Bantahan Tajam DPC Demokrat : Tuduhan Korupsi Hanya Opini Tak Berdasar, Siap Somasi

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG  | MataRakyat.Online – DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang angkat bicara dan membantah tegas sejumlah isu yang beredar di ruang publik, yang menuding dua kadernya—Nonce Thendean dan Aida Hubaedah—terlibat dugaan korupsi dana Pokok Pikiran (Pokir), penyalahgunaan dana hibah, dan pembangunan fasilitas di atas tanah pribadi. Ketua DPC, M. Nawa Said Dimyati, menegaskan seluruh program berjalan sesuai koridor hukum, transparan, dan berstatus clear and clean.

 

Pernyataan ini disampaikan Cak Nawa—sapaan akrabnya—usai melakukan pengecekan internal dan menerima pemberitahuan rencana unjuk rasa terkait isu tersebut. Dua kader yang disorot adalah Nonce Thendean (Dapil V) yang dikaitkan dengan dugaan korupsi dana hibah mobil siaga senilai sekitar Rp1,5 miliar, serta Aida Hubaedah (Dapil II) yang dituding menyalahgunakan wewenang membangun fasilitas senilai sekitar Rp1,2 miliar di lahan milik pribadi.

 

“Sudah kami kroscek mendalam. Tidak ada satu pun bukti kuat yang menunjukkan kader kami melakukan tindak pidana. Semua usulan, hibah, hingga pelaksanaannya sudah sesuai regulasi, diaudit Inspektorat, BPK, dan BPKP dengan hasil bersih. Tuduhan ini sangat tendensius dan tidak berdasar,” tegas Nawa di kantor DPC Demokrat, Jumat (22/5/2026).

 

Dalam penjelasannya, Nawa menegaskan pemahaman publik perlu diperbaiki. Pokir bukanlah dana tunai yang dipegang atau dikelola langsung oleh anggota dewan, melainkan usulan program fisik maupun nonfisik dari masyarakat yang disampaikan saat masa reses.

Baca Juga :  Suara Perempuan untuk Masa Depan Bangsa Menggema di Lapas Kelas I Tangerang

 

Alur penganggarannya pun berlapis dan tersistem lewat SIPD: mulai verifikasi Bappeda, masuk ke Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), pembahasan KUA-PPAS, hingga penetapan APBD. Eksekusi dan pengelolaan anggaran sepenuhnya menjadi ranah dinas atau instansi teknis, sementara DPRD berperan mengusulkan dan mengawasi.

 

“Prosesnya sangat ketat, tidak ada celah penyimpangan. Kalau hasil audit lembaga negara bersih, mana dasar tuduhan itu berasal?” tandasnya.

 

Terkait Nonce Thendean dan isu mobil siaga (2018–2019), Demokrat meluruskan bahwa itu adalah program Pemkab Tangerang yang diusulkan hampir seluruh anggota dewan lewat skema hibah daerah. Setelah Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ditandatangani Bupati, kendaraan lengkap dokumen langsung diserahkan ke kelompok penerima manfaat—sehingga tak ada kaitan lagi dengan anggota dewan.

 

“Ada tuduhan lucu: dikatakan kami gelapkan dana perawatan. Padahal anggaran perawatan sama sekali tidak ada. Kalau warga syukuran dan undang dewan potong pita, itu hal biasa. Bahkan saat ada pengurus yang tidak amanah dan mobil sempat pindah tangan, kader kami justru bantu tarik kembali. Sampai sekarang kendaraannya masih ada di warga,” jelas Nawa.

Baca Juga :  H+3 Lebaran, Kunjungan di Rutan Tangerang Meningkat, 215 Warga Binaan Dikunjungi Keluarga

 

Sementara untuk kasus Aida Hubaedah yang dituding membangun masjid di tanah pribadi, fakta sebaliknya: dana hibah APBD digunakan untuk pembangunan gedung yayasan, bukan masjid. Lahan yayasan tersebut berhimpitan dengan tanah pribadi kader partai; justru Aida menghibahkan sebagian tanah miliknya sendiri agar yayasan tersebut bisa diperluas.

 

“Pemda dan SKPD tidak mungkin mengeksekusi kalau melanggar aturan. Tuduhan itu terbalik faktanya,” tegasnya.

 

Pihak Demokrat menilai pemberitaan dan narasi yang berkembang merupakan bentuk pembunuhan karakter yang merugikan nama baik partai dan kadernya. Oleh karena itu, DPC kini tengah menyiapkan langkah hukum.

 

“Kami awali dengan somasi resmi ke pihak-pihak penyebar informasi keliru. Jika tak ada tanggapan atau perbaikan, kami teruskan ke jalur pidana. Demokrasi butuh kritik, tapi harus berbasis data dan aturan main pemerintahan yang benar. Kami harap mereka segera sadar dan hentikan penyebaran sesat ini,” pungkas Nawa.

 

Meski dihantam isu, Fraksi Demokrat di DPRD Kabupaten Tangerang dipastikan tetap fokus menjalankan fungsi pengawasan dan aspirasi masyarakat di dapil masing-masing.

Penulis : Dony

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga
Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Ketum Gerhana Indonesia Minta APH Bertindak Tegas Jika Ada Pelanggaran Hukum dalam Aksi Demo di PT PEMI AW
Wabup Intan Resmikan Perpustakaan Modern Kelapa Dua, Dorong Budaya Literasi dan Inovasi Masyarakat
RW 17 Bojong Nangka Bentuk Kelompok Wanita Tani, Siap Jadi Percontohan Urban Farming di Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Tangerang Resmikan Cek Kesehatan Gratis di SMKN 2, Investasi Nyata Menuju Generasi Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:39 WIB

Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 23:52 WIB

Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pemkab Tangerang Hadirkan Warung Tekan Inflasi, Sembako Bersubsidi 45 Persen untuk Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:27 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB