FORMASI Lahir di Tangerang, Wadah Sinergi Media dan LSM Siap Kawal Kepentingan Publik

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para inisiator FORMASI saat membahas pembentukan wadah sinergi media dan LSM di Tangerang, Selasa (1/9/2026).

Para inisiator FORMASI saat membahas pembentukan wadah sinergi media dan LSM di Tangerang, Selasa (1/9/2026).

TANGERANG — Forum Media dan LSM Independen (FORMASI) resmi terbentuk melalui pertemuan yang berlangsung pada Selasa (1/9/2026) di kediaman wartawan senior Haerul Herdiansyah, Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pertemuan tersebut dihadiri lima dari tujuh wartawan yang menjadi inisiator pembentukan FORMASI. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan juga menjadi ruang untuk mematangkan gagasan yang sebelumnya berkembang melalui diskusi informal di kalangan wartawan dan pegiat LSM di Tangerang.

Dalam pertemuan tersebut, para inisiator menyepakati struktur awal kepengurusan FORMASI secara aklamasi. Haerul Herdiansyah dipercaya sebagai Pembina, Junaedi ditetapkan sebagai Ketua, Hermansyah sebagai Sekretaris, dan Jumroni sebagai Bendahara.

Pembentukan FORMASI berangkat dari kesadaran bersama para wartawan dan pegiat LSM di Tangerang untuk memiliki ruang komunikasi, silaturahmi, bertukar informasi, serta membangun sinergi dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Pembina FORMASI, Haerul Herdiansyah, mengatakan kehadiran forum tersebut bukan lahir secara tiba-tiba. Gagasan itu berawal dari komunikasi dan diskusi informal sejumlah wartawan yang kemudian berkembang menjadi pembicaraan lebih serius mengenai perlunya sebuah wadah bersama.

“Atas inisiatif rekan Juned, para wartawan yang biasa meliput di Tangerang ini datang, saling memperkenalkan diri dan bersilaturahmi ke kediaman saya. Mereka meminta pandangan dan berdiskusi guna merealisasikan apa yang menjadi keinginan rekan-rekan wartawan untuk membentuk sebuah forum,” ujar Haerul.

Menurut Haerul, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi Pembina merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.

Ia menilai, kepercayaan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan dari para wartawan muda yang dinilainya memiliki energi, sikap kritis, serta wawasan yang cukup luas.

“Buat saya, kepercayaan mereka adalah kehormatan tersendiri secara pribadi. Apalagi kepercayaan itu muncul dari para wartawan muda yang enerjik, kritis dan memiliki wawasan luas. Penilaian saya terhadap mereka tentu tidak datang begitu saja, tetapi terbentuk setelah kami melakukan komunikasi secara intens sebelum organisasi ini berdiri,” katanya.

Haerul menegaskan, posisi sebagai Pembina tidak semata-mata menjadi simbol dalam struktur organisasi. Menurutnya, amanah tersebut justru menjadi tanggung jawab untuk ikut mengarahkan FORMASI agar tumbuh sebagai organisasi yang profesional, berintegritas dan mampu menjalankan fungsi sosialnya secara konstruktif.

“Amanah dan kepercayaan mereka merupakan tantangan tersendiri bagi saya, bagaimana membawa dan menjadikan organisasi ini lebih profesional, berintegritas dan tetap kritis secara konstruktif kepada semua instansi yang ada di Tangerang.”

Ia berharap sikap kritis yang dibangun FORMASI tidak diarahkan untuk mencari kesalahan atau membangun konflik dengan pihak mana pun. Sebaliknya, kritik harus ditempatkan sebagai bagian dari kontrol sosial yang disampaikan berdasarkan fakta, aturan, kepentingan masyarakat, serta tetap membuka ruang komunikasi.

Baca Juga :  OSB Komunitas Senang Berbagi di Bojong Nangka, Gotong Royong Dukung UMKM dan Tebar Kepedulian Sosial

 

Media dan LSM Saling Melengkapi

Kehadiran FORMASI diharapkan menjadi ruang bersama bagi pegiat media dan LSM untuk bertukar informasi, pengalaman, serta gagasan mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Media memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, sementara LSM dapat mengambil bagian dalam pendampingan, pemberdayaan, pengawasan, maupun advokasi masyarakat. Perbedaan fungsi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan apabila ditempatkan dalam semangat saling melengkapi.

Ke depan, FORMASI akan mendorong komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam mengawal pembangunan, mendorong pemberdayaan, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Penyerahan CSR dan Bimtek Perkoperasian Meriah di Hotel Yasmin Karawaci

Namun, kemitraan tersebut tetap ditempatkan dalam koridor independensi.

FORMASI diharapkan mampu membangun hubungan yang sehat dengan berbagai pihak tanpa kehilangan sikap kritis dan fungsi kontrol sosial. Kritik dan masukan terhadap kebijakan maupun pelaksanaan pembangunan harus disampaikan secara konstruktif, terukur, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua FORMASI, Junaedi, mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk mengedepankan kerendahan hati, menghilangkan sekat senioritas, serta terbuka terhadap kritik dan masukan.

Menurutnya, organisasi tidak akan berkembang apabila setiap anggotanya merasa paling tahu atau paling benar. Karena itu, kebersamaan, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan FORMASI.

Semangat tersebut sekaligus menjadi modal untuk menghadapi perubahan zaman, perkembangan teknologi informasi, serta dinamika masyarakat yang semakin kompleks.

Dari sisi kelembagaan, proses formalisasi organisasi dan kelengkapan legalitas FORMASI masih dilakukan secara bertahap.

Bagi para inisiator, pembentukan FORMASI bukan sekadar mendirikan sebuah wadah baru. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat jaringan, dan menghadirkan kerja-kerja sosial yang memiliki manfaat nyata.

Pada akhirnya, keberadaan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari nama, struktur kepengurusan, maupun jumlah anggotanya. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana organisasi mampu menjaga integritas, menjalankan fungsi secara konsisten, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat silaturahmi, keterbukaan dan sinergitas, FORMASI diharapkan dapat tumbuh menjadi wadah bersama bagi media dan LSM di Tangerang, sekaligus tetap menjaga independensi, profesionalitas, dan keberanian untuk menyampaikan kritik secara konstruktif demi kepentingan publik.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Klarifikasi Resmi Kuasa Hukum Enjong Bin Iran: Luruskan Pemberitaan Kavling Enjong Residence yang Tak Sesuai Fakta
Polsek Legok, Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Kebakaran
Untuk Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, PERUMDAM TKR Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat  
Partai Gelora Kabupaten Tangerang Lantik Pengurus DPD dan 29 DPC, Perkuat Konsolidasi
Rehab SDN Cukanggalih IV Rp491 Juta Disorot, LSM Harimau Pertanyakan Volume dan Spesifikasi Pekerjaan
Musda ke-3 ICMI Kabupaten Tangerang Diharapkan Lahirkan Gagasan Konstruktif untuk Pembangunan
HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Tangerang Tekankan Penguatan Layanan dan Respons Cepat
Gerakan Sadar Hukum, Posbankum Bojong Nangka Jemput Bola Edukasi RT/RW ke 35 RW

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Klarifikasi Resmi Kuasa Hukum Enjong Bin Iran: Luruskan Pemberitaan Kavling Enjong Residence yang Tak Sesuai Fakta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Polsek Legok, Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Kebakaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Untuk Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, PERUMDAM TKR Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat  

Senin, 28 September 2026 - 11:37 WIB

Rehab SDN Cukanggalih IV Rp491 Juta Disorot, LSM Harimau Pertanyakan Volume dan Spesifikasi Pekerjaan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:25 WIB

Musda ke-3 ICMI Kabupaten Tangerang Diharapkan Lahirkan Gagasan Konstruktif untuk Pembangunan

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB