MataRakyat.Online | TANGSEL – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan, seluruh persiapan pelaksanaan kurban di Kota Tangsel, telah dilakukan secara matang.
Persiapan tersebut mencakup distribusi hewan kurban, pemeriksaan lokasi pemotongan, hingga pengawasan kesehatan hewan kurban.
Benyamin mengatakan, dirinya akan melaksanakan salat Idul Adha di Islamic Centre Tangsel, sementara Wakil Wali Kota dijadwalkan melaksanakan salat di kawasan Masjid Jami’ Al-I’tishom.
Setelah pelaksanaan shalat Idul Adha, Benyamin menyebut, Pemkot Tangsel akan langsung mendistribusikan hewan kurban kepada para penerima.
“Saya Idul Adha shalat di Islamic Centre sedangkan wakil di ITI Somang, kemudian setelah itu kita distribusikan hewan kurban,” kata Benyamin, saat ditemui usai Pelantikan Pengurus Kota Tangerang Selatan Indonesia Beladiri Campur Amatir Mixed Martial Arts, di Gedung Koni Tangsel, Pondok Karya, Pondok Aren, Senin 25 Mei 2026.
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Benyamin mengatakan, Pemkot Tangsel juga menyiapkan sistem pembagian daging kurban yang lebih ramah lingkungan.
Nantinya, masyarakat penerima daging kurban akan mendapatkan wadah berbahan kain dan besek bambu sebagai pengganti kantong plastik.
“Dalam pembagian kepada penerimanya itu kita sudah punya goodie bag seperti kain yang nanti akan dibagikan dari bagian umum. Tapi kita juga ada pengadaan besek bambu. Yang ingin saya sampaikan di sini, jangan pakai plastik deh,” terangnya.
Menurutnya, penggunaan goodie bag dan besek bambu diharapkan dapat mengurangi penggunaan sampah plastik sekaligus memberi manfaat tambahan bagi masyarakat karena bisa digunakan kembali untuk kebutuhan lain.
Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga memastikan proses penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai standar kesehatan dan syariat Islam. Para juru sembelih halal (Juleha) yang bertugas telah mendapatkan pelatihan khusus sebelum turun ke lapangan.
“Untuk pemotongannya atau tukang sembelihnya itu sudah kita latih melalui Juleha (Juru Sembelih Halal),” ungkapnya.
Tidak hanya itu, lokasi pemotongan hewan kurban dan tempat penjualan hewan juga telah diperiksa oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangsel guna memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak.
“Kemudian tempat pemotongannya nanti sudah diinspeksi, kemudian juga tempat-tempat penjualannya sudah dicek oleh teman-teman Dinas Pertanian. Insya Allah semua berjalan lancar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Tangsel, Rizqiyah menjelaskan, bahwa besek bambu dan kantong pengganti plastik akan dibagikan bersamaan dengan penyaluran hewan kurban kepada penerima.
“Penyalurannya ke penerima hewan kurban. Jadi saat penyerahan sapi atau kambing, sekalian diberikan kantong pengganti plastiknya juga,” ujar Rizqiyah.
Rizqiyah menyebut, jumlah wadah ramah lingkungan yang disiapkan mencapai sekitar seribu besek bambu dan lima ribu kantong pengganti plastik. Namun, jumlah pembagiannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Variatif. Ada yang 50, ada yang 100, ada juga yang 150. Karena angkanya masih bergerak, otomatis perhitungannya juga berubah. Jadi mungkin tidak semuanya sesuai harapan,” jelasnya.
Rizqiyah juga mengungkapkan, hingga saat ini jumlah hewan kurban yang tercatat di lingkungan Pemkot Tangsel mencapai 35 ekor sapi dan 60 ekor kambing.
“Kalau sapinya masih 35 ekor, sementara kambing sekarang jadi 60 ekor,” tutupnya.
Penulis : JP
Editor : Redaksi









