Tangerang | Matarakyat.Online – Niat sholat witir menjadi bacaan penting yang perlu dipahami setiap Muslim, terutama saat menjalankan ibadah malam di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Sholat witir dikenal sebagai penutup sholat malam dan memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.
Ibadah ini dianjurkan untuk dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh. Oleh karena itu, pemahaman mengenai niat sholat witir, tata cara, serta hukumnya perlu diketahui agar pelaksanaannya sah dan sesuai tuntunan.
Pengertian, Hukum, dan Keutamaan Sholat Witir
Sholat witir adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan pada malam hari. Dalam praktiknya, rakaat minimal adalah satu dan maksimal sebelas rakaat sesuai kemampuan.
Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, hukum sholat witir adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Bahkan disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya.
Hadis riwayat Imam Muslim menegaskan, “Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil dan menyukai yang ganjil.” Oleh karena itu, sholat witir diposisikan sebagai penutup ibadah malam.
Bacaan Niat Sholat Witir Lengkap
Niat Sholat Witir 1 Rakaat
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal witri rak‘atan lillahi ta‘ala
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Witir 3 Rakaat
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal witri tsalātsa raka‘ātin lillāhi ta‘ālā
Artinya:
“Saya niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa niat pada dasarnya cukup dihadirkan dalam hati. “Pelafalan niat hanya membantu memantapkan kesadaran sebelum takbiratul ihram,” ujarnya dalam salah satu kajian.
Niat Sholat Witir Sendiri dan Berjamaah
Niat sholat witir sendiri tidak berbeda secara substansi dengan berjamaah. Perbedaannya hanya terletak pada tambahan niat sebagai makmum atau imam ketika dilakukan bersama.
Sholat witir setelah Tarawih umumnya dikerjakan secara berjamaah di masjid selama Ramadan. Sementara itu, di luar Ramadan, witir lebih sering dilakukan sendiri sebagai penutup Tahajud.
Ustaz Adi Hidayat menyebutkan bahwa keduanya sama-sama sah selama memenuhi rukun dan syarat sholat. Namun, kekhusyukan tetap menjadi faktor utama dalam pelaksanaannya.
Waktu dan Tata Cara Sholat Witir
Waktu sholat witir dimulai setelah Isya hingga sebelum terbit fajar. Pelaksanaannya bisa di awal malam bagi yang khawatir tidak bangun, atau di akhir malam bagi yang rutin Tahajud.
Secara tata cara, sholat witir sama seperti sholat sunnah lainnya. Rakaat dikerjakan dengan membaca Al-Fatihah dan surat pendek, dilanjutkan ruku, sujud, dan salam.
Pada rakaat terakhir, sebagian ulama menganjurkan membaca doa qunut, terutama pada separuh akhir Ramadan. Meski demikian, perbedaan praktik di kalangan mazhab tetap dihormati.
FAQ Seputar Niat Sholat Witir
Apakah niat sholat witir harus dilafalkan?
Mayoritas ulama berpendapat niat cukup di dalam hati. Pelafalan hanya membantu menghadirkan kesadaran dan tidak menjadi syarat sah.
Berapa rakaat minimal sholat witir?
Minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Namun, tiga rakaat menjadi jumlah yang paling umum dikerjakan masyarakat.
Apakah boleh witir setelah Tarawih lalu Tahajud lagi?
Sebagian ulama membolehkan dengan tidak mengulang witir dua kali dalam satu malam. Rasulullah ﷺ menganjurkan agar witir menjadi penutup sholat malam.
Penutup
Niat sholat witir merupakan fondasi sahnya ibadah malam yang dikerjakan umat Islam. Pemahaman yang benar mengenai bacaan niat sholat witir, hukum, waktu, serta tata cara akan membantu meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan menjaga konsistensi melaksanakan sholat witir, seorang Muslim diharapkan dapat meraih keutamaan ibadah malam serta memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Penulis : Redaksi
Editor : Herman FMBN









