TANGSEL | MataRakyat.Online – Uji coba pupuk bio-organik asal Singapura di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hasil panen bawang yang lebih besar dan tumbuh baik di dataran rendah.
Hal ini, membuat, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie tertarik menjajaki kerjasama lebih lanjut. Ia mengatakan, kegiatan panen bawang tersebut merupakan bagian dari penjajakan kerja sama penggunaan pupuk bio-organik yang diperkenalkan oleh Bio Ark Global, perusahaan Bioteknologi Iklim dan Agri-Tech asal Singapura.
Menurutnya, hasil uji coba yang dilakukan sejauh ini cukup memuaskan. Bahkan, tanaman bawang yang umumnya sulit tumbuh optimal di wilayah dataran rendah dengan cuaca panas mampu menghasilkan panen yang baik.
“Dalam rangka penjajakan kerja sama. Ternyata produksinya hasilnya lebih baik. Bawangnya lebih besar,” kata Benyamin, usai menghadiri panen Hasil Demplot Bawang Merah Varietas Batu Dan Pasar Murah Hasil Bumi Di Balai Penyuluhan Pertanian, Jombang, Ciputat, Selasa 9 Juni 2026.
Benyamin mengaku, terkesan dengan hasil yang diperoleh, kondisi geografis Tangsel dinilai tidak ideal untuk budidaya bawang.
“Bawang yang semestinya sulit tumbuh di daerah seperti kita, ternyata produksinya sangat bagus sekali,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Benyamin, Pemkot Tangsel melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan akan mempelajari lebih lanjut penggunaan pupuk tersebut.
Jika hasilnya terus positif, kerja sama dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas. “Ke depan, dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, kita akan coba jajaki kerja sama penggunaan pupuk yang diperkenalkan ini,” ucapnya.
Saat ini, Benyamin menjelaskan, uji coba baru dilakukan pada tanaman bawang. Sementara itu, komoditas lain seperti cabai masih belum masuk tahap pengujian.
“Iya, baru diuji coba untuk bawang aja, cabai belum,” katanya.
Lebih lanjut, Benyamin menilai, pupuk tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat apabila manfaatnya terus terbukti melalui berbagai uji lapangan.
“Kalau ini berhasil, nanti pupuk yang digunakannya ini bisa kita produksi cukup banyak di sini dan kita sebarkan ke masyarakat,” ujarnya.
Maka itu, Benyamin berharap, langkah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dari hasil pertanian lokal.
“Supaya Tangsel, konsumsi rumah tangganya bisa dipenuhi sendiri,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok wanita tani juga dihadirkan untuk melihat langsung hasil demonstrasi penggunaan pupuk pada tanaman bawang.
Sementara itu, Co-founder dan CEO Bio Ark Global, Matthew Edward Loh menjelaskan, bahwa produk yang digunakan dalam demonstrasi tersebut bernama Activate dengan merek Bio-On.
“Ini adalah pupuk bio-organik. Pada dasarnya, pupuk ini memiliki manfaat nutrisi seperti pupuk kimia,” kata Matthew.
Menurutnya, produk tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Singapura. Selain membantu pertumbuhan tanaman, pupuk itu juga dirancang untuk meningkatkan kualitas tanah.
“Kami memasukkan mikroba ke dalamnya. Yang paling penting adalah tanahnya, yang akan membantu tanah menjadi lebih baik sehingga para petani nantinya akan mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Matthew, pupuk tersebut diklaim mampu membantu tanaman menghadapi dampak perubahan iklim yang kini semakin terasa.
“Produk ini terbukti dapat menahan kelembaban sekitar 10 hingga 20 persen. Produk ini juga dapat mempertahankan nutrisi lebih dari 10 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan menjaga kelembaban dan nutrisi tersebut membuat tanaman lebih tahan menghadapi cuaca panas, kekeringan, maupun banjir.
Karena itu, ia berharap hasil demonstrasi di Tangsel dapat menjadi awal kerja sama yang lebih luas sekaligus membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
“Pupuk ini dapat bekerja jauh lebih baik daripada pupuk organik biasa dan pupuk kimia,” pungkasnya.
Penulis : JP
Editor : Redaksi









