MATARAKYAT.ONLINE, TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menuntaskan rehabilitasi 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang layak, aman, dan sehat bagi masyarakat di seluruh wilayah kota.
Rehabilitasi rumah tersebut tersebar di 13 kecamatan, sekaligus dilengkapi dengan pembangunan 308 jamban sehat guna meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan. Program ini dikenal luas sebagai bedah rumah Pemkot Tangerang, yang menyasar warga berpenghasilan rendah melalui proses seleksi dan verifikasi ketat.
Sebagai langkah strategis, program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan masyarakat perkotaan.
Hunian Layak Jadi Prioritas Pelayanan Publik
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan kebutuhan dasar sekaligus prioritas utama dalam pelayanan publik.
Menurutnya, rumah yang sehat dan aman menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang produktif dan sejahtera.
“Pemenuhan kebutuhan papan adalah hal fundamental. Melalui program bedah rumah ini, kami ingin memastikan warga Kota Tangerang dapat tinggal di lingkungan yang layak dan bermartabat,” ujar Sachrudin.
Lebih lanjut, ia menilai program rehabilitasi RTLH sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menekan kesenjangan sosial dan memperkuat pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat.
Kuota Rehabilitasi Terus Meningkat
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo, menyampaikan bahwa capaian tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2021, kuota rehabilitasi rumah hanya mencapai 350 unit. Namun, berkat perencanaan yang matang dan penguatan anggaran, jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 1.000 unit RTLH pada 2025.
“Kami melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga yang membutuhkan,” jelas Decky.
Manfaat Langsung Dirasakan Warga
Program bedah rumah Pemkot Tangerang ini memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Sejumlah warga di Kelurahan Larangan Utara dan Larangan Indah mengaku kini dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman setelah rumah mereka direhabilitasi.
Sebelumnya, kondisi rumah warga banyak yang mengalami atap rapuh, dinding retak, hingga sanitasi yang tidak layak. Kini, rumah-rumah tersebut telah berubah menjadi lebih kokoh dan sehat, didukung fasilitas jamban yang bersih.
“Sekarang rumah kami sudah tidak bocor dan jauh lebih nyaman. Kami sangat bersyukur,” ungkap salah satu warga penerima manfaat.
Menuju Kota Tangerang yang Inklusif dan Sejahtera
Keberhasilan merehabilitasi 1.000 RTLH sepanjang 2025 menegaskan komitmen Pemkot Tangerang dalam mewujudkan kota layak huni yang inklusif. Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial serta kualitas lingkungan perkotaan.
Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, Pemkot Tangerang optimistis program bedah rumah akan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tahun-tahun mendatang. (Red)
Penulis : Redaksi
Editor : Gito Rahmad
Sumber Berita: Pemkot Kota Tangerang









