MataRakyat.Online | TANGSEL – Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi dilantik dan langsung membawa misi besar, yakni mengubah energi negatif anak muda menjadi prestasi di arena olahraga.
Pelantikan kepengurusan perdana yang kini berada di bawah naungan KONI itu mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Menurutnya, olahraga combat sport seperti MMA dapat menjadi solusi untuk menekan tawuran pelajar yang masih sering terjadi.
“Kasus tawuran antar pelajar di Tangerang cukup memprihatinkan. Karena itu, olahraga seperti MMA ini ingin kita perkenalkan kepada anak-anak sekolah,” kata Benyamin, usai Pelantikan Pengurus Kota Tangerang Selatan Indonesia Beladiri Campur Amatir Mixed Martial Arts, di Gedung Koni Tangsel, Pondok Karya, Pondok Aren.
Benyamin mengatakan, pemerintah bersama aparat kepolisian sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan tawuran.
Namun, fenomena tersebut masih terus muncul sehingga diperlukan wadah baru untuk menyalurkan energi anak muda.
“Pak Kapolres sudah patroli dan melakukan berbagai upaya, tetapi tetap saja masih ada tawuran,” ujarnya.
Benyamin menilai, MMA bukan sekadar olahraga adu fisik, tetapi juga melatih teknik, kecerdasan berpikir, mental, dan pengendalian diri. Karena itu, ia berharap, olahraga tersebut bisa semakin dikenal di kalangan pelajar.
“Daripada energi anak-anak muda tersalurkan ke hal-hal negatif, lebih baik disalurkan di arena olahraga dengan semangat sportivitas,” ungkapnya.
Selain mendukung pembinaan atlet muda, Benyamin mengatakan, Pemerintah Kota Tangsel juga mulai memikirkan pengembangan fasilitas olahraga combat sport.
Namun, Benyamin mengakui, keterbatasan lahan masih menjadi tantangan utama di wilayah Tangsel,“Kesulitan kita itu soal lahan. Tidak mudah mencari lahan yang memadai di Tangerang Selatan. Kalau dari sisi anggaran masih bisa kita usahakan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum IBCA MMA Kota Tangsel, Muhammad Raya Sahetapy menegaskan, organisasi yang dipimpinnya tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga ingin menjadi wadah pembinaan generasi muda.
“Kita ingin mengkonversi energi yang biasanya di jalanan menjadi prestasi. Anak muda itu punya energi besar dan harus punya penyaluran yang positif,” ujar Raya.
Menurutnya, target jangka pendek IBCA MMA Tangsel adalah meraih juara umum pada ajang Porprov Banten yang akan digelar November mendatang.
“Ambisi jangka pendek kami adalah menjadi juara umum di Porprov Banten nanti,” katanya.
Raya menilai potensi atlet combat sport di Tangsel sangat besar. Bahkan, banyak camp bela diri seperti boxing, MMA, dan Muay Thai berkembang pesat di wilayah tersebut. Sayangnya, sebelum organisasi resmi terbentuk, banyak atlet berbakat asal Tangsel justru direkrut daerah lain.
“Potensi atlet Tangsel sangat tinggi. Tapi sebelumnya banyak atlet kita justru dinaturalisasi daerah lain karena IBCA MMA Tangsel baru resmi terbentuk sekitar dua bulan lalu,” jelasnya.
Sebagai gebrakan awal, Raya mengatakan, IBCA MMA Tangsel kini mulai menyiapkan sasana pelatihan untuk mendukung pembinaan atlet muda menuju level nasional hingga internasional.
“Kita ingin membangun fasilitas latihan terlebih dahulu. Mudah-mudahan nanti dari Tangsel bisa lahir atlet yang tampil di PON bahkan ke tingkat internasional,” pungkasnya.
Penulis : JP
Editor : Redaksi









