PNM Masuk Ekosistem Danantara, Apa Dampaknya bagi UMKM?

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penguatan PNM dalam ekosistem Danantara untuk memperluas pembiayaan dan pemberdayaan UMKM nasional.

Ilustrasi penguatan PNM dalam ekosistem Danantara untuk memperluas pembiayaan dan pemberdayaan UMKM nasional.

MataRakyat.Online |JAKARTA – Selasa (12/5/2026), Rencana masuknya PT Permodalan Nasional Madani ke dalam ekosistem Danantara dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pembiayaan usaha kecil dan ultra mikro di Indonesia.

Kepala Danantara, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat aset negara sekaligus memperbesar dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

“PNM memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi rakyat. Kalau diperkuat melalui ekosistem investasi yang sehat dan terintegrasi, dampaknya bisa sangat besar bagi pertumbuhan usaha kecil di Indonesia,” ujar Purbaya dalam keterangannya.

Selama ini, PNM dikenal berbeda dibanding lembaga pembiayaan lainnya karena tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, dan pembinaan langsung kepada masyarakat kecil, khususnya perempuan prasejahtera dan pelaku usaha rumahan di daerah.

Melalui program Mekaar, PNM bahkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit memperoleh akses perbankan formal akibat keterbatasan agunan, legalitas usaha, maupun riwayat kredit.

 

Layanan PNM Tak Hanya Mekaar

Selain Mekaar, PNM juga memiliki berbagai layanan pembiayaan dan pemberdayaan yang menyasar sektor UMKM lebih luas.

Salah satunya adalah program ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), yakni layanan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang telah memiliki usaha berjalan minimal satu tahun. Berbeda dengan Mekaar yang berbasis kelompok, ULaMM bersifat individual dengan plafon pembiayaan lebih besar.

PNM juga menghadirkan ULaMM Syariah dengan sistem pembiayaan berbasis akad syariah, serta Mekaar Plus yang diperuntukkan bagi nasabah berkembang dengan limit pembiayaan lebih tinggi.

Baca Juga :  20.878 Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur di Tangerang Raya, Kota Tangerang Tertinggi

Tidak hanya fokus pada modal usaha, PNM juga aktif menjalankan program pemberdayaan non-finansial melalui Program PKU (Pengembangan Kapasitas Usaha), berupa pelatihan keuangan, pemasaran, digitalisasi usaha, hingga pembinaan berkelanjutan agar UMKM dapat naik kelas.

Pada 2026, PNM juga memperkuat pendekatan pemberdayaan melalui program Mba Maya (Merdeka dan Berdaya) yang fokus pada literasi keuangan, usaha, dan digital sesuai kebutuhan nasabah di tiap daerah.

Sementara melalui program Mpok Rena, PNM memberikan apresiasi kepada nasabah dengan catatan pembiayaan baik guna mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat kecil.

Di sisi lain, PNM juga memiliki lini jasa investasi melalui PNM Investment Management yang menyediakan layanan reksa dana dan pengelolaan investasi untuk mendukung sektor riil nasional.

 

Mengapa PNM Dinilai Strategis?

Pemerintah menilai PNM memiliki jaringan ekonomi akar rumput yang luas dan langsung menyentuh sektor riil masyarakat.

Selain pembiayaan, kekuatan utama PNM terletak pada pendekatan pemberdayaan sosial melalui pendampingan usaha dan sistem kelompok yang dinilai lebih dekat dengan masyarakat kecil.

Menurut Purbaya, model seperti ini perlu diperkuat agar UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan bersaing di era ekonomi digital.

“Kita ingin UMKM memiliki akses pembiayaan yang lebih kuat, lebih modern, tetapi tetap berpihak kepada masyarakat kecil. Jangan sampai transformasi justru menjauh dari tujuan pemberdayaan,” katanya.

 

Baca Juga :  Waspada Pinjol Ilegal, Pilar Dorong UMKM Tangsel Beralih ke Layanan Resmi

Manfaat bagi Pelaku UMKM

Jika transformasi ini berjalan optimal, pelaku UMKM berpotensi memperoleh akses modal yang lebih luas, layanan yang lebih modern, hingga peluang pendampingan usaha yang lebih profesional.

Restrukturisasi tersebut juga diharapkan membantu usaha kecil masuk ke sektor ekonomi formal, memperluas akses pasar digital, serta meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di daerah.

Dengan dukungan ekosistem investasi yang lebih besar, kapasitas pembiayaan PNM diperkirakan dapat meningkat dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha ultra mikro di pelosok Indonesia.

 

Tantangan yang Harus Dijaga

Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar transformasi tersebut tidak menghilangkan identitas utama PNM sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat kecil.

Orientasi investasi dan target keuntungan dinilai tidak boleh membuat akses pembiayaan menjadi semakin sulit bagi pelaku usaha ultra mikro yang selama ini sangat bergantung pada program pembinaan PNM.

Pendekatan sosial dan pendampingan langsung kepada masyarakat juga dinilai harus tetap dipertahankan agar PNM tidak berubah menjadi sekadar lembaga pembiayaan berbasis profit.

 

Kesimpulan

Masuknya PNM ke dalam Danantara dapat menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan Indonesia jika dijalankan secara seimbang antara kepentingan investasi dan misi sosial.

Keberhasilan kebijakan ini nantinya tidak hanya diukur dari besarnya aset investasi negara, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat kecil benar-benar merasakan manfaat nyata dalam akses modal, peningkatan usaha, dan kesejahteraan ekonomi mereka.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa
Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot
Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan
BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi
Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia; Pemerintah Bergerak Tangani Darurat
Makan Enak Tak Harus Mahal, Warung Bang Opik Sajikan Cita Rasa Bintang Lima dengan Harga Mulai Rp2 Ribu
Pekan Dekranasda Tangsel 2026 Dibuka, Libatkan 60 Perajin untuk Perkuat UMKM dan Ekonomi Kreatif
Dimsum by Bilsfood Tangerang Curi Perhatian di Festival Cisadane 2026, UMKM Kecamatan Tangerang Kebanjiran Pembeli

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:16 WIB

Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

Jumat, 18 September 2026 - 11:04 WIB

Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot

Selasa, 15 September 2026 - 05:24 WIB

Purbaya Diganti Saat Tengah Disukai Publik, Pergantian Menkeu Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2026 - 16:12 WIB

BGN Tutup Sementara 1.999 Dapur MBG, Belum Daftar Sertifikat Higiene Sanitasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:59 WIB

Gempa M7,7 Guncang Flores, 47 Orang Meninggal Dunia; Pemerintah Bergerak Tangani Darurat

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB