Kapolri Resmikan Balai Latihan Seni Silat di Serang, Gaungkan “Sabuk Kamtibmas” untuk Jaga Banten

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MataRakyat.Online | Serang – Suasana penuh semangat kebudayaan dan kebersamaan mewarnai Kampung Cibogo, Desa Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Jumat (18/9/2026).

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus menghadiri Milad ke-3 Pasanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI).

Kehadiran orang nomor satu di institusi Polri tersebut bukan sekadar seremoni. Momentum itu menjadi penegasan bahwa pelestarian seni budaya dan penguatan keamanan serta ketertiban masyarakat dapat berjalan beriringan.

Kapolri hadir bersama sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Pendiri PTBI Haji Tubagus Mulyana, Ketua Umum DPP TTKKBI Haji Tubagus Arif Hidayat, Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, pejabat utama Mabes Polri, para ketua perguruan Tjimande, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Kapolri: Budaya Banten Adalah Tanggung Jawab Bersama

Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa keberadaan Balai Latihan Seni Silat harus menjadi ruang bersama untuk menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Banten.

Menurutnya, pencak silat merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang telah tercatat di UNESCO. Sementara seni Tjimande juga menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Saya merasa sebagai warga Banten memiliki kewajiban untuk ikut berkontribusi membangun wilayah, termasuk membangun dan melestarikan kebudayaan Banten,” ujar Kapolri.

Kapolri berharap balai latihan tersebut tidak hanya menjadi tempat berlatih silat, tetapi juga menjadi ruang edukasi, diskusi, silaturahmi dan bertukar gagasan bagi berbagai perguruan.

Baca Juga :  Kapolres Tangsel Bongkar Fakta Kasus Narkoba Akp Pardinan Tak Ditangkap, Hadir Di Bareskrim Sebagai Saksi

Dengan demikian, para pendekar tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam seni budaya tersebut.

“Siapa lagi yang akan melestarikan kalau bukan kita sendiri. Ini kekhasan yang dimiliki Banten dan harus terus dijaga,” tegasnya.

Dorong Balai Latihan Hadir di Setiap Kabupaten

Kapolri juga mendorong agar fasilitas pelatihan dan pelestarian seni budaya dapat dikembangkan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Banten.

Menurutnya, keberadaan tempat-tempat tersebut dapat menjadi pusat pengembangan seni, budaya dan kearifan lokal sekaligus ruang berkumpul masyarakat untuk membicarakan berbagai persoalan yang ada di lingkungannya.

Tidak hanya menjaga budaya, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat apabila dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.

Seni budaya Banten, kata Kapolri, memiliki daya tarik yang besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional.

Jawara Diminta Jadi Mitra Strategis Polri Jaga Kamtibmas

Pesan penting lainnya disampaikan Kapolri terkait filosofi pendekar dan jawara Banten.

Ia mengingatkan bahwa sosok pendekar dan jawara sejatinya memiliki tanggung jawab moral untuk membela kebenaran, melindungi masyarakat yang lemah serta ikut menciptakan keamanan dan ketertiban.

Kapolri mengajak para pendekar dan jawara untuk memperkuat sinergi bersama Polri melalui konsep “Sabuk Kamtibmas” yang saat ini tengah dibangun.

“Kita titip untuk sama-sama menjaga Harkamtibmas, memberantas penyakit masyarakat dan menjaga wilayah Banten. Mari kita bangun kerja sama Polri dan teman-teman jawara untuk menjaga Banten dengan Sabuk Kamtibmas yang saat ini sedang kita bangun,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Karhutla Gunung Semeru Meluas, 160 Hektare Terbakar dan Dua Helikopter Dikerahkan

Para pendekar dan jawara diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah serta membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dari Banten untuk Indonesia

Kapolri juga mengajak seluruh perguruan untuk menjaga kekompakan dan solidaritas. Perbedaan perguruan, menurutnya, jangan menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekayaan yang memperkuat keberadaan pencak silat Banten.

Ia berharap seni budaya Silat Tjimande dan Debus dapat terus berkembang, tidak hanya dikenal di Banten, tetapi juga semakin luas di tingkat nasional hingga internasional.

Jika dikelola dengan baik, seni budaya bahkan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan identitas Banten kepada dunia.

“Mari kita bangun, kita jaga dan terus kita tingkatkan. Ini menjadi bagian dari bentuk bahwa kita memiliki kebudayaan yang luar biasa yang bisa kita jaga,” pungkas Kapolri.

Peresmian Balai Latihan Seni Silat dan Milad ke-3 PTBI tersebut akhirnya bukan sekadar perayaan budaya. Lebih jauh, momentum itu menjadi ajakan bersama untuk merawat jati diri Banten, memperkuat persaudaraan antarperguruan, sekaligus membangun sinergi pendekar, jawara, masyarakat dan Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban.

Rawat Budaya, Kuatkan Persaudaraan, Jaga Banten. Dari pendekar untuk masyarakat, dari Banten untuk Indonesia.

Penulis : Oling

Editor : Redaktur

Sumber Berita: Bidhumas polda Banten

Berita Terkait

Soroti Fenomena Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?
Buruh Desak Kepastian Kerja dan Upah Layak dalam Pengawalan RUU Ketenagakerjaan
Soroti Maraknya Tindakan Korupsi, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara Bagi Koruptor
Ketua APDESI Kabupaten Bekasi Ajak Masyarakat Dukung Kinerja Polri dan Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades Serentak 2026
Karhutla Gunung Semeru Meluas, 160 Hektare Terbakar dan Dua Helikopter Dikerahkan
Bukan Batal! Rakerwil GMPK Banten Ditunda, Organisasi Fokus Perkuat Barisan dan Perangi Korupsi
Saksi Ungkap Uang THR Kepala OPD untuk Fadia Arafiq Disebut Sudah Jadi Tradisi
Audiensi Memanas, LSM Siliwangi Bersatu Soroti Dugaan Alih Fungsi Saluran Irigasi Jadi Akses Usaha Ayam Potong

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soroti Fenomena Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Buruh Desak Kepastian Kerja dan Upah Layak dalam Pengawalan RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 20 September 2026 - 11:00 WIB

Soroti Maraknya Tindakan Korupsi, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara Bagi Koruptor

Jumat, 18 September 2026 - 20:29 WIB

Kapolri Resmikan Balai Latihan Seni Silat di Serang, Gaungkan “Sabuk Kamtibmas” untuk Jaga Banten

Jumat, 18 September 2026 - 10:11 WIB

Ketua APDESI Kabupaten Bekasi Ajak Masyarakat Dukung Kinerja Polri dan Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades Serentak 2026

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB