Gunung Anak Krakatau Level III, FORMASI Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, MataRakyat.Online – Forum Media dan LSM Independen (FORMASI) mengimbau masyarakat di wilayah Banten, termasuk Tangerang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut menyusul aktivitas vulkanik gunung api yang masih berstatus Level III atau Siaga.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam, sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Aktivitas erupsi kembali teramati pada 6 September 2026 pukul 03.53 WIB.

 

PVMBG menyebut potensi erupsi susulan masih perlu diwaspadai. Potensi bahaya antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila terjadi kembali erupsi menerus.

 

Pemerintah juga tetap memberlakukan rekomendasi keselamatan agar masyarakat, wisatawan maupun nelayan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

BMKG Pantau Sebaran Abu Vulkanik

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi dan dampaknya terhadap atmosfer.

Berdasarkan analisis citra satelit pada 6 September 2026 pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Tangerang Raih Tiga Penghargaan Pengelolaan Keuangan Tahun Anggaran 2025

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan bahwa sebaran abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan perairan sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi, terutama terkait arah sebaran abu dan kondisi atmosfer.

 

FORMASI: Jangan Panik, Tetap Waspada

Ketua Umum FORMASI, Junaedi, mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, kewaspadaan dan langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Kami mengajak seluruh warga memastikan diri dan keluarga dalam keadaan aman. Jangan panik, tetapi tetap tingkatkan kewaspadaan. Jika terdapat paparan abu vulkanik, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker, terutama masker N95 yang terpasang rapat menutupi hidung dan mulut, untuk membantu mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan,” ujar Junaedi.

Baca Juga :  Jembatan Kampung Ilat Pasar Kemis Roboh Dua Tahun, Warga Desak Pemkab Tangerang Segera Bangun Kembali

Menurutnya, perlindungan terhadap kesehatan perlu menjadi perhatian, terutama ketika masyarakat berada di wilayah yang mengalami paparan abu vulkanik.

“Selain menggunakan masker, masyarakat juga perlu menutup pintu dan jendela rumah, melindungi mata, serta menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Bagi pengendara, tingkatkan kehati-hatian karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang dan kondisi permukaan jalan,” lanjutnya.

Junaedi juga meminta masyarakat tidak menyebarluaskan informasi mengenai erupsi yang belum terverifikasi.

“Informasi kebencanaan harus disampaikan secara bertanggung jawab. Masyarakat jangan panik karena informasi yang tidak benar, tetapi juga jangan menganggap remeh peringatan pemerintah,” tegasnya.

 

Utamakan Informasi Resmi

FORMASI mengajak masyarakat mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi PVMBG, BMKG dan pemerintah daerah.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya serta mematuhi setiap arahan petugas di lapangan.

Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau, FORMASI menilai kolaborasi pemerintah, media dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan informasi kebencanaan tersampaikan secara cepat, akurat dan tidak menimbulkan kepanikan.

 

MataRakyat.Online | Aktual, Faktual, Lugas, Berimbang, Edukatif dan Inspiratif.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Kering Terbakar di Curug Kulon, Polisi dan Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas
Gerak Cepat Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Mayat Perempuan di Jalur Naga, Masyarakat Apresiasi, Satu Terduga Pelaku Diamankan
Bukan Sekadar Seremonial, FORMASI Bagikan 2.600 Masker kepada Warga Kelapa Dua
Peduli Kesehatan Masyarakat, H. Wawan Sumarwan Bagikan Ribuan Masker Gratis di Jambe
Karhutla Gunung Semeru Meluas, 160 Hektare Terbakar dan Dua Helikopter Dikerahkan
RNews gelar Harlah ke-4 bersama Anak Yatim dan Rapat kerja 
KBL Group Rayakan HUT ke-81 RI, Pererat Kekompakan dan Semangat Nasionalisme Karyawan
Gebyar HUT RI ke-81 di Bulak Santri, Warga RW 05 Semarakkan Kemerdekaan dengan Olahraga dan Kebersamaan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 02:34 WIB

Tumpukan Sampah Kering Terbakar di Curug Kulon, Polisi dan Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

Kamis, 17 September 2026 - 17:04 WIB

Gerak Cepat Polsek Kelapa Dua Ungkap Kasus Mayat Perempuan di Jalur Naga, Masyarakat Apresiasi, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Rabu, 9 September 2026 - 16:03 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, FORMASI Bagikan 2.600 Masker kepada Warga Kelapa Dua

Senin, 7 September 2026 - 03:47 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, H. Wawan Sumarwan Bagikan Ribuan Masker Gratis di Jambe

Minggu, 6 September 2026 - 23:44 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, FORMASI Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB