Kota Tangerang | MataRakyat.Online – Pemerintah terus memperkuat strategi promotif dan preventif dalam sistem kesehatan nasional. Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, meresmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug, Sabtu (14/2/2026), sebagai bagian dari program percontohan nasional layanan kesehatan dasar di pasar tradisional.

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menghadirkan negara lebih dekat ke ruang aktivitas ekonomi rakyat. Pasar dipilih sebagai simpul interaksi sosial yang hidup setiap hari, tempat masyarakat beraktivitas tanpa sekat.

Program ini dilaksanakan serentak di lima titik di Provinsi Banten, dengan Kota Tangerang menjadi pelopor implementasi. Pemerintah pusat mengapresiasi sinergi Pemerintah Provinsi Banten dan Pemkot Tangerang dalam mendukung model layanan kesehatan berbasis komunitas tersebut.
“Ini perjuangan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Saya senang sekali karena Banten menjadi pelopor gerakan ini, termasuk Kota Tangerang,” ujar Wamenkes.
Strategi Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
Pos Kesehatan Merah Putih menghadirkan layanan pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan gula darah secara langsung di area pasar. Langkah ini dinilai strategis mengingat hipertensi dan diabetes masih menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit katastropik seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang memerlukan terapi cuci darah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan operasional pos didukung tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Tangerang, bersama rumah sakit swasta serta relawan.
Jam pelayanan disesuaikan dengan waktu puncak aktivitas pasar, sehingga pedagang maupun pengunjung dapat memanfaatkan layanan tanpa mengganggu rutinitasnya.
“Kalau masyarakat tidak sempat ke puskesmas atau rumah sakit, hampir setiap hari mereka datang ke pasar. Di sinilah kita hadir agar masyarakat bisa mampir cek kesehatan,” ujarnya.
Reformasi Akses Layanan Kesehatan
Kehadiran Pos Kesehatan Merah Putih menjadi representasi pendekatan baru dalam reformasi layanan kesehatan—tidak lagi menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi menghadirkan layanan langsung ke pusat aktivitas warga.
Model ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran deteksi dini, mempercepat intervensi medis, serta menekan angka komplikasi penyakit kronis dalam jangka panjang.
“Tujuan utamanya satu, agar masyarakat hidup sehat. Pasar kita jadikan gerbang awal menjaga kesehatan,” tutupnya.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, Pos Kesehatan Merah Putih berpotensi menjadi model nasional dalam memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.
Penulis : Redaksi
Editor : Herman FMBN









