Desa Berpeluang Raih Pendanaan Hingga Rp2,5 Miliar, Kemendes Gandeng World Bank Luncurkan Program SEHATI
MataRakyat.online | SERANG – Pemerintah terus memperkuat strategi pembangunan dari desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), pemerintah resmi meluncurkan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (SEHATI) bekerja sama dengan World Bank (Bank Dunia), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, mendorong ekonomi hijau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Program nasional tersebut resmi dimulai (kick off) di Provinsi Banten pada Selasa (30/6/2026), dengan melibatkan sekitar 600 kepala desa dari berbagai kabupaten dan kota. Peluncuran ini menjadi langkah awal implementasi program yang diharapkan mampu memperkuat peran desa sebagai pusat produksi pangan berbasis potensi lokal.
Dalam pelaksanaannya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diposisikan sebagai motor penggerak utama. Setiap desa didorong memetakan potensi unggulan di wilayahnya, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga komoditas lokal lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, , menegaskan bahwa Program SEHATI dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga World Bank.
“Kita juga menggandeng kampus dan BRIN untuk menciptakan inovasi dan pengembangan teknologi guna memaksimalkan potensi pangan lokal di desa,” ujar Yandri.
Menurutnya, tujuan utama program ini bukan hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil produksi, peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan (packaging), hingga memperluas akses pasar.
“Kalau selama ini kita sudah mulai menuju swasembada beras dan jagung, ke depan kita juga ingin menuju swasembada protein, seperti ikan dan komoditas lainnya,” katanya.
Pendanaan Berdasarkan Proposal BUMDes
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian dalam Program SEHATI adalah peluang pendanaan bagi desa.
Yandri menjelaskan, setiap desa dapat mengajukan proposal pengembangan potensi pangan lokal melalui BUMDes. Besaran pendanaan akan disesuaikan dengan kelayakan proposal yang diajukan, dengan pagu maksimal mencapai Rp2,5 miliar untuk setiap desa.
“Pagunya maksimal Rp2,5 miliar. Besarannya tergantung proposal yang diajukan BUMDes, rasionalitas program, serta dapat dipertanggungjawabkan. Ini berada di luar Dana Desa,” jelasnya.
Dengan demikian, tidak seluruh desa otomatis memperoleh pendanaan maksimal tersebut. Nilai bantuan akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap proposal dan rencana bisnis yang diajukan.
Kolaborasi dengan BRIN Perkuat Inovasi Desa
Dalam kesempatan yang sama, Kemendes PDT juga menandatangani nota kesepahaman dengan yang diwakili Kepala BRIN, .
Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat riset, inovasi, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembangunan desa, khususnya pengembangan pangan lokal yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing produk desa sehingga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
World Bank Dukung Pengembangan Potensi Desa
Senior Specialist Development World Bank, , menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama Kemendes PDT.
Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
“Kita mengupayakan optimalisasi pengembangan potensi-potensi desa agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Mewujudkan Asta Cita Presiden
Program SEHATI juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden , khususnya poin keenam yang menitikberatkan pembangunan dimulai dari desa dan masyarakat akar rumput sebagai strategi pemerataan ekonomi nasional serta percepatan pengentasan kemiskinan.
Melalui penguatan BUMDes, peningkatan kualitas produk lokal, pemanfaatan teknologi, hingga pembukaan akses pasar ekspor, pemerintah berharap desa tidak lagi hanya menjadi lokasi produksi bahan mentah, tetapi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Mata Rakyat Online menilai Program SEHATI menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal. Namun, keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan desa, kapasitas pengelolaan BUMDes, transparansi penggunaan anggaran, serta pendampingan yang berkelanjutan agar setiap rupiah yang diinvestasikan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









