MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Mencegah kenakalan remaja dan tawuran pelajar tidak cukup hanya dengan memberikan larangan. Pendekatan yang dekat, komunikasi yang terbuka, serta kehadiran orang dewasa yang dapat menjadi tempat bertanya menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.
Semangat itulah yang dibawa jajaran Polsek Curug melalui program CETAR (Cegah Tawuran Antar Pelajar) dan FKPMS di lingkungan sekolah.
Kali ini, kegiatan menyasar para siswa dan siswi SMK Yuppentek 2, Kampung Sukabakti, RT 001/RW 004, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukabakti Polsek Curug Brigadir A. Fauzan Nabila hadir tidak sekadar sebagai petugas kepolisian, tetapi juga membawa pendekatan sebagai pendamping, teman dan orang tua asuh bagi para pelajar.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan siswa, sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat diterima secara lebih terbuka dan tidak terasa seperti sekadar teguran.
Dalam pertemuan tersebut, para pelajar diberikan pembinaan mengenai pentingnya menjauhi kenakalan remaja, mencegah tawuran serta berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Para siswa juga diingatkan agar tidak mudah terhasut oleh informasi maupun ajakan yang belum jelas sumber dan tujuannya, terlebih jika mengarah kepada kekerasan atau kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Jangan mudah percaya dengan ajakan yang beredar di media sosial. Cermati dulu informasinya, jangan sampai kita ikut melakukan sesuatu yang akhirnya merugikan diri sendiri dan orang lain,” pesan Brigadir Fauzan.
Selain persoalan tawuran dan media sosial, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan.
Polisi mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan waktu penting untuk belajar, mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, para siswa diajak tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun pergaulan yang dapat menghambat cita-cita mereka.
Pesan yang disampaikan juga dikemas dengan pendekatan persuasif. Polisi berupaya membuka ruang bagi para pelajar untuk berkomunikasi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik berkaitan dengan pergaulan, lingkungan sekolah maupun persoalan lain yang membutuhkan pendampingan.
Program CETAR dan FKPMS tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan Unit Binmas Polsek Curug Tahun Anggaran 2026 dalam upaya pencegahan secara preemtif.
Melalui pola pendekatan yang menempatkan polisi sebagai pendamping, teman dan orang tua asuh, diharapkan terbangun hubungan positif antara kepolisian dan pelajar.
Bagi Polsek Curug, mencegah tawuran bukan hanya tentang menghentikan aksi kekerasan ketika sudah terjadi. Lebih jauh, pencegahan dilakukan dengan membangun komunikasi dan kesadaran sejak awal, sehingga para pelajar memiliki ruang untuk memilih pergaulan yang sehat dan fokus pada pendidikan.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Polsek Curug berkomitmen terus memperkuat pembinaan terhadap pelajar sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari tawuran, narkotika serta pengaruh negatif media sosial.
Penulis : Oling
Editor : Redaktur









