KOPTASI Soroti Data Produksi dan Pengiriman Batubara di Kuala Samboja, Minta Verifikasi

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Matarakyat.online, JAKARTA — Koalisi Pengawal Tata Kelola Pertambangan Seluruh Indonesia (KOPTASI) meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan verifikasi terhadap sejumlah data produksi serta pengiriman batubara di wilayah Kuala Samboja, Kutai Kartanegara.

Permintaan tersebut disampaikan setelah KOPTASI melakukan penelusuran terhadap sejumlah data pertambangan dan dokumen yang berkaitan dengan aktivitas distribusi batubara. Organisasi tersebut menilai terdapat angka yang perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Koordinator KOPTASI, Aldi, mengatakan penelusuran tersebut antara lain mencermati data Minerba Online Monitoring System (MOMS), RKAB Kementerian ESDM dan Laporan Hasil Verifikasi (LHV).

Baca Juga :  Kapolri Tinjau Arus Mudik di GT Kalikangkung, Korlantas Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Lebaran 2026

Dari penelusuran tersebut, KOPTASI mencatat produksi CV Semoga Surya Sentosa (CV SSS) pada 2023 sebesar 7.558 ton. Sementara enam LHV pada November 2023 yang ditelusuri KOPTASI mencatat volume pengiriman batubara melalui salah satu jetty mencapai 30.680,728 MT.

Menurut Aldi, adanya perbedaan angka tersebut masih memerlukan pembuktian dan penjelasan dari instansi maupun pihak terkait. KOPTASI tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh data diperiksa melalui proses resmi.
“Kami hanya meminta data yang ada diverifikasi. Kalau memang ada perbedaan, harus diketahui penyebab dan sumber datanya,” kata Aldi, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga :  Prabowo Bongkar Kebocoran Negara Rp15.840 Triliun Akibat Under-Invoicing, Bea Cukai Terancam Dirombak Total

Ia menambahkan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara berjenjang mulai dari data produksi hingga proses pengiriman. Dokumen pendukung seperti surat jalan, data timbangan, stockpile, aktivitas jetty dan dokumen penjualan juga dinilai penting untuk dicocokkan.

KOPTASI berharap proses verifikasi dapat dilakukan secara transparan dan profesional. Dengan demikian, setiap perbedaan data yang ditemukan dapat dijelaskan berdasarkan dokumen dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
(GR)

Penulis : Gito Rahmad

Editor : Redaksi

Sumber Berita: KOPTASI

Berita Terkait

Soroti Fenomena Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?
Gerakan Sadar Hukum, Posbankum Bojong Nangka Jemput Bola Edukasi RT/RW ke 35 RW
Soroti Maraknya Tindakan Korupsi, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara Bagi Koruptor
GMPK Banten Serukan Pengawasan Independen: Kualitas Proyek Pembangunan di Tangerang Jangan Sampai “Akal-Akalan”
Wujud Kesadaran Hukum Masyarakat, Posbankum Kelurahan Bojong Nangka Gelar Roadshow Perdana di RW 13
Launching POSBANKUM Bojong Nangka Perkuat Literasi Hukum, RT dan RW Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pencegahan Konflik Warga
Polri-Kemnaker Tuntaskan Sengketa PHK PT Amos, 134 Pekerja Terima Pesangon Rp12,7 Miliar
Insan Pers Berduka, Ibunda Pimprus Detik60.com Titi Sudiarti Berpulang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soroti Fenomena Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Gerakan Sadar Hukum, Posbankum Bojong Nangka Jemput Bola Edukasi RT/RW ke 35 RW

Minggu, 20 September 2026 - 11:00 WIB

Soroti Maraknya Tindakan Korupsi, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara Bagi Koruptor

Minggu, 6 September 2026 - 10:40 WIB

KOPTASI Soroti Data Produksi dan Pengiriman Batubara di Kuala Samboja, Minta Verifikasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:57 WIB

GMPK Banten Serukan Pengawasan Independen: Kualitas Proyek Pembangunan di Tangerang Jangan Sampai “Akal-Akalan”

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB