TANGERANG | MataRakyat.Online – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Upacara Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspemkab), Kamis (23/7/2026) pagi.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi & Bangun Masa Depan”, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan diikuti sekitar 2.000 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal bertindak sebagai Pembina Apel Akbar yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Tangerang Kombes Pol. Indra Waspada, perwakilan Kodim 0510/Tigaraksa, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) H. Asep Suherman, kepala perangkat daerah, para guru, orang tua, serta tamu undangan lainnya.
Komitmen Membangun Generasi Masa Depan
Dalam amanatnya, Bupati Maesyal mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.
“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa dan calon pemimpin di masa yang akan datang. Pemkab Tangerang terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap masa depan anak-anak. Langkah nyata yang terus kita tingkatkan di antaranya program sekolah gratis SD dan SMP swasta secara bertahap, penambahan bus sekolah, hingga penyediaan sarana perpustakaan dan ruang bermain anak di setiap kecamatan,” ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini. Karena itu, investasi terbaik adalah memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan lingkungan yang aman.
HAN 2026 Dikemas Lebih Inovatif
Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, H. Asep Suherman, menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dikemas dengan konsep yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak dilaksanakan di dalam gedung, tahun ini seluruh rangkaian dipusatkan di ruang terbuka melalui Apel Akbar yang melibatkan ribuan anak.
“Tahun ini kita kemas menjadi sesuatu yang baru. Selain menampilkan kreativitas anak-anak berprestasi, kami menghadirkan parade profesi seperti pilot, TNI, Polri, dokter, dan profesi lainnya agar anak-anak memiliki wawasan yang lebih luas serta termotivasi meraih cita-citanya,” kata Asep.
Sepuluh Gelar Seru Warnai Hari Anak Nasional
Puncak peringatan HAN 2026 yang diinisiasi DP3A Kabupaten Tangerang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif melalui 10 Gelar Seru, yaitu: Gelar Apel Akbar, Gelar, Kreativitas Anak, Gelar Karya., Gelar Parade Profesi, Gelar Permainan Tradisional, Gelar Permainan Edukasi., Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis., Gelar Pelayanan Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), Gelar Literasi, Gelar Kuliner atau Makanan Tradisional.
Selain itu, sebelumnya DP3A juga telah menyelenggarakan berbagai perlombaan bagi anak-anak. Para pemenang menerima piala dan penghargaan yang diserahkan secara simbolis pada puncak acara.
Wujudkan Kabupaten Layak Anak
Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat berbagai program untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA), antara lain melalui peningkatan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, pengembangan ruang bermain ramah anak, serta pemenuhan hak-hak sipil anak seperti kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).
Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana anak-anak saat ini akan menjadi generasi produktif dan pemimpin bangsa pada masa mendatang.
Sinergi Semua Pihak
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Tangerang mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat hingga pemerintah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, serta bebas dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, dan diskriminasi terhadap anak.
Perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, berkreasi, dan meraih cita-cita.
Perspektif Mata Rakyat
Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak sebagaimana diamanatkan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak. Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui berbagai program konkret menunjukkan bahwa investasi pada anak adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Keberhasilan mewujudkan generasi unggul tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, media, dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, serta mendukung tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









