam dokumen lelang, hingga indikasi kuat adanya kolusi yang melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta pihak-pihak terkait lainnya.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan keterangan narasumber yang paham seluk-beluk proyek namun enggan disebutkan identitasnya, terdapat ketidakwajaran yang mencolok antara apa yang tertulis dalam kontrak dengan realita di lapangan.

Narasumber mengaku geram melihat praktik yang terjadi. Menurutnya, spesifikasi alat yang digunakan di lapangan sangat jauh berbeda dengan yang tercantum dalam dokumen tender dan Surat Izin Layak Operasi (SILO).

 

“Secara prosedur itu sudah salah di situ. Harusnya antara di lapangan dan apa yang ditentukan itu harus sama. Tipenya sama, kekuatan alatnya (HP) berapa, semuanya harus jelas. Kalau alat tidak sesuai dengan dukungan lelang, itu proyeknya harusnya bubar Pak,” ungkap sumber, dikutip Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Manajerial dilingkungan Kanwil Ditjenpas Banten.

Lebih jauh, sumber tersebut menuding PPK selaku penanggung jawab proyek justru “ikut bermain” dan menutup mata.

 

“Ini mah sudah bisa dipastikan bahwa ini memang tidak sesuai ini Bos. PPK juga ikut bermain ya Bos. Itu tanda tidak baik. Ini PPK yang kurang ajar gitu loh Pak. Itu PPK itu bebeknya Pak,” tegasnya.

 

Dalam mekanisme tender, pemenang dipilih berdasarkan kemampuan alat dan sumber daya yang ditawarkan. Disebutkan bahwa alat yang seharusnya dipakai memiliki spesifikasi tertentu, misalnya dengan tenaga 170 KN, namun yang turun di lapangan justru alat lain.

 

“Yang ditentukan kan butuh kekuatan misalnya 170 KN gitu kan. Nah kita yang sesuai alatnya makanya bisa menang. Ternyata di lapangan ko beda. Nomor serinya pun beda, alat yang dipakai sekarang beda dari waktu tender. Itu kan penguat bahwa memang tidak sesuai speck,” jelasnya.

Baca Juga :  Tutup Kegiatan Porsenap, Rutan Kelas I Tangerang Bagikan Hadiah Lomba kepada Warga Binaan

 

Sumber menegaskan, seharusnya kondisi seperti ini bisa digugat oleh pihak lain yang mengikuti tender. Namun anehnya, proyek ini tetap berjalan mulus seolah ada pengaturan khusus.

 

Melihat berbagai indikasi pelanggaran mulai dari administrasi, spesifikasi alat, hingga dugaan kolusi, narasumber menilai praktik ini sudah mengarah pada penipuan dalam pengelolaan anggaran negara.

 

“Kalau sudah begini, bagusnya kalau sudah berjalan lambat dan tidak sesuai spek, ini diduga penipuan proyek Pak. Kita orang profesional, di situ semua udah salah. Saya mendukung supaya pihak Mencon menarik, kalau alatnya tidak sesuai spek ya bubar saja proyeknya. Jangan sampai uang negara habis, tapi hasilnya tidak standar,” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Liputan4.com masih berusaha menghubungi pihak terkait termasuk PPK dan penyedia jasa untuk meminta konfirmasi terkait dugaan ini, namun belum mendapatkan jawaban resmi.

 

TIM

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga
Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum Gerhana Indonesia Minta APH Bertindak Tegas Jika Ada Pelanggaran Hukum dalam Aksi Demo di PT PEMI AW
Wabup Intan Resmikan Perpustakaan Modern Kelapa Dua, Dorong Budaya Literasi dan Inovasi Masyarakat
RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Jadi Percontohan Urban Farming di Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:39 WIB

Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB