Matarakyat.online, TANGERANG SELATAN – SMPN 14 Kota Tangerang Selatan resmi ditetapkan sebagai sekolah percontohan pelaksana Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) setelah dinilai berhasil membangun lingkungan belajar yang bebas dari perundungan dan kekerasan. Penetapan tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Program BSAN diawali dengan peluncuran Duta BSAN pada 21 Januari 2026. Selanjutnya, sepanjang 2026 penguatan program terus dilakukan di lingkungan SMPN 14 Tangsel yang berlokasi di Jalan AMD 15/16, Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni, Kepala SMPN 14 Tangsel Saiful, S.Pd., M.Pd., unsur Polres dan Polsek, Danramil, tokoh masyarakat, komite sekolah, guru, orang tua, serta para siswa yang dikukuhkan sebagai Duta BSAN.

Penetapan SMPN 14 sebagai sekolah percontohan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Sekolah dinilai memenuhi berbagai indikator, mulai dari konsistensi menjaga lingkungan tanpa kasus perundungan dan kekerasan, membangun budaya empati di kalangan warga sekolah, mengaktifkan tim pencegahan, hingga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Sebagai bagian dari implementasi program, SMPN 14 membentuk Duta BSAN dari setiap kelas sebagai agen perubahan yang bertugas menyosialisasikan gerakan anti-perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghargai, peduli, dan kasih sayang antarsiswa. Sekolah juga menerapkan visi CERIA (Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, Aktif) melalui pembinaan karakter harian, kegiatan kelompok, literasi setiap Selasa, hingga berbagai aktivitas yang mendorong tumbuhnya sikap saling menghormati.
Kepala SMPN 14 Tangsel, Saiful, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik merupakan amanah utama seluruh tenaga pendidik. Menurutnya, sekolah terus berupaya mempertahankan catatan bebas kasus bullying melalui pendekatan pembinaan yang humanis, pendampingan, dan penguatan karakter sehingga setiap siswa merasa terlindungi selama menjalani proses belajar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, memberikan apresiasi atas konsistensi SMPN 14 dalam membangun budaya sekolah yang positif. Ia berharap sekolah tersebut dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya, terutama dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Program BSAN juga dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjadi pelopor sekolah aman dan nyaman di Provinsi Banten.
Melalui kolaborasi antara sekolah, aparat keamanan, komite, orang tua, dan masyarakat sekitar, SMPN 14 Tangsel optimistis mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Suasana yang aman dan nyaman diharapkan membuat siswa lebih fokus belajar, berani menyampaikan permasalahan yang dihadapi, serta mendukung penerapan pembelajaran mendalam sehingga prestasi akademik maupun karakter peserta didik dapat berkembang secara optimal. (GR/Dun)
Penulis : Achmadun
Editor : Gito Rahmad
Sumber Berita: SMPN 14 Kota Tangsel









