Pasar Lama Kota Tangerang: Antara Warisan Sejarah dan Simpang Siur Permasalahan 

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Tangerang | MataRakyat.Online — Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sisi kiri Pasar Lama Kota Tangerang oleh PT Tangerang Nusantara Global (TNG) kembali memicu polemik. Upaya ini, yang bertujuan untuk menjamin kelancaran jalur evakuasi bagi kendaraan darurat, disambut dengan reaksi beragam dari para pedagang, Selasa (16/12/2025).

‎Suara Kontra: Inkonsistensi dan Diskriminasi

‎Para pedagang yang terdampak merasa kebijakan ini tidak adil dan tidak konsisten. Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, yang telah berjualan selama empat tahun, mempertanyakan mengapa gerobak dilarang sementara parkir motor diizinkan di jalur yang sama.

‎”Kenapa berjualan tidak boleh, tapi parkir motor boleh? Gerobak kami lebih mudah digeser daripada motor yang dikunci stang. Justru motor yang menghambat, tapi kami yang dilarang,” ungkapnya.

Baca Juga :  KLH Tak Pandang Bulu: Pabrik Kertas Karawaci Jadi Sasaran Penertiban

‎Abuy, pedagang senior yang telah berjualan sejak 2012 dan mantan mitra PT TNG, mempertanyakan dasar hukum penertiban yang dianggapnya parsial. “Perda melarang berjualan di bahu jalan, tanpa menyebut sisi kiri atau kanan. PT TNG membuat aturan yang menyalahi Perda. Kontribusi PT TNG untuk Pasar Lama itu apa? Dulu ada tenda sponsor dari Le Minerale yang malah dijual ke pedagang,” kritiknya, berharap adanya dialog terbuka.

‎Roy, seorang juru parkir, menambahkan bahwa simulasi sebelumnya menunjukkan jalur evakuasi tetap berfungsi meski ada pedagang di sisi kiri, berkat koordinasi antara PKL, juru parkir, warga, dan pengamen.

Baca Juga :  Rutan Tangerang Gelar Sidang TPP Pengangkatan Tamping dan Usulan Hak Integrasi Warga Binaan

‎Suara Dukungan: Prioritas Keselamatan

‎Putra, pedagang sejak 2018, sangat mendukung penertiban ini. Ia menekankan bahwa jalur evakuasi adalah kebutuhan mendesak yang diminta warga. “Kami harus mengikuti aturan. Penertiban selalu gagal, tapi sekarang berhasil. Sosialisasi sudah lama dilakukan. Sebagian pedagang menolak relokasi dengan alasan sepi, padahal mereka menyerobot jalur evakuasi. Itu kan serakah,” tegas Putra.

‎Tindak Lanjut: Mencari Solusi Adil

‎Penertiban ini menunjukkan komitmen PT TNG terhadap keselamatan publik. Namun, kritik tentang inkonsistensi perlakuan terhadap parkir motor dan transparansi pengelolaan aset sponsor perlu dijawab. Diharapkan PT TNG membuka ruang diskusi untuk mencari solusi permanen yang adil bagi semua pihak, tanpa mengorbankan fungsi jalur evakuasi.

Penulis : Dadan

Editor : Herman

Berita Terkait

Detik detik Truk Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tangerang, Kapolres Tegaskan Penyelidikan Penyebab Kecelakaan
KLH Tak Pandang Bulu: Pabrik Kertas Karawaci Jadi Sasaran Penertiban
BTN Dukung Prajurit TNI Yonif 203, Green Cisoka Residence Beri DP Gratis dan Biaya Administrasi  
Dari Pasar untuk Rakyat: Wamenkes Luncurkan Pos Kesehatan Merah Putih, Tangerang Percontohan Nasional
Kolaborasi Pembinaan Berbuah Hasil, Panen Pakcoy Rutan Tangerang Tembus 11,5 Kg
Kebakaran Gudang Kimia di Tangerang Selatan Cemari Sungai Cisadane, PDAM Hentikan Layanan Sementara
Rutan Kelas I Tangerang Raih Penghargaan Kualitas Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik dari Ombudsman RI Banten
Rutan Kelas I Tangerang Teken PKS dengan 9 Mitra Strategis

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 00:59 WIB

Detik detik Truk Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tangerang, Kapolres Tegaskan Penyelidikan Penyebab Kecelakaan

Minggu, 15 Februari 2026 - 23:53 WIB

KLH Tak Pandang Bulu: Pabrik Kertas Karawaci Jadi Sasaran Penertiban

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:24 WIB

BTN Dukung Prajurit TNI Yonif 203, Green Cisoka Residence Beri DP Gratis dan Biaya Administrasi  

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:08 WIB

Dari Pasar untuk Rakyat: Wamenkes Luncurkan Pos Kesehatan Merah Putih, Tangerang Percontohan Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:10 WIB

Kolaborasi Pembinaan Berbuah Hasil, Panen Pakcoy Rutan Tangerang Tembus 11,5 Kg

Berita Terbaru