Mimpi Arsenal Kembali Pupus, PSG Angkat Trofi Liga Champions Usai Adu Penalti Dramatis

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEPAK BOLA | MataRakyat.Online – Mimpi Arsenal untuk mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub kembali harus tertunda. Setelah berjuang tanpa kenal lelah selama 120 menit, The Gunners akhirnya tumbang di hadapan PSG melalui drama adu penalti yang penuh ketegangan pada final Liga Champions 2025/2026 di Budapest.

Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal tampil dengan semangat tinggi. Bahkan, baru enam menit pertandingan berjalan, Kai Havertz berhasil membawa wakil Inggris tersebut unggul lebih dulu.

Gol cepat itu membuat ribuan pendukung Arsenal yang memadati stadion bersorak penuh harapan. Untuk sesaat, mimpi menorehkan sejarah terasa begitu dekat.
Meski tertinggal, PSG tidak kehilangan ketenangan.

Tim asuhan Luis Enrique tetap memainkan permainan khas mereka dengan penguasaan bola yang dominan. Serangan demi serangan terus dilancarkan, sementara Arsenal memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat.
Upaya PSG akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65.

Setelah wasit menunjuk titik putih, Ousmane Dembélé yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan David Raya dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut tidak hanya menghidupkan kembali harapan PSG, tetapi juga mengubah arah pertandingan.

Setelah itu, duel berlangsung semakin sengit. Arsenal bertahan mati-matian menghadapi tekanan tanpa henti dari PSG. Di sisi lain, Les Parisiens terus berusaha mencari gol kemenangan.

Namun, hingga waktu normal berakhir dan dilanjutkan ke babak tambahan, skor tetap tidak berubah.

Memasuki perpanjangan waktu, kedua tim tampak lebih berhati-hati. Kelelahan mulai terlihat, tetapi semangat untuk menjadi juara membuat para pemain terus berjuang.

Meski sejumlah peluang tercipta, tidak satu pun yang mampu mengubah papan skor. Akhirnya, laga harus ditentukan melalui adu penalti.

Baca Juga :  48 Negara, Satu Trofi! Adu Genius Para Pelatih Bakal Jadi Sorotan Piala Dunia 2026

Ketegangan pun mencapai puncaknya.
Sebagai penendang pertama PSG, Goncalo Ramos tampil tenang. Ia mengirim bola ke sisi kanan gawang dan berhasil mengecoh David Raya.

Tidak lama kemudian, Viktor Gyokeres yang menjadi eksekutor pertama Arsenal membalas dengan sempurna. Tendangan mendatarnya ke arah kanan gagal dihentikan Matvey Safonov. Skor pun menjadi 1-1.

Pada giliran kedua, Désiré Doué kembali membawa PSG unggul setelah sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, Eberechi Eze justru gagal memanfaatkan kesempatan emas.

Tendangannya melebar tipis dari sasaran, meskipun Safonov sudah salah langkah. PSG pun memimpin 2-1 dan mulai berada di atas angin.

Namun, Arsenal belum menyerah. Pada tendangan ketiga, David Raya tampil sebagai penyelamat dengan menggagalkan eksekusi Nuno Mendes.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Declan Rice yang dengan penuh keyakinan mengirim bola ke dalam gawang PSG. Kedudukan kembali imbang 2-2 dan asa Arsenal kembali menyala.

Drama terus berlanjut pada ronde keempat. Achraf Hakimi dengan tenang mengecoh Raya dan membawa PSG kembali unggul. Akan tetapi, Gabriel Martinelli mampu menjaga harapan Arsenal setelah menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor kembali sama kuat 3-3.

Situasi kemudian menjadi semakin menegangkan saat memasuki tendangan kelima. Beraldo yang dipercaya sebagai algojo terakhir PSG menunjukkan mental luar biasa.

Bek asal Brasil itu mengirim bola ke pojok kanan gawang tanpa mampu dijangkau Raya. PSG unggul 4-3 dan hanya berjarak satu langkah dari trofi.

Seluruh harapan Arsenal kini berada di pundak Gabriel Magalhaes.
Bek asal Brasil itu berjalan menuju titik putih dengan tekanan yang begitu besar. Jika berhasil mencetak gol, Arsenal masih memiliki peluang untuk bertahan.

Baca Juga :  Adu Otak di Final Liga Champions! Luis Enrique vs Arteta, Siapa Raja Taktik Eropa?

Sebaliknya, jika gagal, trofi akan menjadi milik PSG. Gabriel kemudian mengambil ancang-ancang dan melepaskan tendangan keras. Namun, bola justru melambung tinggi di atas mistar gawang.

Seketika stadion bergemuruh, para pemain PSG langsung berlari ke lapangan, saling berpelukan dan merayakan kemenangan yang telah mereka perjuangkan sepanjang musim.

Tangis kebahagiaan pecah di kubu Les Parisiens. Di tengah lapangan, para pemain dan staf pelatih larut dalam euforia setelah berhasil mempertahankan mahkota Eropa.

Sebaliknya, suasana berbeda terlihat di sisi Arsenal. Sejumlah pemain terduduk lemas di atas rumput. Ada yang menundukkan kepala, ada pula yang menatap kosong ke arah tribun.

Mereka telah berjuang sejauh ini, sempat unggul, bahkan nyaris menyentuh sejarah. Namun, pada akhirnya impian itu kembali sirna tepat di depan mata.

PSG pun memastikan diri sebagai juara Liga Champions 2025/2026 setelah menang 4-3 dalam adu penalti, menyusul hasil imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan.

Bagi PSG, malam di Budapest menjadi simbol kejayaan, ketangguhan mental, dan pembuktian sebagai salah satu kekuatan terbesar di Eropa.

Sementara bagi Arsenal, malam itu akan selalu dikenang sebagai kisah tentang harapan yang sempat terasa begitu dekat, tetapi kembali terlepas sesaat sebelum mereka berhasil menggenggam sejarah.

Sebuah akhir yang manis bagi PSG, sekaligus luka yang akan lama membekas bagi Arsenal dan jutaan pendukungnya di seluruh dunia.

Penulis : JP

Editor : REDAKSI

Berita Terkait

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026
Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal
Jalan Menuju Final Makin Panas! Prancis, Brasil, hingga Argentina Berebut Tiket Semifinal
Tangsel Kirim Srikandi Sepak Bola ke Swedia, Benyamin: Jangan Takut Nama Besar Lawan!
14 Tahun YONEX Championship, Komitmen Mencetak Juara Dunia dari Indonesia
Babak I FIFA Matchday: Gol Cepat Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Unggul Atas Mozambik
Masterclass Taktis Herdman dan Sihir Audero: Indonesia Hancurkan Kutukan 38 Tahun Atas Oman
Daftar Resmi UEFA Dirilis! Real Madrid Raja Eropa, Manchester United Terlempar ke Posisi 20

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Terbaru, Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:53 WIB

Jalan Menuju Final Makin Panas! Prancis, Brasil, hingga Argentina Berebut Tiket Semifinal

Senin, 29 Juni 2026 - 15:22 WIB

Tangsel Kirim Srikandi Sepak Bola ke Swedia, Benyamin: Jangan Takut Nama Besar Lawan!

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:07 WIB

14 Tahun YONEX Championship, Komitmen Mencetak Juara Dunia dari Indonesia

Berita Terbaru

Internasional

Shin Tae-Yong Yakin Garuda Bisa Ukir Sejarah Di Piala AFF 2026

Sabtu, 1 Agu 2026 - 15:21 WIB