Heboh Siswa SMPN 19 Tangsel Tewas Usai Dibully: Ini Kronologi Lengkapnya

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Rakyat Online | Tangerang Selatan — Kasus meninggalnya MH (13), siswa kelas VII SMPN 19 Tangerang Selatan, yang diduga menjadi korban perundungan di sekolahnya, memicu reaksi keras dari publik dan lembaga perlindungan anak. Berbagai pihak kini mendesak transparansi, menuntut pertanggungjawaban, dan mendorong proses hukum berjalan secara terbuka.

Kronologi Singkat

  • Pada 20 Oktober 2025, MH diduga dipukul di kepala oleh teman sekelasnya menggunakan kursi besi.
  • Setelah kejadian itu, korban mengeluh sakit, kondisi melemah, kemudian dilarikan ke rumah sakit swasta di Tangsel, lalu dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
  • MH sempat mengalami koma selama perawatan di ICU sebelum akhirnya meninggal dunia pada 16 November 2025.
  • Polres Tangsel telah memeriksa enam saksi, termasuk guru dan siswa, sebagai bagian dari penyidikan dugaan perundungan.

Tanggapan Resmi Pihak Terkait

 

KPAI: Hak Anak Harus Ditegakkan, Proses Hukum Mendesak

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menyatakan duka mendalam atas kematian MH. Ia mendesak agar kasus ini diproses secara hukum penuh. Menurutnya, dugaan perundungan bukan sekadar konflik anak-anak: ada unsur kekerasan yang menimbulkan luka fisik serius dan trauma.

“Kami berharap proses hukum berjalan. Hak anak yang meninggal dunia, yaitu mendapat kejelasan penyebab kematian dan tidak mendapatkan stigma negatif, tetap harus ditegakkan,” kata Diyah.

Meski pelaku di bawah umur, KPAI menegaskan bahwa sistem peradilan pidana anak (Pasal 59A UU Sistem Peradilan Anak) memungkinkan proses hukum dijalankan.

Baca Juga :  HUT Tangsel ke-17: Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan Ajak Warga Ciputat Bertumbuh, Berkarya, dan Berdigdaya

KPAI juga mendesak agar pemerintah, sekolah, dan orang tua meningkatkan deteksi dini dan respons cepat terhadap kasus bullying agar tragedi serupa tidak terulang.

Kapolres Tangsel  : Tegaskan Penyelidikan Berjalan Aktif dan Tim Kepolisian Tengah Menganalisis Rekam Medis.

Kapolres AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang menyampaikan bahwa Polres Tangsel berkomitmen untuk menangani kasus ini secara profesional.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan KPAI serta UPTD PPA Kota Tangsel dalam penyidikan.

Victor juga menyatakan penyidik mendalami rekam medis MH untuk memahami apakah ada faktor kesehatan lain yang berkontribusi pada kematiannya.

 

Kepala Sekolah & Dinas Pendidikan Tangsel

  • Kepala SMPN 19, Frida Tesalonika, mengungkap bahwa sekolah sudah melakukan mediasi antara keluarga korban dan keluarga pelaku, dengan kesepakatan tertulis untuk menanggung biaya pengobatan MH. Namun, menurut Frida, pihak sekolah terkejut ketika kondisi MH memburuk dan kematian akhirnya terjadi.
  • Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni, menyatakan pihaknya telah memediasi pertemuan antara orang tua korban, pelaku, dan sekolah. Ia juga mendukung proses hukum agar fakta terungkap secara objektif.
Baca Juga :  Golkar Tangsel Gelar Maulid Nabi 1447 H, Pilar Saga & Andika Hazrumy Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah SAW

Implikasi dan Harapan

 

Tragedi MH menegaskan bahwa bullying di sekolah membawa dampak yang sangat serius. KPAI dan masyarakat menuntut proses hukum yang transparan karena keluarga korban, warga, dan para siswa berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang harus bertanggung jawab.

  1. Sekolah harus memperkuat sistem pengawasan, termasuk membentuk tim anti kekerasan dan menyediakan jalur pelaporan cepat agar setiap indikasi bullying bisa terdeteksi sejak awal.
  2. Guru dan sekolah harus mengedukasi siswa serta memberikan dukungan psikologis, sehingga mereka berani melapor saat merasa tertekan, diancam, atau mengalami kekerasan.
  3. Semua pemangku kepentingan—orang tua, guru, pemerintah, dan aparat hukum—harus terlibat aktif untuk memastikan kasus bullying tidak diremehkan dan mendapat penanganan cepat serta tegas

 

 

Wenny – Jurnalis MataRakyat.Onlie

 

Penulis : Wenny

Editor : Herman

Berita Terkait

SMKN 1 Tangsel Apresiasi Aturan Larangan HP, Fokus Belajar dan Karakter Siswa Jadi Prioritas
Kanit Samapta Polsek Pondok Aren Pimpin Aksi Bersih Sampah, Sinergi TNI–Polri dan Warga Perkuat Kepedulian Lingkungan
Kebakaran Gudang Kimia di Tangerang Selatan Cemari Sungai Cisadane, PDAM Hentikan Layanan Sementara
Sambut HPN 2026, PWI Tangsel Gelar Senam Sehat Bersama Masyarakat
Siswa SDN 01 Ciputat Raih Juara 2 Lomba Tari Tradisional Tingkat Nasional di Poins Mall Jakarta Selatan
Terbongkar! Jaringan Narkoba Lintas Negara Beroperasi di Tangsel, Polisi Sita Barang Haram Rp20,5 Miliar
Kasus Pencabulan di Sekolah Tangsel Disorot, PSI Desak Evaluasi Total Dindikbud
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Tangerang Selatan Hari Ini

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:19 WIB

SMKN 1 Tangsel Apresiasi Aturan Larangan HP, Fokus Belajar dan Karakter Siswa Jadi Prioritas

Senin, 16 Februari 2026 - 12:28 WIB

Kanit Samapta Polsek Pondok Aren Pimpin Aksi Bersih Sampah, Sinergi TNI–Polri dan Warga Perkuat Kepedulian Lingkungan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:07 WIB

Kebakaran Gudang Kimia di Tangerang Selatan Cemari Sungai Cisadane, PDAM Hentikan Layanan Sementara

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:14 WIB

Sambut HPN 2026, PWI Tangsel Gelar Senam Sehat Bersama Masyarakat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:39 WIB

Siswa SDN 01 Ciputat Raih Juara 2 Lomba Tari Tradisional Tingkat Nasional di Poins Mall Jakarta Selatan

Berita Terbaru